
pergulatan memang sangat menguras tenaga membuat bumil yang sembari tadi tidak dapat tertidur karena ia merasakan lapar, tapi tidak mungkin membangun kan sang suami yang sudah tertidur pulas lagian jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
Menggerak-gerakkan tangan dan tubuh nya agar mendapatkan posisi yang nyaman di pelukan Xean, tapi siapa sangka kegelisahan Gea berhasil membuat di empu yang tertidur pulas pun terbangun karena merasa terganggu.
"ada apa sayang?.. kenapa belum tidur juga?". tanya Xean mengerjab ngerjab kan mata nya yang sulit di buka.
"lapar". sahut Gea dengan raut wajah takut serta berkaca-kaca.
tersenyum lembut
"baiklah nyonya mau makan apa biar suami Tampan mu ini yang membuat kan". ucap Xean penuh semangat
tersenyum kecil ".mau mie ayam jamur saus keju". ucap Gea penuh semangat serta membayangkan betapa lezat nya makanan itu.
"hah?" ujar Xean terkejut tanpa berkedip menatap sang istri, melirik jam yang ada di atas nakas nya
"tapi ini sudah jam dua apa yakin masih ada ?" tanya Xean hati hati takut membuat Gea merajuk lagi pada nya.
mendengar itu pun Gea merasa tak yakin walaupun caffe tersebut buka selama 24 jam tapi dalam hitungan jam saja mie ayam jamur saus keju itu ludes terjual.
"baiklah aku akan mencari nya akan ku dapat kan,,, okehhh..". ujar Xean Seraya turun dari ranjang nya lalu segera mengenakan pakaian yang berserak di bawah sana.
"serius?"
"Iyah sayang aku tidak mau baby kita nces oh no tidak bisa aku bayangkan".
mendengar itu Gea pun tidak menginginkan nya
"yasudah aku pergi dulu tapi ingat kamu jangan keluar kamar".Xean memperingati Gea "disini saja tunggu aku pulang.. yasudah mas pergi dulu ya doakn Daddy yang sayang biar Daddy bisa bawain yang kamu mau". lanjut Xean mengelus perut buncit Gea.
"Iyah Daddy".
sebelum meninggal kan Gea dirinya tidak lupa mengecup dahi sang istri entah kenapa ada perasaan aneh yang membuat nya tak ingin pergi meninggalkan Gea sendirian walau di temani dua art. menepis perasaan buruk itu ia pun melangkah kaki nya menuju garasi untuk mengambil salah satu dari koleksi mobil sport nya.
"ya Tuhan lindungilah istri dan anak ku". kata kata Xean sebelum keluar dari garasi rumah nya.
.
.
.
penuh semangat Tanpa lelah Xean mengelilingi kota untuk mencari pesanan Gea tidak terasa Rintik-rintik hujan mulai turun membasahi bumi, melirik jam di pergelangan tangan nya sudah 1 jam ia berkeliling tetapi hasil nya masih sama, nihil. Saat ingin mengabari sang istri dirumah Xean mengumpat hal bodoh yang ia lakukan yaitu lupa membawa ponsel nya.
"akhh sial". umpat kesal nya
Di seberang
Gea yang sudah menunggu Xean sedari tadi belum juga mendapat tanda tanda ia akan pulang segera, ingin menelpon memberi kabar tak masalah jika ia tida membawa pesanan nya lagian Gea sudah tak menginginkan mie ayam jamur tersebut, tapi apa mau di kata ponsel Xean ada di atas nakas sebelah ranjang mereka.
dua jam berlalu Xean belum juga pulang membuat Gea semakin panik, bermondar mandir ke balkon untuk melihat cahaya lampu mobil sport milik suaminya.
__ADS_1
"mas,, kamu di mana?". ujar Gea panik begitu banyak pikiran kotor dan jahat memenuhi pikiran nya entah Xean kecelakaan lah entah mobil nya kenapa-kenapa lah.
dungg
Gea terkejut merasakan tendangan dari bayi nya,,
"Iyah sayang mommy baik-baik aja mommy hanya cemas dengan Daddy, doakan Daddy ya nak selamat sampai rumah".
.
.
"akhh kenapa hujan nya semakin lebat yaa". kata Xean yang masih melaju kan mobil nya dengan kecepatan sedikit tinggi agar segera pulang menemui sang istri untuk membawakan mie ayam jamur saus keju permintaan nya.
dengan rasa bahagia akhirnya tidak sia sia perjuangan Xean mengelilingi kota dini hari.
"Aaaaaaaaa". teriakkan menggelegar pas di mana sang petir turun ke bumi.
srett
srett
"ya Tuhan tolong selamatkan bayi ku, aku ikhlas jika hari ini engkau memanggilku". kata Gea pasrah di detik detik menuju maut.
bunyi ban mobil yang bergesek di aspal jalanan sangat memekakkan telinga, hujan yang masih setia menyapa bumi membuat jalanan begitu licin. Gea mengerem mendadak selain terkejut karena mendengar petir ia juga terkejut saat ada seorang wanita yang melintas cepat di hadapan nya.
tepat di detik Sambaran petir yang sangat keras Gea kehilangan kendali atas mobil yang ia kendarai
Bummmm
Gea membanting stir mobil ke kanan dengan keras alhasil membuat nya terjatuh ke jurang menabrak bebatuan besar sungai di bawah sana.
"uhuukk". Gea terbatuk mengeluarkan darah segar nan begitu banyak.
"to-tolong.. tolong selamatkan bayi ku tolonggggg". teriak Gea yang mulai melemah ia merasakan sakit yang amat dahsyat di seluruh tubuh nya termasuk perut, Darah segar terus keluar dari kepala nya tanpa henti bagaimana tidak parah mobil nya tepat menabrak batu besar yang membuat salah satu mobil sport milik Xean hancur tiada bentuk.
perasaan Xean semakin tak karuan dengan kecepatan penuh ia membelah jalanan yang akhirnya selamat sampai apartemen mewah nya.
Baru saja ingin melangkah kan kaki untuk masuk mie ayam yang ia bawa tadi jatuh tumpah berserakan di lantai.
degg
hanya menatap tanpa ingin membersihkan nya Xean langsung berlari menuju kamar nya.
"Gea.. Gee sayangggg,, sayang kamu di mana ge". teriak Xean menggema mencari keberadaan Gea di manapun tapi tidak menemukan nya
para asisten rumah tangga yang berkumpul di ruang tamu pun terkejut dengan apa yang mereka lihat perasaan cemas menyelimuti mereka berdua kepergian Gea bagaimana mereka sampai kan kepada Xean.
"kalian kenapa diam saja ha?" teriak Xean yang mengejutkan mereka dari lantai dua
"mana Gea kemana istriku?" tanya Xean panik semakin panik melihat reaksi para art yang hanya bergeming
__ADS_1
prankk
Xean menendang vas bunga yang ada di hadapan mereka membuat mereka terkejut
"tu-tuan Xean anda baik-baik saja? bukanya a-anda kecelakaan?" ujar salah satu dari mereka
"hah? aku kecelakaan? informasi bodoh dari siapa yang kalian dapatkan ha?"
"dari nona Gea, dia pergi untuk mencari tuan".
Xean menggeram tangan nya mengepal kuat, siapa yang berani melakukan itu pada nya.
"akhhhhh". teriak Xean
mereka saling melirik satu sama lain merasa ketakutan
"apaa?? kenapa kalian tega membiarkan Gea pergi sendiri ha ? dasar bodoh kalau terjadi apa apa pada istri ku lihat lah kalian yang harus bertanggung jawab". tegas Xean segera melangkah kaki untuk segera mencari keberadaan Gea.
.
.
flashback off
drtttt drttttt
ponsel Gea berdering pertanda ada telpon masuk, melirik layar ponsel dengan tertera nomor yang tidak ia kenal, perasaan yang was was mendominasi pikiran nya penuh kecemasan dan takut akhirnya Gea memberanikan dirinya untuk mengangkat telpon nya.
"hallo"
"hallo apa benar ini istri dari tuan Xean pra-pragupta?" tanya wanita di seberang sana dengan nada sedikit panik
"i-iyaa benar, ada apa nyonya? kenapa? apa suami saya baik baik saja?". tanya Gea panik begitu banyak pertanyaan yang ia lontarkan
"anu nyonya,, suami anda mengalami kecelakaan".
"a-apa??" Gea begitu shock sehingga ia langsung terduduk di tepi ranjang nya
dengan tangan gemetaran tangis yang sudah pecah ia pun memberanikan diri untuk bertanya di mana keberadaan suami nya,
dengan langkah yang buru buru hampir saja ia terjatuh saat menuruni anak tangga tapi untungnya salah satu art terbangun karena merasakan haus, dengan cekatan pelayanan itu menyambut Gea di anak tangga 3 terakhir dari bawah.
"hati hati nyonya". ujar art itu deg degan
"apa yang sakit nyonya katakan".
"no,, tidak ada aku ingin menyusul mas Xean dia kecelakaan mbak". ujar Gea terisak
"a-apa!!"
flashback on
__ADS_1