
Undangan pernikahan Axa kaynan dengan Gea zhulaikha sudah tersebar luas tanpa pengetahuan Gea entah ada motif apa Axa melakukan ini tanpa meminta pendapat dari yang bersangkutan terlebih dahulu.
mungkin ini akan menjadi kejutan yang tak kan terlupa kan, pikir Axa.
Axa semakin bersemangat menjalani hari-hari nya
walau beberapa minggu ini sang pujaan jarang ada waktu untuk nya, tapi tak masalah toh bentar lagi gea akan menjadi milik ku seutuh nya.
Kata-kata itulah yang selalu menjadi penguat nya di kala galau
Beda dengan axa yang sibuk memikir kan pernikahan nya Gea malah sibuk memikir kan hal-hal yang bisa membuat ingatan Xean kembali.
Seperti hari ini Xean layak nya orang ngidam pukul 6 pagi ia terbangun karena mengingin kan mie pasta yang hanya buatan dari koki caffe the smile, mengambil ponsel nya seraya mengetik kan pesan kepada anak buah nya.
"riko tolong belikan saya mie pasta di caffe Smile, saya tunggu segera"
send
tling
di seberang
pria bertubuh kekar sedang menikmati indah nya alam mimpi
untung saja pria itu berbeda dengan para pria pada umumnya ia sangat peka terhadap suatu bunyi, sepulas apapun tidur nya dia akan bangun segera, mungkin karena keunikan itu ia menjadi pengawal yang selalu bisa di andal kan oleh Xean.
"baik bos".
send
***
Udara di pagi ini sangat sejuk, matahari yang masih malu-malu untuk menampakkan dirinya membuat semua yang joging di taman merasa sangat menikmati suasana itu.
walaupun hari ini hari kamis tapi itu tidak berpengaruh banyak nya orang yang berjoging di taman ini, di taman ini pun sudah di sedia kan beberapa fasilitas gym walaupun sangat sederhana.
Gea gadis itu sedang beristirahat seraya meneguk minum nya, kini pandangan menangkap seorang pria yang bermondar mandir seperti kebingungan, melangkah kan kaki nya berjalan menuju pria tersebut
"permisi" tegur nya
"eh non gea" jawab nya seraya membungkuk kan badan nya
"anda kenapa? dan kenapa pagi pagi gini sudah ada di caffe yang belum buka?"
"anu nona tuan Xean pagi ini meminta mie pasta sedangkan caffe belum di buka, bisa-bisa di amuk saya sampai rumah" ujar nya sedikit linglung mungkin akibat baru bangun langsung kesini.
di meja makan Xean dan piring nya telah menunggu kedatangan anak buah nya, Riko.
__ADS_1
"huff lama sekali apakah jauh caffe itu" keluh Xean sudah tak sabaran
mengalih kan pandangan nya kepada ponsel melihat lihat foto foto Gea saat menjadi model saat di bali beberapa minggu yang lalu
ada rasa bangga dan kesal bersamaan saat Gea menjadi model, kesal karena pesona dan keindahan tubuh nya dapat di lihat orang lain sungguh dirinya sangat tidak ikhlas di saat ada orang menatap tubuh nya dengan dalam
tubuh itu kecantikan nya lekuk yang memabukkan itu semua dari atas sampai bawah adalah milik ku hanya aku yang boleh menikmati nya, Hati Xean kesal
tuann
tuann
tuannnn
teriak anak buah nya yang langsung membuat Xean sadar dari pikiran mesum nya terhadap Gea
mengerjab kan mata nya berkali kali saat melihat siapa yang ada di hadapanya
"apakah ini nyata atau masih hayalan? " tanya Xean yang menyadari keberadaan kedua orang itu
"khayalan" jawab Gea cekikikan
"ehh kok bisa jawab"
seketika xean sadar seraya menggaruk tengkuk nya dengan cengengesan
dua insan itu berperang dengan peralatan dapur unntuk membuat mie pasta
"hati hati ge pisau nya tajam" ucap Xean memperingati Gea saat memotong sosis
"ho'oh"
kalau aku kerjain mas Xean kek nya bakal seru deh
"hyy jangan bermenung nanti bukanya sosis yang terpotong melainkan kan tangan mu"
Xean yang tengah sibuk merebus mie di kejut kejutkan dengan ringisan Gea
awwww
"ada apa?" tanya Xean panik melihat wajah Gea kesakitan
"nah kan sudah mas katakan hati hati, tunggu sebentar" lanjut Xean saat melihat jari telunjuk Gea berdarah
"makanya lain kali kalau di bilangin itu dengerin liat kan buktinya bukan sosis aja yang terpotong jari pun ikut terpotong" omel Xean sepanjang jalan saat mencari perban
"aku melihat nya" lanjut Xean melihat gea mengikuti gerak mulut nya seperti anak kecil melawan di omongin mamak nya.
__ADS_1
"sini" tita Xean mulai mengobati tangan Gea
pletakkk
satu jentikan mendarat tepat di dahi Gea membuah gadis itu meringis
"kau membohongi ku" ujar Xean kesal
"ini saus campur kecap bukan darah dasar anak kecil bisa-bisa nya mengerjai ku" umpat Xean kesal
tapi di balik itu ia sedikit lega karena tangan Gea benar- benar tak terluka
"perajuk- kata papa kalau merajuk rambut nya botak" ucap gea mendapat kan tatapan kesal dari Xean
"sini-sini peluk" ucap Gea seraya memeluk Xean yang tengah kesal
"maaf mas ku tersayang aku hanya ingin melihat kekesalan mu sudah lama aku tidak melihat ekspresi itu" lanjut nya cengengesan yang betah memeluk tubuh kekar itu
Xean pun membalas pelukan itu mereka berdua terlarut dalam pelukan nan nyaman itu,
perlahan-lahan Xean memegang dagu gea agar wanita itu menatap diri nya tatapan yang dalam sangat sulit di artikan dari kedua nya, tangan Xean mulai memegang tengkuk gea dan gadis itu pun berhasil mengalungi tangan nya di leher xean
perlahan tapi pasti bibir Xean mulai mendekat dengan bibir merah delima itu, yang awal nya hanya kecupan semakin lama semakin menuntut semula tak ada balasan kini berhasil mendapat balasan yang sepadan, seperti nya Xean Sangat lihai dalam permainan membuat Gea pun ikut terhanyut dalam belaian nya. Tangan kekar itu mulai berkelana memutari dua gundukan yang menantang di hadapannya
akhh
satu des**an lolos dari mulut indah itu
suara sangat seksi di telinga Xean membuat yang di bawah sudah sigap menerima tempuran selanjut nya
dan di saat tangan Xean masuk dalam baju gea-
tittt titt
suara panci perebus mie berbunyi membuat dua insan itu mengentikan aksinya
huh huh
suara ngos-ngosan dua insan yang menahan gejolak asmara yang terhenti
segera Xean berlari untuk mematikan kompor
"apa ingin di lanjut kan?" tanya Xean membuat pipi Gea memerah
"yok la-lanjut buat mie nya" ujar Gea mengalih kan topik, dirinya sangat malu atas kejadia ini tapi apa mau di kata sudah terjadi juga kan ,
sabar ya dek mungkin belom rejeki besok kita cari kesempatan lagi ya
__ADS_1
batin Xean menatap dede nya dengan iba yang sudan on sejak tadi