My Heart Brother

My Heart Brother
71. bagaikan keluarga bahagia


__ADS_3

tokk tokk


suara ketukan pintu begitu nyaring di telinga zegraf dan Celsie yang asik menyantap makanan malam kesukaan ze yang di hidang kan oleh Celsie.


"bentar ya nak mami buka pintu dulu". ujar Celsi segera beranjak menuju pintu,


masih berpositif thinking kalau itu adalah teman teman heboh seprofesi dirinya.


ceklekk


degg


degg


detak jantung Celsie seketika berhenti berdetak saat mengetahui siapa yang ada di hadapannya ini.


Axa menarik sedikit sudut bibirnya seolah meremehkan lawan "kau kira kalian bisa lari dari pantauan ku ha?". ujar nya tegas membuat ze yang mendengar suara yang ia rindukan segera berlarian ke sumber suara.


"ke-kenapa kau bisa tahu keberadaan kami?"pertanyaan bodoh yang ia lontarkan untuk seorang Axa, Axa pun menanggapi pertanyaan istrinya dengan cibiran


"Daddyyyyyyy". teriak bahagia ze seraya merentang kan tangan, begitu pula sebaliknya Axa merentang kan tangan nya dan segera memeluk rindu sang buah hati.


"ze,, baju dan mulut kamu kotor sayang, nanti baju Daddy kotor". kata Celsi dengan menatap mata Axa seraya mengambil ze dalam gendongan Daddy nya,


"mau Daddy marah ze". seolah-olah kata kata itu terus terucap di bibir seksi Axa di mana ia tidak ingin ze ada di sekitar nya.


sangat menusuk ke jantung sampai ke usus Axa begitu menohok nohok di dada membuat Axa hanya pasrah saat celsi merebut ze


"maaf Daddy". ucap bocah laki-laki itu menunduk takut akan kemarahan Daddy nya


Celsi menyerngit kan dahi nya kala dirinya dapat melihat kesedihan di balik wajah datar itu, ada secercah ketidak tegaan melihat itu bagaimanapun pria ini adalah suami ku, pikir Celsi.


"apa kau sudah makan? kalau bel-". belum juga menyelesaikan kalimatnya tamu tak di undang itu melenggang pergi menuju meja makan.


"ayo ze kita makan, Daddy Begitu lapar". ujar nya menggosok kan telapak tangan nya saat mata indah itu menatap menu-menu yang ia rindukan selama 3 hari ini, baru tiga hari sudah seperti ini rasa kesepian nya bagaimana untuk selama-lamanya? oh no itu sungguh tidak mungkin.


🌚

__ADS_1


Di kamar ze


Entah kerasukan apa Daddy Tampan itu malam ini malam untuk pertama kalinya ia membacakan dongeng untuk buah hatinya, ze begitu riang wajah berbinar-binar dan senyum manis menggemaskan tak luntur sembari tadi di wajah tampan itu.


"mau di bacakan dongeng apa pangeran ku". begitu manis bukan perkataan nya? membuat Celsi yang sengaja memata matai mereka berdua tersenyum.


"apapun asal Daddy yang baca kan". jawab nya mengedip ngedip kan matanya membuat kecupan hangat dari Axa mendarat di pipi chubby itu.


"ze sayanggggg sama Daddy sangat sangat sayanggggg". ungkapan hati ze membuat mata Axa berkaca dan segera mungkin ia memeluk tubuh kecil itu


"Daddy juga sayang sama kamu nak sampai kapan pun rasa sayang itu tidak akan pernah hilang, maaf kan Daddy yang belum bisa menjadi ayah yang sempurna untuk mu". batin Axa mengecup berulang kali wajah tampan itu.


"Daddy menangis?".


ucapan itu berhasil membuat Celsi terperanjat kaget dengan spontan masuk kedalam kamar zegraf, membuat dua pria dewasa dan kecil itu pun kaget melihat tingkah mami nya


"Celsi"


"mami"


ujar mereka serempak,


"ze,, apa ze mau tidur bareng Ama mami dan Daddy?". tanya Axa


"iya Daddy, ze sangat mau kita tidak pernah tidur sama kan". jawab nya antusias


"kalau gitu bujuk mami"


"okehh Daddy"


di dapur


Celsie yang asik membuat kan susu coklat kesukaan ze tiba tiba ide jahil muncul di benak nya.


.....


"saat nya minum susu". Celsi yang baru saja masuk ke kamar ze dengan membawa nampan berisi dua kelas susu.

__ADS_1


"ini untuk anak ku tersayang". ujar nya menyodorkan segelas susu hangat kepada ze.


"untuk ku?". kata kata Axa membuat Celsi sedikit merinding, mungkin pria itu kejedot buah kelapa makanya tingkah nya beberapa jam ini bertolak belakang dengan sifat Axa yang terkenal begitu cuek


"tuh ambil sendiri kan udah gedek". ujar Celsi seraya melirik susu di atas nakas samping tempat tidur zegraf.


dengan wajah manyun ia meraih gelas tersebut lalu meneguk nya hingga tandas


"kok aneh yaa rasa nya". batin Axa seraya mengelus tenggorokan nya.


1


2


3


ayo beraksi lahh


"huhh hahh pedas, panas huhhh airr". teriak Axa seperti cacing panas mencari air


"ini Daddy". ze menyodorkan sebotol mineral


glukkk glukkk


"pedas, pedas"


"Celsi tolong,, ini sangat pedas kau begitu kejam pada ku cel". teriak geram Axa, wajah yang putih bersih itu kini sudah memerah. Air mata pun bercucuran membuat ze menangis.


"mami Tolong Daddy". teriak ze


"mamiii". teriak ze segera berlari ke dapur untuk mengambil minum karena cel hanya melihat enggan menolong.


"ini pedas sekali cel". ujar Axa melemah,, badan nya terduduk di lantai wajah memucat dan tubuh di penuhi keringat,,


dengan cepat cel menghampiri Axa.


"a-aku tidak bisa makan pedas cel,, ini begitu menyiksa ku, apa kau ingin melihat ku mati cel". ujar Axa yang kini sudah berada di dalam pelukan Celsi.

__ADS_1


Celsi di fase panik, ia memeluk erat wajah Axa di dada nya membuat wajah tampan itu tertidur di empuk empuk surga dunia,,


"begitu nyaman, tapi aku tidak ingin seperti ini bisa bisa mati tanpa menikmati nya". batin Axa mulai melupakan pedas nya.


__ADS_2