My Heart Brother

My Heart Brother
54. Kebenaran


__ADS_3

Diana yang baru saja kembali dari dapur untuk mengambil minum tak sengaja menyenggol bingkai foto yang ada di atas nakas nya saat ingin meletakkan botol minum nya.


Prang


bingkai Foto itu terjatuh pecah hingga tak berbentuk.


Degg


Tiba tiba perasaan diana tidak enak mengenai Gea putrinya. Walaupun Diana ibu ibu modern tetapi ia masih mempercayai hal hal kolot seperti ada pertanda bahaya di saat foto seseorang terjatuh, seperti saat ini ia yakin bahwa Gea tidak baik-baik saja.


Dengan detak jantung berpacu ia beralih menatap ponsel nya untuk segera menghubungi Gea.


.


.


.


Di Seberang


Pria yang bisa di katakan sudah kehilangan kesadaran nya itu sedang berpesta foya di dalam apartemen nya di temani beberapa wanita yang ia sewa untuk merayakan kemenangan nya.


"Hahaha ayo sayang mari kita berpesta". teriak Axa bersulang.


"cheers". sahut mereka semua memegangi gelas nya masing-masing.


"apa yang membuat kamu bahagia sekali hari ini Xa-yang". ujar salah satu wanita yang menggelayut manja di dada Axa


"akhh jangan memancing ku sayang kalau tidak kau akan kesakitan seperti dia hampir saja tewas". Axa mengingat kejadian Dimana dirinya bermain asmara penuh kekejaman bersama Gea.


perempuan itu hanya tersenyum sinis kala mendengar ucapan Axa.


"karena aku lagi bahagia maka aku akan bermain sedikit pelan". Axa meneguk wine nya entah ini gelas keberapa.


"aku tahu kebahagian mu pasti ada hubungannya dengan yang nama nya ge-gea". siapa sangka ucapan wanita itu berhasil membuat wajah tersenyum Axa menjadi berubah seperti monster saat di sebut kan makanan nya.


"untuk apa kau menyebutkan nama nya ha?". (Axa mencengkram erat dagu wanita yang bertanya itu.)


"dia telah mati aku telah membuat nya menyesal karena telah mengkhianati ku, kau mau tahu bagaimana cara aku membalas kan dendam ku pada wanita itu, Gea?". (Axa menatap tajam ke arah wanita itu yang kini sudah ia tindih).


di jawab anggukan, bukan wanita itu saja yang penasaran melainkan seluruh wanita yang ada di sana mereka mengalihkan pandangannya menatap pria tampan itu.


"yaitu melalui wanita tua yang bodoh yang lebih percaya perkataan orang asing melainkan anak kandung nya sendiri, ha-ha-ha. Bodoh bukan? karena itulah aku memanfaatkan dirinya untuk membalas kan rasa sakit hati ku. ha-ha-ha dan lebih bodoh nya dia percaya bahwa bayi yang di kandung Gea adalah bayi haram padahal sebenarnya itu adalah darah daging Xean pragupta penerus pragupta, betapa tega seorang nenek ingin membunuh darah daging nya penerus pragupta".


betapa syok mereka semua terkejut akan pengakuan Axa ada yang iba ada yang menertawakan kebodohan keluarga pragupta.


"hahaha". ketawa Axa menggelar di ruangan itu sangat menakutkan.

__ADS_1


"dan kalian tahu fakta yang membuat nyonya besar pragupta benci terhadap Putri angkat nya? ya aku, aku lah penyebab nya aku lah yang menjebaknya. sungguh malang bukan nasib perempuan penghianat itu" Tidak sadar Axa mengakui seluruh kesalahan nya.


di balik lemari hias ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka sedari tadi


degg


kaki nya melemah betapa syok Seren saat mengetahui siapa dalang dari semua ini, air mata penyesalan terus menetes betapa jahat nya ia kepada anak dan cucu nya.


dengan emosi menggebu-gebu seren berjalan menuju Axa dengan langkah besar nya.


plakkk


Seren menampar keras pipi Axa saat sedang berdansa bersama para wanita seksi hampir tak memakai apapun di tubuhnya itu.


"hyy nyonya Seren ada apa ini? kenapa anda menampar ku ha?"


plakkk


"cihh, dasar penghianat kau bertanya kenapa ha?". Seren meludahi wajah Axa membuat rahang pria itu mengeras


"hyy jangan kurang ajar ya". emosi Axa memuncak


"kau lah yang kurang ajar kau membohongi ku Axa kau brengsek penghianat tega sekali kau menipu ha".


"owhh jadi anda sudah mendengar semuaa nya perkataan ku nyonya? bagaimana, pintar bukan ? yaiyalah Axa kaynan memang lah sangat licik". ucapan Axa penuh kebanggaan.


"hahaha, hy wanita tua kau sadar apa yang kau katakan ha? kau lah yang bodoh kau yang menemui ku kau yang mengajak ku bekerja sama untuk melukai nya dan sekarang kau menyalahkan ku". suara Axa meninggi menatap tajam Seren.


kala Seren ingin melayang kan tangan nya kembali dengan cepat Axa menangkap tangan lemah itu lalu meremas nya.


"sudah cukup tangan busuk mu ini menempel di pipi ku". Axa menghempas tangan Seren dengan kasar.


"enyah lah dari hadapan ku sekarang". bentak Axa keras. "pergi selamat kan menantu Mu OPS maksud ku Putri mu- kalau masih hidup". ucap Axa senyum mengejek


"atau kau ingin menjadi salah satu dari mereka untuk melayani ku disini nyonya?". tawar Axa seraya meremas empat gundukan kenyal di samping kiri dan kanan nya secara bergantian


"dasar menjijikkan". ujar Seren segera meninggalkan tempat bernuansa neraka itu.


di sepanjang jalan Seren tak henti-hentinya merutuki kesalahan nya betapa berdosa nya ia selama ini telah melakukan kesalahan terhadap gadis tak berdosa itu dan cucu ku di-dia apa mau memaafkan diriku yang tega ingin membunuh nya bahkan sebelum melihat keindahan dunia ini.


air mata penyesalan mungkin tidak ada guna nya lagi, dengan kecepatan penuh Seren mengendarai mobil nya menuju tempat yang membuat Gea mengalami kecelakaan.


"akhhh Seren bodoh kau jahat sereennnnn". triakkk Seren menjambak Jambak rambut nya sendiri untuk melampiaskan kekesalan nya.


...****************...


pukul empat pagi tanpa lelah tiada tidur sembari tadi Xean terus mencari keberadaan istrinya, tak hentinya ia berdoa untuk keselamatan calon buah hati dan Gea.

__ADS_1


"sayang kamu di mana?". lirih Xean menitik kan air matanya seraya terus menekan nomor ponsel Gea.


my wife ❤️


"akhhh kenapa tiba-tiba tidak aktif,, ya tuhan di mana istri ku sekarang... aku mohon jaga mereka aku tidak bisa hidup tanpa mereka, harus kemana aku mencari mu sayang".


dari kejauhan Xean melihat Betapa padat nya jalanan, apa ada kecelakaan atau perbaikan jalan dini hari seperti ini?, pikir nya.


"pakk". panggil Xean saat ada seorang bapak-bapak berlarian melewati mobil nya


bapak itu menghentikan langkahnya"iya mas?".


"ada apa ya di depan ? kok macet banget? tumben". tanya Xean ada perasaan was was di hati nya


"ituh mas ada mobil kecelakaan masuk ke sungai, kalau tidak salah wanita hamil".


degg


Xean melemah tak terasa buliran bening terjun dari pipi mulus nya.


"geaaaaaa". teriak Xean segera berlarian sekuat tenaga.


"geaaaa mana istri ku manaaa". teriak Xean penuh isakan menghampiri kejadian itu


brukk


Xean terjatuh tepat di depan polisi, baju yang berantakan dan kotor itu tidak ia perduli kan


"mana istri ku mana dia". tanya Xean kepada polisi itu.


"masih di bawah pak pintu mobil nya rusak sehingga sangat sulit membuka pintu nya". sahut nya


"geaaa tunggu mas sayang" ucap Xean ingin melewati pembatas polisi untuk menerobos masuk menyelamatkan istrinya.


"pak Jangan itu berbahaya biar kan kami yang menjalankan tugas". polisi itu menahan lengan Xean agar tidak membahayakan kondisi nya.


"lepas kan aku ingin menemui istri ku dia hamil pak dia hamil anak pertama kami aku tidak bisa hidup tanpa nya..dia segala-galanya bagi ku". Xean terduduk di rerumputan basah akibat hujan.


tangisan Xean pecah tak ada malu untuk memperlihatkan kesedihan nya, doa doa terus ia lontarkan


"tuan Xean ini barang barang korban yang kami temukan". salah satu polisi menyerahkan tas bewarna hitam milik Gea.


Xean menerima tas itu lalu segera ia membuka nya, betapa terkejutnya Xean melihat foto pernikahan mereka di dalam dompet milik Gea.


"geaaaaaa,, hiks hiks ya tuhan tolong selamatkan anak dan istri ku aku mohon hanya kepada engkau aku meminta tiada tuhan selain engkau ya Allah mereka kehidupan ku mereka dunia ku selamat kan mereka". lirih Xean memeluk foto pernikahan mereka


suasana begitu haru semua orang dapat melihat ketulusan cinta yang Xean punya untuk Gea.

__ADS_1


seluruh media sudah ada di TKP tersebut berita mengenai kecelakaan keluarga pragupta seketika trending di kala masyarakat tak banyak orang yang peduli atau sekedar kepo untuk datang menghampiri Xean entah memberikan semangat atau selamat.


__ADS_2