
flashback off
Seren begitu kesal di saat plan 1 untuk melukai Gea gagal total.
"failed miserably". Seren mengetik pesan singkat untuk Seseorang di sana.
"no problem, rencana selanjutnya kita tidak boleh gagal Tan".
"hmm kamu benar, oiya ada kabar bahwa lusa Xean akan ke Indonesia, maybe to take care of his company".
"wow this is good information".
"baiklah kalau begitu aku akan menemui seminggu setelah mereka menetap di sana biar kan mereka merasakan damai nya kehidupan rumah tangga mereka ya, walau sebentar. setelah itu aku akan menyusul untuk melaksanakan kejutan ku".
"amazing, I'll be waiting for your surprise".
waktu begitu cepat berlalu sudah lima hari Xean dan Gea meninggalkan rumah utama pragupta dan seperti janji yang ia katakan kepada Axa ia akan menyusul putri tercinta nya untuk memberikan kejutan.
perjalanan yang cukup melelahkan tapi tidak bagi Seren semangat nya begitu berapi api ketidaksabaran nya itulah membuat wanita paruh baya itu tidak merasakan lelah bahkan ia langsung bertemu Axa di salah satu caffe di ruangan VIP untuk membuat rencana selanjutnya.
Tapi siapa sangka rencana di putar seratus delapan puluh derajat kala anak buah Axa menelpon memberi tahukan bahwa Xean sedang keluar rumah sendirian di saat itulah Axa dan Seren memutar otak.
"ya Tuhan dingin sekali, Axa sialan itu malah tega membiarkan ku sendiri melakukan ini huh anak kurang ajar". Seren menggigil kedinginan di bawah pohon saat menunggu mobil Gea melintas.
beberapa menit berlalu akhirnya yang di tunggu datang juga dari kejauhan terlihat silauan lampu mobil ia yakin pasti itu mobil yang di kendarai Gea.
Dapat di lihat Mobil Gea semakin dekat. Menyungging kan senyuman nya tepat di petir yang menggelegar seren berlari sekuat mungkin menyebrangi jalan agar Gea tak menabrak dirinya, tapi siapa sangka wanita tua itu terjatuh karena menyandung beberapa ranting pohon besar membuat kaki nya terluka akibat tusukan ranting menancap di betis nya.
"akhhh"
bruggg
"awww". ringis seren saat melihat kaki nya mengeluarkan darah yang banyak, tapi tak masalah rasa sakit itu mendapat kan kepuasan karena melihat mobil Gea terjatuh ke bawah sana.
Seren mendengar teriakkan Gea yang begitu ketakutan
"babayy sayang". Seren melambai kan tangan nya. "pasti setelah ini kamu tidak akan merasakan sakit lagi". lanjut wanita tua itu seraya melangkah kan kaki pincang nya menuju mobilnya.
__ADS_1
"aku harus menemui Axa Untuk memberikan informasi yang menarik ini dan setelah itu kami akan berpesta ria, hahaha". ujar Seren tertawa gila di sepanjang jalan menuju apartemen Axa karena tadi pria itu mengatakan dirinya tidak enak badan makanya tidak dapat berada di samping Seren untuk membantunya.
flashback on.
betapa terkejutnya Diana mendapatkan kabar kecelakaan Gea dari grup sosialita nya yang begitu heboh jam segini, apa mereka tidak mengenal tidur, itulah pikiran Diana tapi karena kekepoan yang begitu besar akhirnya Diana melihat dan membaca chat dari mereka semua.
deggg
Tubuh Diana seketika melemah ponsel yang ia pegang pun terjatuh di atas ranjang nya
"ge-geaaaaa". teriak Diana, tangis nya pun seketika pecah
dengan langkah gontai keluar dari kamar menuju ruang tamu dan berteriak alhasil seluruh art, sopir dan satpam berkumpul di sana.
"si-siap kan mobil cepat". titah Diana berteriak bercampur tangisan pilu
"ada apa buk? ibuk kenapa". salah satu art memberanikan diri untuk bertanya.
"Ge-gea Gea anak ku kecelakaan hiks hiks cepat bawa aku kesana". ujar Diana hampir kehilangan kesadaran nya akibat tak dapat mengontrol emosi nya.
"ya Gusti". ujar mereka semua terkejut.
"cepat pak tolong lebih cepat". titah Diana tak sabaran
"ya Allah selamatkan putri ku, aku mohon.. hanya dia yang aku punya Jangan renggut kembali orang yang aku sayangi... hiks hiks". Diana terus berdoa seraya menitik kan air matanya
dua art yang melihat nya pun ikut menangis
"ya Gusti Ngurah agung tolong selamatkan non Gea... kami sungguh tidak tega melihat ibuk seperti ini dari sekian lama nya ia bisa kembali bahagia dan merasakan cinta, tolong selamatkan mereka ya Gusti". batin art seraya mengelus punggung Diana.
jalanan yang tidak begitu macet membuat mereka bisa lebih cepat sampai di tujuan,
Diana segera turun mencari keberadaan Xean
"Xeannnn". teriak Diana yang berhasil membuat Xean mengalihkan pandangan menatap sumber suara.
"bundaa". Xean berdiri segera memeluk Diana dengan erat begitu pula dengan bunda membalas pelukan Xean tak kalah erat, tangis kedua insan itu pun seketika pecah
__ADS_1
"Bunda ge-gea Bun dia—".
"stst tatap bunda tatap". titah Diana menangkup kedua pipi Xean, dengan mata sembab dan merah Xean berani menatap mata Diana walaupun air mata nya tak henti hentinya terjun.
"bunda yakin Gea selamat dia wanita yang kuat bukan tahu itu dan kamu sayang kamu harus yakin ya nak kita harus berdoa agar Gea selamat,, okehhh". tegas Diana walaupun hati nya sama remuk nya dengan Xean.
waktu seakan begitu lama tetapi media masih dengan setia menunggu agar tidak kehilangan informasi penting ini walaupun jarak media dan TKP cukup jauh.
seperti nya dunia juga ikut bersedih akan kejadian ini Rintik-rintik hujan kecil tak ada hentinya membasahi bumi sedari dini hari hingga kini... matahari pun enggan muncul menampakkan wujudnya padahal jam sudah menunjukkan fajar.
"kenapa lama sekali Bun". ujar Xean tak sabaran.
sebelum Diana menjawab polisi telah berhasil membawa tubuh Gea yang sudah tak sadar kan diri naik ke atas untuk memasukkan korban ke mobil ambulance yang sudah di siapkan
melihat itu buru buru Xean menghampiri nya dan ikut masuk ke dalam ambulance di susul Diana
betapa pilu nya saat ia memandangi wajah dan tubuh Gea di penuhi darah sampai - sampai ia tak dapat melihat jelas wajah cantik itu, perut? ya Xean dapat merasakan masih ada tendangan kecil di sana setidaknya ada secercah harapan.
"sayang...Gea bangun lah ayo bertahan sayang". ujar Xean mengenggam tangan Gea seraya mengecup nya berulang kali.
Di sisi lain
Pukul 9 di London
selisih waktu antara London dan Indonesia sekitar 6 jam.
Alison yang baru saja pulang dari kantor hampir terkena serangan jantung akibat kabar yang ia dapatkan dari Richard.
"siap kan penerbangan card aku ingin segera menemui kedua anak ku". ujar Al memijit pelipisnya, kepala nya begitu pusing.
dengan cepat card melaksanakan perintah dari Alison, butuh waktu kurang lebih setengah jam card sudah dapat mengatur penerbangan mereka menuju Indonesia yaitu menggunakan pesawat pribadi milik Alison pragupta.
Di saat Al ingin memasuki pesawat ponsel nya bergetar pertanda ada panggilan masuk.
"hallo pa". ujar Xean dengan suara tercekat menahan sesak di dada nya
"hallo Xe, Xe bagaimana Gea nak? Gea di mana sekarang Xe".
__ADS_1
"ge-gea pa Gea kritis pa, papa kemari lah kami di rumah sakit kami butuh papa". lirih Xean membuat air mata Alison menetes.
"iya Xe ini papa mau kesana tunggu papa jaga Gea dan cucu papa". kata kata terakhir sebelum Alison memutuskan telpon nya.