My Heart Brother

My Heart Brother
12. pertemuan


__ADS_3

Hari begitu cepat berganti tidak terasa sebulan sudah sejak pertemuan Gea dengan seorang dokter tampan di acara dinner bersama bunda Diana waktu itu, kalau tidak salah bunda panggil dengan sebutan Bule kasep. Ehh tidak kalau gk salah teh namanya Kaynan Axa, anak dari teman Diana.


entahlah ada motif apa bunda ingin memperkenalkan ku dengannya? 


Kaynan Axa seorang pria dewasa yang memiliki tubuh tinggi tegap kekar memiliki mata dingin tetapi teduh saat memandang nya suara berat dimiliki nya mampu membuat detak jantung berpacu, sungguh berkarisma, tak jarang orang lain menganggap nya blasteran bule. Mungkin dirinya berusia sekitaran 29, wow sangat matang bukan?.


ya ampun otak mana otak apaan membayang kan pria dewasa kek gitu sungguh tidak pantas untuk gadis remaja seperti ku,,,uh sungguh tidak polos.


***


hari ini jadwal Gea bertemu dokter psikiater, sudah dua bulan ini diana membawa gea untuk bertemu psikiater tapi tanpa di sangka dokter yang membantu pemulihan gea adalah dokter Axa betapa terkejut nya Gea dan Axa saat berada di satu meja tapi tidak dengan dua wanita paruh baya itu yang tersenyum licik untuk memuluskan rencana nya.


Di rumah sakit 


"permisi" ujar gea datar tanpa ekpresi masuk ke dalam ruangan Axa 


menanggapi dengan senyum ramah dan sopan


"hyy Nona" sapa axa "duduklah" lanjutnya yang di ikuti oleh gea

__ADS_1


"apa kali ini sudah kemauan mu untuk kemari?"


hanya mendapat gelengan


melihat respon itu Axa hanya tersenyum sabar dirinya sudah biasa bertemu pasien dengan berbagai karakter, maka dari itu ini sudah biasa hanya sabar dan usaha agar gea mau menerima kehadiranya untuk membantu keluar dari kesedihan yang berkalut - kalut.


"sudah 3 kali dengan hari ini pertemuan kita, apa kamu tidak mau berbagi kesedihan itu?" tatap nya lembut seraya menunjuk di mana letak hati gea.


"kita semua memiliki kesedihan, luka, masa lalu dan seseorang yang spesial di hati dan hidup kita" 


mendengar kata seseorang yang spesial seketika membuat gadis itu mendongak menatap Axa.


ya sebenar nya dokter itu sedikit tahu penyebab gea seperti ini dari bunda Diana walau tidak banyak tetapi sedikit membantu Axa untuk membawa gea keluar dari luka masa lalunya.


beberapa saat.


"gea" panggil Axa lembut yang melihat gea hanya menatap ke arah lain dengan pandangan kosong.


beralih menatap Axa 

__ADS_1


"apa kamu tidak ingin keluar dari luka yang kamu rasakan selama ini? ceritalah apa yang menghantui mu selama ini aku janji akan membantu mu untuk keluar dari bayangan hitam itu. untuk itu ceritalah" lanjut Axa sedikit tegas membuat si empu berkaca kaca.


"a-ku tidak ada yang mau aku ceritakan dok"


Axa tersenyum


"baiklah mungkin kau lah pasien ku yang lemah penakut untuk menghadapi kenyataan dan kau lah orang ter-egois terhadap dirimu sendiri" kata kata penuh penekanan mampu membuat gea mengepalkan tangan nya karena menahan rasa sakit setiap kata dokter itu yang mengandung silet nan tajam.


"sekian untuk hari ini kamu boleh keluar" usir Dokter Axa dingin 


Gea tak bergeming dirinya mematung di tempat mencerna semua perkataan Axa


"kalau kamu masih betah disini tetap lah disini aku ingin keluar aku malas melihat seorang pengecut yang tunduk oleh lukanya". ucap Axa sembari beranjak dari kursi nyaman nya dan segera melangkah keluar meninggalkan gea yang masih setia dengan posisinya.


maafkan aku gea ini mungkin terlalu kasar tapi ini cambukan untuk mu semoga setelah ini kau paham maksudku dan berangsur terbuka akan kesedihan mu dan di saat itulah aku akan membantu dirimu sembuh lalu bisa melanjutkan kehidupan dengan bahagia.


ceklekk


"bagaimana ada perubahan nak?" tanya diana melihat axa sudah keluar

__ADS_1


menggeleng "aku sedang menghukum nya". ucap axa menatap diana. 


Diana percaya penuh oleh Axa akan kesembuhan gea jadi apapun yang di lakukan Axa pasti itu yag terbaik untuk Gea.


__ADS_2