My Heart Brother

My Heart Brother
50. kalian berdua lah yang harus pergi


__ADS_3

caffe X'smile


Di mana ia mendapat kan perlakuan hangat dari seluruh karyawan nya, sosok Gea yang tidak pernah memandang bulu ke siapapun mungkin itulah membuat Gea sangat akrab kepada seluruh karyawan nya.


seperti hari ini kedatangan Gea di sambut kerinduan, pelukan pelukan hangat menghampiri dirinya tak ada batasan dan penolakan atas apa yang mereka berikan untuk nya.


"GE,, hati hati jangan kelelahan cukup pantau saja". peringatan Diana di saat sang putri tercinta ingin ikut serta membantu koki menyiapkan makanan


"Iyaaa bunda ku sayang tenang saja,,hanya melihat kok dari sini". sahut Gea tersenyum


kalau tidak keras kepala itu bukanlah Gea, wanita hamil itu tidak mengindahkan perkataan Diana.


"jangan nona Gea! nanti ibuk tahu habis kita semua". ucap pelan pelayan wanita itu memperhatikan Gea sibuk membantu yang lain membuat minuman.


"satu ini saja,, nih mau selesai". ujar Gea santai tetap melanjutkan membuat kopi dingin nya.


"yasudah sini saya antar kan nona".


"tidak usah biar aku saja, aku mau sekalian duduk di depan". sahut nya tetap kekeh membawakan nampan berisi kopi dingin itu.


"baik lah hati hati".


"Iyah".


Gea berjalan penuh hati hati sangat menyenangkan bisa melakukan ini kembali sudah lama ia tidak melakukan hal hal yang menurut membuatnya mood nya membaik.


sambil melangkah kan kaki nya tak lupa suara indah itu bersenandung merdu membuat yang mendengar nya tersenyum.


"ini pesanan nya tuan, silahkan di minum". ujar Gea dengan ramah Seraya meletakkan minuman di hadapan pria yang sibuk dengan laptopnya


"terimakasih" jawab pria itu dengan suara berat.


srett


"su-suara itu". batin Gea


seperkian detik selanjutnya pria tersebut menatap ke arah Gea,


"ba-bara". Gea terkejut oleh pria yang duduk di hadapan nya membuat nampan yang ia pegang tadi pun terjatuh


prangg


bunyi nya memekakkan telinga membuat pusat perhatian mengarah ke mereka berdua.


lebih terkejut nya lagi Bara, pria itu tidak menyangka bahwa hari ini hari pertemuan mereka setelah jebakan iblis itu. Ingin rasa nya Bara meminta maaf karena kesalahan yang tidak ia lakukan membuat Gea begitu banyak melewati kesulitan.


Tapi apa mau di kata di saat Bara mulai menanyai nya Gea hanya menatap benci ke arah pria itu lalu pergi meninggalkan Bara yang terdiam, sungguh tak sudi bila berdekatan dengan pria menjijikkan itu tidak lebih menjijikkan nya Axa, sama saja pria berengsek.


baru beberapa langkah ia menjauh dari meja Bara jelangkung pun datang, seperti pepatah datang tak di undang pergi tak di antar seperti itulah Axa di hadapannya kini. menatap kedua laki laki itu dengan penuh kebencian membuat perut Gea mual, nah kan anak nya juga muak melihat dua laki laki bejat seperti ini.


"wow,, apa aku datang di waktu yang salah? ya iyalah Axa lihat di depan mu ada seorang ayah yang rindu kepada anak nya yang masih di dalam kandungan ibu nya". ujar Axa mulai memanas Manas kan suasana.

__ADS_1


Gea yang mengerti hanya diam tak ingin melandeni perkataan jelangkung di hadapan nya.


melihat Gea mengacuh kan nya membuat Axa tidak tinggal diam.


"apa ya respon Xean saat mengetahui bahwa anak dalam kandungan itu anak Har—"belum sempat ia menyempurnakan Kalimat nya Gea lebih dulu menyiram jas mahal yang di kenakan Axa menggunakan kopi dingin bara yang ia bawakan tadi.


Byuurr


Bara menarik sudut bibir nya merasa puas dengan reaksi Gea,


karena ini lah dulu aku kagum dengan mu Gea.


(batin bara berdecak kagum )


wajah Axa memerah padam menahan emosi nya apalagi ia melihat senyum kemenangan di wajah Bara, tapi tenang ini bukan pertanda kekalahan untuk nya.


"kurang ajar kau Gea". geram Axa mencengkal erat pergelangan tangan Gea


"hey kau lepaskan". sela Bara menepis tangan Axa dari tangan Gea.


"ohhh apa kau masih mencintainya Bara? OPS jangan di tanya Xa kau sudah lihat bukan cara dia membela perempuan itu". sahut Axa mencibir melihat tangan nya yang di tepis Bara


"pergi lah kau dari sini kau hanya pengacau". geram Bara


Axa menguatkan rahang nya. "apa? kau mengusir ku? kau lah yang pantas Pergi dari sini". tegas Axa tak kalah keras.


"cuukupppp". teriak Gea membuat kedua pria itu terhenti


"Gea ikut aku". Axa menarik lengan Gea keluar dari caffe


"lepasin! lepas !". Gea memberontak


"Axa berengsek kau menyakiti nya".


buggg


Bogeman keras mendarat di pipi Axa


"tolong! tolong ". teriak Gea meminta tolong


saat seluruh yang ada di sana ingin membantu Gea siapa sangka sekelompok anak buah Axa datang, tak sampai di situ seluruh anak buah Axa menghajar para karyawan dan pelanggan yang ingin membantu Gea.


Axa dan Bara pun saling menghajar satu sama lain tanpa ampun, bagaikan ada dendam yang belum tersampaikan oleh Bara membuat nya dengan puas hati melayang kan Bogeman Bogeman nya untuk Axa, dan Axa pria itu tidak mau kalah ia pun tak kalah kuat dan berhasil membuat Bara tersungkur. Terjadi lah pertarungan yang sengit.


dari kejauhan Diana yang baru saja kembali dari kantor Xean melihat segerombolan orang yang sedang berkelahi di depan caffe anak nya, dengan perasaan was was Diana mendekat mencari keberadaan Gea.


"dimana Gea?" tanya Diana panik kepada salah satu karyawan wanita nya.


"i-itu buk disanaa". ia menunjuk Gea di mana wanita itu sedang di tawan di dalam mobil bersama satu pria di dalam nya.


"kurang ajar, kau beritahu Xean cepatt!!".

__ADS_1


*bummm


bugg*


"kau penghianat Axa".


bumm


"kau lah yang penghianat bara kau membela nya dari pada aku kau yang membantu nya".


ucap Axa mencengkram dagu Bara yang sudah di penuhi darah.


Diana mengendap endap datang dari belakang untuk mengejutkan anak buah Axa yang berada di dalam mobil dan


Baaa.


"eh copot eh copot". ucap pria badan besar itu lattah seraya memegang jantung nya. melirik ke samping di mana Diana sudah menyiapkan satu botol semprot kecil merica yang siap ia gunakan untuk pria ini.


srut


srut


"awww panas panas perihh aaah perih". ujar pria itu


tak sampai di situ saja Diana juga memukul kepala botak nya dengan kayu alhasil membuat pria itu pinsan dan sedikit mengeluarkan darah di kepala nya.


"a-apakah dia mati Bun". ujar Gea takut


"tidak akan mati orang botak itu lama matinya, yok turun GE sebelum Axa melihat kita". tutur Diana membantu Gea turun.


sirrr


dengan senyum licik bara melempar segenggam pasir ke arah Axa dan di saat pria itu lengah lah Bara menghantam nya habis habisan.


bummm


"ini untuk jebakan mu"


bugg


"ini untuk penghianatan mu"


bugg


"ini karena telah membuat Gea benci pada ku.


entah berapa Bogeman yang melayang di tubuh Axa sehingga pria itu sudah tak sadar kan diri


"cukupp sayang sudah cukup". Dita datang melerai


Bara tersenyum saat mengetahui siapa yang datang dengan wajah penuh darah mata sayu tubuh yang sudah penuh keringat Bara tersenyum puas dan berkata

__ADS_1


"I'm the winner". setelah mengatakan itu tubuh bara ambruk seketika.


__ADS_2