
Xean sembari tadi seperti setrikaan panas yang bermondar mandir menunggu dokter keluar untuk menanyakan keadaan istrinya.
ya Tuhan tolong selamatkan Gea ku, aku mohon.
"Xean". panggil Diana yang baru saja kembali dari rumah
Xean mengalihkan pandangannya menatap Diana yang menenteng sebuah tas berisi baju bersih untuk menantu nya dan makanan rumahan untuk sarapan mereka.
"ini". bunda menyodorkan tas berisi pakaian tersebut ke arah Xean.
"dah sana ganti pakaian dulu". ujar Diana.
"tapi bun—". sahut Xean yang tak ingin meninggalkan ruangan itu Walau selangkah pun.
"tenang, ada bunda disini.. kamu harus ganti pakaian dulu , bersih-bersih agar lebih tenang nantinya". sela Diana memberi pengertian.
ada benar nya apa yang di katakan Diana, Xean pun mengangguk lemah dan seraya menuju toilet untuk membersihkan tubuh nya.
.
.
.
Beberapa jam sudah berlalu. Keluar lah dokter yang di tunggu tunggu.
ceklekk
"dok,, bagaimana keadaan istri saya dok? apa dia baik-baik saja? anak saya dok bayi saya bagaimana? apa mereka sehat?dan se-". pertanyaan yang berbondong-bondong Xean lontar Kan untuk dokter tersebut.
belum sempat Xean melanjutkan kalimatnya dania menyela pembicaraan mereka.
"Xean,,, bersabar lah biar kan dokter dulu memberikan penjelasan tentang keadaan Gea". sela Diana mengelus bahu Xean dengan lembut.
"maaf dokter". ujar nya sedikit menyesal
__ADS_1
dokter hanya tersenyum menanggapi perkataan Xean ia tahu betul dan paham akan posisi pria itu saat ini.
"begini tuan dan nyonya,, saat ini kondisi pasien koma karena begitu banyak kekurangan darah akibat benturan keras di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh seperti lengan sebelah kanan dan kedua kaki korban mengalami patah tulang ". jelas dokter membuat dua insan di hadapan nya itu begitu syok Terutama kaki Xean tak dapat berdiri tegak dengan sempurna.
deggg
"a-apa dok?". Xean sedikit memundurkan langkahnya. "apa itu bisa segera pulih dok?" tanya Xean menatap dokter tersebut dengan mata berkaca-kaca.
"xeann". bentak Diana kesal, hati nya begitu terhenyak saat mendengar pertanyaan Xean. Bagaimana bisa Xean bertanya tentang kepulihan patah tulang nya sedangkan Gea saja belum sadar dari koma nya saat ini.
"maaf Bun..". Xean menatap lirih Diana. "ta-tapi bagaimana cara xe memberi tahu tentang ini kepada Gea Bun". lanjut
" kemungkinan peluang untuk berjalan normal kembali itu hanya sedikit". jawab dokter tersebut.
berselang beberapa menit saat mereka bertiga membahas keadaan Gea keluar lah dokter kandungan dari ruangan Dimana kini Gea sedang terbaring tak sadar kan diri
"permisi semua nya" sela dokter tersebut dengan raut wajah panik.
"ada apa dokter?"
"sepertinya kita harus menyiapkan ruangan operasi untuk menyelamatkan nyawa bayi di dalam kandungan pasien dok, sebab salah satu di antara bayi tersebut detak jantung nya sudah melemah". jelas dokter cantik itu
"benar tuan".
"tolong selamatkan mereka semua dok saya mohon tolong selamatkan istri dan bayi ku"
"Iya tuan kami akan melakukan semaksimal mungkin untuk pasien, tapi kami butuh persetujuan kepada pihak keluarga terutama suami pasien untuk bersedia menandatangani formulir ini sebagai tanda persetujuan". lanjut nya menatap harap ke arah Diana dan Xean.
dengan cepat Xean merampas nya dan segera menandatangani nya.
"sus segera siap kan ruang operasi". titah dokter cantik tersebut.
.
.
__ADS_1
air mata Xean terus terjun tak dapat di tahan saat melihat wajah pucat pasi Gea yang terbaring tak sadar kan diri di atas brankar nya, di sepanjang jalan menuju ruangan operasi tak henti nya Xean menatap wajah yang sudah tak ada senyuman manis di wajah nya lagi, mengenggam erat tangan lemah itu tanpa ingin melepaskan nya.
"maaf tuan sebaiknya menunggu di luar". ujar suster yang menahan Xean agar segera melepaskan tautan tangan mereka.
...----------------...
ceklekk
Xean langsung menghampiri dokter cantik itu saat mendengar pintu ruangan terbuka
"bagaimana dokter?" tanya Xean tak sabaran
dokter membuka masker nya terlebih dahulu
"keadaan pasien sangat menghawatirkan, saya minta maaf harus menyampaikan ini tapi percayalah saya sudah berusaha untuk menyelamatkan kedua nya tapi—".
"tapi apa dokter?"
"tapi hanya bisa menyelamatkan salah satu di antara mereka".
degg
sesak rasanya detak jantung Xean berhenti sejenak kala mendengar ucapan itu
"pilihan macam apa ini hah?" bentak Xean kesal pilihan yang masuk akal
"kita tidak punya waktu tuan anda harus memilih di antara mereka mau menyelematkan istri atau bayi anda?"
"Xean tolong selamatkan putri ku". gumam Diana di samping Xean.
ya Tuhan pilihan apa ini? kejahatan apa yang aku lakukan sehingga aku mendapat kan pilihan seperti ini, sayang Daddy anak Daddy yang paling Daddy cintai maaf kan Daddy yang begitu jahat karena lebih memilih mommy kalian daripada kalian sayang, maaf kan Daddy. batin Xean seraya menitik kan air matanya
"selamat kan istri saya dok". ujar Xean pelan menatap dokter tersebut.
setelah itu Xean terduduk lemas di kursi tunggu yang di ikuti Diana.
__ADS_1
"makasih Xean,,, percaya lah yang maha kuasa tak akan sia-sia". ujar Diana mengelus lengan Xean
hanya anggukkan kepala sebagai jawaban