My Heart Brother

My Heart Brother
30. ini menyiksa ku gea


__ADS_3

H-3 pernikahan


sudah empat hari Gea di rumah saja hal itu tentunya sangat membosankan bagi wanita yang selalu melakukan kegiatan di luar rumah.


Sudah berbagai macam cara ia lakukan agar tidak bosan dengan menonton drama Korea kesukaan nya, membaca novel hingga tamat, maskeran, luluran. Tapi itu semua tidak bisa menghilangkan rasa jenuh nya selama berhari hari ini.


dengan alasan di pingit.


Tradisi pingitan atau dipingit merupakan salah satu tradisi yang masih berlangsung di sebagian wilayah di Indonesia. Selama menjalani masa pingitan, calon pengantin wanita tak diperbolehkan untuk keluar rumah atau bertemu orang lain bahkan calon pengantin prianya.


Dalam masa pingitan tersebut juga menjadi waktu untuk melatih diri dan merawat diri sebelum resmi menjadi istri.


hufff


jujur saja rasanya ia ingin melompat dari lantai dua untuk segera kabur agar segera menyusul Xean ke Landon karena tiba-tiba papa drop membuat hati wanita itu terenyuh mendengar nya


tlingg


ponsel Gea berbunyi pertanda ada pesan masuk


"mas akan segera pulang papa sudah baik baik saja"


mendapatkan kabari itu membuat senyum Gea merekah


"Alhamdulillah aku senang mendengar papa sudah baik baik saja, Iyah mas hati hati kalau sudah sampai kabari ya". (send)


"seperti nya tidak langsung pulang karena malam ini ada pesta pernikahan salah satu klien di hotel raja".


"owhh okeh". (send)


Di hotel


semua tamu yang hadir harus menggunakan topeng termasuk Xean yang mendapat kan topeng bewarna gold semakin menambah kesan misterius di balik wajah tampan itu


diam diam sembari tadi seorang gadis selalu memantau gerak gerik Xean pragupta

__ADS_1


Xean yang sudah kelelahan tidak terlalu merasakan ada yang tidak aman disini merasakan pusing di bagian kepala nya membuat pria itu meminta satu jus lemon


"mas"


suara lembut itu berhasil membuat Xean sadar


"Gea"


"mas kenapa?"


"bawa aku pulang kepala ku sakit"


dengan sabar Gea menopang tubuh berat Xean ke mobil nya, saat di lorong-lorong hotel nan sepi itu Gea selalu mengajak Xean bercerita


"gee" panggil Xean yang merasa kan ada yang aneh dengan tubuh nya


si empu melirik ke arah Xean yang keringat nya sudah bercucuran di dahinya


"ayo kita ke rumah sakit dulu mas" ajak Gea panik


"hah kamar?"


"cepat pesan kan aku kamar". titah nya ia merasa tubuh nya mulai panas


deru nafas tersengal-sengal seperti setelah berlari lari mengelilingi lapangan beberapa putaran, kepala mulai berat pandangan mulai kabur


di kamar di hotel raja tersebut


"sial kenapa panas sekali sangat panas akhh" kesal Xean


padahal Gea sudah menyala kan AC dengan suhu terdingin tapi itu tidak berguna bagi Xean


"geehh" ucap Xean sensual pandangan nya seperti orang kehilangan akal


"panas huff aku tidak tahan" lanjut nya seraya buka beberapa kancing kemeja nya

__ADS_1


kini tinggallah celana boxer tok yang melekat di tubuh Xean


menarik pinggang Gea, membelai wajah cantik itu


semakin dekat semakin rapat deru nafas yang sudah tak stabil, rasa panas di tubuh itu semakin bergejolak entah apa yang di lakukan Xean kali ini sadar atau tidak dirinya memperlakukan Gea layak nya teman ranjang malam ini sudah berapa kali gadis itu memukul Xean membuat pria di hadapannya sadar


"mas ada apa dengan mu sadar lah mas" teriak Gea menjauh dari Xean ia takut dengan Xean yang sudah mulai menuntut lebih dari apa yang ia lakukan


"ge tolong aku, mas bisa mati ge kalau ini tidak tersalurkan dengan cepat, dia menyiksa ku rasa ini sangat menyiksaku GE aku tidak bisa menahan nya". gumam pelan Xean lirih yang masih terdengar oleh Gea


Di saat Xean berusaha menahan dengan cara ingin berjalan menjauh dari Gea menuju kamar mandi untuk berendam air dingin agar dirinya bisa sedikit lebih tenang, tiba tiba Xean di kejut kan dengan tangan kecil melingkar di perut nya


senyum merekah, berbalik menatap wanita di belakang nya


"Gee?" tanya Xean


di jawab anggukan lembut.


entah apa yang merasuki jiwa Gea malam ini entah dalam keadaan sadar atau tidak ia rela menyerahkan diri nya untuk Xean malam ini tanpa memikirkan pernikahan nya dengan Axa


wisss saat mendapat persetujuan itu Xean tak menunggu lama lagi ia langsung saja menggendong Gea ala bridal style menuju atas ranjang.


sebisa mungkin Xean bermain kembut ia tak ingin wanita yang ia cintai merasakan sedikit pun


sentuhan demi sentuhan lembut dengan alunan melodi membuat mereka lupa akan dunia di luar


Tek


Xean mematikan sebagian lampu kamar saja agar tetap dapat melihat wajah cantik gadis yang ia tindih


musik musik indah yang keluar dari satu mulut ke mulut yang lain nya menambah kesan kesempurnaan api asmara penuh gejolak malam ini


keringat keringat bercucuran sebagai bukti keras nya perjuangan hingga menuju ******* yang memuaskan


hari ini malam ini di kamar ini menjadi bukti untuk Xean Dan Gea bahwa mereka sudah memiliki ikatan yang tidak dapat di pisahkan lagi

__ADS_1


__ADS_2