My Heart Brother

My Heart Brother
94. impossible


__ADS_3

"akhh". pria itu meringis menahan sakit di bagian lengan atas nya sebab seren mempunyai tenaga cukup kuat sehingga garpu tersebut menancap tegak di lengan berotot itu.


"tom". teriak rekan nya seraya berlari menghampiri pria terluka itu.


"kau!". pria yang tak kalah berotot tersebut menepis kuat lengan seren seraya melempar tatapan membunuh ke arah seren, ia begitu terkejut tak menyangka wanita paruh baya ini berani melakukan ini tepat di hadapan nya.


seren sedikit Gentar. tapi tak menyesal bahkan rasa takut sudah tak ada di dirinya.


"ada apa ini". Jerry yang sedang menelpon tuan nya segera mengecek ke dalam kala mendengar teriakan salah satu anggota nya.


"tom!". ia menyipitkan mata menatap lengan terluka itu lalu beralih menatap wanita seperti tak ada dosa.


"obati dia, cepat!". titah Jerry dan segera di laksanakan.


"apa anda sadar apa yang telah anda perbuat?". tanya Jerry berlutut menatap wanita acak acakan di hadapan nya.


"kalian mengurung ku seperti ini memperlakukan layak nya seekor bintang, siapa yang lebih kejam ha aku atau kalian". ucap seren dengan sorot mata kebencian yang menggebu-gebu.


Jerry tersenyum mengejek lalu pergi untuk menelpon seseorang.


"ikat dia kembali jangan sampai dia bertindak seperti hewan". setelah mengatakan itu barulah ia keluar dan menutup pintu itu.


🌚


mendengar Bara akan menemui seren membuat Dita yang baru saja selesai mandi ingin ikut Untuk menemui pembunuh itu atau sebagai bos besar di mana dia di perlakukan sangat baik kala bekerja di perusahaan Pra Group.


"aku ikut ya sayang". ujar Dita manja seraya mengelus dada Bara.


"akh sayang kenapa mendesah seperti itu".

__ADS_1


"tidak, aku tidak mendesah kok"


"apa kamu mau lagi ha? apa yang tadi kurang sayang". goda bara seraya memeluk pinggang yang hanya di balut kimono mandi secara posesif.


seketika membuat Dita merona


"ihh kamu selalu saja kesana, aku.. aku mau ikut. mau melihat Tante seren". ungkap nya ragu ragu.


bara hanya diam tampak berpikir seraya tangan kekar itu bergerilya menjelajahi titik sensitif bagian atas tubuh istrinya.


"aku mau ikuthh". ucap Dita sedikit melenguh pasal nya sekarang bara sudah seperti bayi yang tak akan melepas kan tautan nya di benda kenyal itu.


sekali lagi boleh lah ya, setelah itu baru cus kesana, ini tidak bisa di elakkan junior ku sudah meronta dasar lemah. batin Bara.


saat kedua nya sudah terbuai indah nya gelombang cinta siap untuk memasuki fase selanjutnya siapa sangka telpon bara kembali berbunyi.


drrrtttr


drtttt


"akhh itu siapa sih ganggu saja".


"angkat bar, mana tau penting".


"nanti saja sayang nanggung ini udah di puncak"


drrrtttr


seperti nya si penelpon tak mau menyerah

__ADS_1


alhasil bara mengalah, dah seketika nafsu nya hilang tak melanjutkan kegiatan nya membuat Dita kecewa.


...----------------...


"hyy kenapa kau mau mengikat ku lagi ha? aku lelah aku mau seperti ini". seren meronta-ronta sekuat tenaga nya agar dua pria memakai serba hitam ini susah untuk mengikat nya kembali seperti semula.


'aihh ada pula request gaya'. salah satu dari mereka membatin.


percuma saja wanita tua itu bergerak kesana-kemari tenaga dirinya tak sebanding satu dari mereka.


hanya saja sedikit terhambat sebab kaki wanita itu aktif menendang, tangan nya asik mencakar, menjambak rambut, apalagi gigi yang masih kuat begitu aktif mendapatkan daging segar.


begitu selesai, seren sudah di posisi semula di mana tangan nya di rantai di atas kepala.


"coba saja nenek tidak menggigit pasti akan ku beri waktu untuk istirahat".


siapa sangka ucapan salah satu dari mereka di dengar oleh Jerry yang baru saja masuk untuk menyampaikan informasi dari Bara.


"hmm". seketika membuat pria cerewet itu menjadi dingin, terlihat menakutkan.


"kalian, bawa dia". ujar Jerry memberikan isyarat melalui tangan nya


kedua nya menunduk hormat segera menjalankan perintah.


"hy,, kalian mau bawa aku kemana ha? kau anak muda mau bawa aku kemana? lepas kan aku.. aku mau bebas aku mau pergi tolong lepaskan aku". triak wanita itu meronta-ronta.


"masuk!". titah Jerry menyuruh tiga anak buah nya masuk kedalam.


"tutup mata dan mulut nya agar tak merusak gendang telinga kalian, dan ya. jangan lupa borgol tangan nya". titah Jerry datar menatap tajam seren yang gamang untuk melanjutkan aksi membantah nya.

__ADS_1


'apa ini aku mau di mana? mengapa seperti ini ? a-apa ini ada hubungannya dengan kecelakaan itu? akh tidak itu tidak mungkin. anak itu tidak memiliki siapapun bagaimana mungkin dia memiliki keluarga seperti ini". seren membatin kala ia seperti sudah merasakan mobil yang ia tempati sudah membelah jalanan.


....


__ADS_2