
di meja makan minimalis modern empat kursi itu zevilsya begitu lahap memakan nasi goreng cumi saus pedas masakan sang mommy, eh ralat yaitu masakan leo tampan.
"it's so delicious mommy". puji ze begitu lahap memakan hidangan di hadapan nya.
pipi Xena memerah ia begitu malu pasal nya ini bukan masakan nya melainkan kekasih nya yang kini kabur tak tahu kemana,
'kamu di mana sayang? huwaa maaf kan aku makanan nya habis sebelum kamu mencicipi nya'. batin Xena memelas menatap dapur nya yang berantakan.
"Xena". panggil xean, ia melihat wanita di hadapan nya berwajah masam dengan pikiran menerawang
"iya sayang". ujar Xena spontan membuat kedua orang tamu nya menikmati hidangan tersedak mendengar kata manis keluar dari bibir seksi Xena.
seketika Xena melotot lantas sadar apa yang baru saja ia katakan. "opss, so-sorry sir". Xena memukul pelan bibir nya berulangkali merutuki di dalam hati kesalahan sangat memalukan ini.
huwaa rasanya ia ingin segera menghilang dari hadapan mereka berdua.
"sayang, MMM manis nya mommy memanggil Daddy, sayang. Daddy sayang". ucap ze lucu menirukan suara sang mommy membuat si empu bersemu merah
"ze". ujar Xean mencubit gemas pipi gembul anak nya
"iyah sayang". jawab ze cadel.
"su-sudah sudah ayo makan setelah itu pulang ini sudah larut". ucap Xena secara tidak langsung mengusir kedua tamu tak di undang itu secara halus, membuat bocah kecil itu seketika murung niat baik nya tak di restui maha kuasa hari ini.
__ADS_1
"iya mommy benar, Daddy cepat makan biar Daddy segera pulang aku dan mommy mau segera tidur hari ini begitu lelah kan mom". ujar ze antuasias toh yang di Kalimat itu tidak ada nama ze harus segera pulang.
membuat kedua orang dewasa itu melongo tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"kamu begitu tega mengusir Daddy sayang?".
"kau sudah besar, masak laki laki dewasa seperti mu tidak berani pulang sendiri". celetuk Xena
yah sudah tak ada yang memihak diri nya lagi, harus pakai cara apa supaya dirinya tetap bermalam disini. seketika ide picik muncul di otak pria tampan itu.
"entah kenapa kepala Daddy merasa pusing sejak tadi ze". ucap Xean memegangi kepala dengan wajah di buat buat seolah merasakan sakit.
"kenapa Daddy? di bagian mana?". ze langsung berdiri turun dari bangku nya segera mendekati xean lalu mengelus pelan kepala Daddy nya
"kalau seperti ini Daddy tidak boleh pulang nanti Daddy kenapa kenapa, ze GK mau Daddy sakit".
tak licik tak xean pragupta, itulah batin xean
"mommy biar kan Daddy ikut bobok di sini ya?". pinta ze memelas mau tak mau Xena mengangguk sambil memaksa senyum nya.
tlingg
Xean mengedipkan sebelah matanya membuat Xena melempar buah pisang ke arah pria menjengkelkan itu, alhasil mengenai dahi nya.
__ADS_1
"awww". ringis xean, padahal tidak begitu sakit hanya saja pria itu lebay nya kebangetan
"eehh sorry sorry aku sengaja, e maksud nya tidak sengaja". ucap Xena sungguh sungguh Seraya ze menatap nya, tapi kala perhatian ze beralih ke arah sang Daddy membuat Xena mencibir meledek ke arah Xean
rasain Lo.
"sakit Dad?". tanya ze berkaca-kaca seraya mengelus dahi Xean yang sedikit merah, ya bagaimana tak merah kulit nya begitu putih sehingga sedikit saja mengenai sesuatu pasti akan berjejak.
"iyaa sayang, ini begitu sakit rasa nya ini bengkak deh". ucap xe mengiba iba kan zevilsya.
"kamar tamu di mana mommy?". tanya ze
"itu sayang". Xena menunjuk kamar yang ada di sebelah kamar utama.
"yasudah ze mau tidur dulu,, mommy ze minta tolong rawat Daddy ya malam ini pasti Daddy akan kesusahan tidur kalau kepala nya sakit seperti ini". ucap ze membuat perasaan xean meninggi setinggi awan.
'ya ampun ze mau aja kamu di bohongin Daddy kamu ya nak'.
"mommy mau tidur Ama ze malam ini, mommy kangen banget".
"please mommy, just this time". pinta ze memelas seraya mengecup pipi lembut Xena.
begitu kesal sangat kesal entah apa yang merasuki Xena ia melempar kembali dua pisang yang kedua nya tepat mengenai sasaran.
__ADS_1
"awww, xenaaa". teriak kesal Xean.
membuat ze cekikikan pasal nya ia tahu otak licik Daddy nya, tapi demi mommy dan Daddy ze rela tidur di kamar tamu sendiri malam ini walaupun ia sedikit takut.