
Malam nan indah langit penuh dengan bintang bintang berkelap-kelip menerangi bumi.
di sudut balkon Celsi menatap punggung Axa yang sedang asik melihat bintang bintang yang bertaburan di sana.
begitu sangat menganggu pikiran mu mas? sampai sampai kamu tidak sadar mas akan kehadiran ku disini .
tarik nafas dalam-dalam.
"kau masih mencintainya?" tanya Celsi tanpa berani menoleh ke arah orang yang ia cintai,
Axa menoleh tanpa mengatakan apapun ia ingin melihat apa yang akan di ucapkan bibir manis tersebut, walau dirinya sedikit terkejut mendengar fakta bahwa Celsie mengetahui pertemuan nya dengan Xena.
"awal nya aku kira dia nona Gea, dia masih hidup tapi ternyata aku salah dia bukan nona Gea melainkan Xena dengan wajah sangat persis seperti nona Gea....Xena karena gadis itulah kau tega menyakiti nona Gea sebab kau sampai detik ini masih menyimpan perasaan yang sama untuk nya". ungkapan Celsi menatap sekilas wajah tampan terdiam membisu saat ini.
"cel-" belum sempat Axa menyempurnakan kalimat nya dokter cantik itu langsung menyela pembicaraan.
"apa mungkin kebaikan yang kau lakukan untuk aku dan zegraf beberapa hari ini hanya sandiwara?". Celsi menatap kecewa. entah kenapa mendengar kata sandiwara mampu membuat hati kecil Axa sakit
"ya sandiwara seakan-akan membuat kami dapat merasakan kebahagiaan layak nya kasih sayang, hangat nya keluarga,, benarkan? agar kami tak berdua tidak terlalu sakit saat mengetahui fakta ini kan? kau masih menyayangi nya kan? jawab aku Axa". pertahanan Celsi rubuh air mata nya tak dapat di tahan lagi,
Axa mengangguk pelan.
degg
sesak sangat sesak ingin rasa nya wanita itu untuk mengakhiri hidupnya, tapi tidak ia masih mengingat zegraf buah hati nya.
"tak ku sangka kata sayang yang keluar dari mulut mu hanya sebuah bisa akan membuat ku mati akhirnya". ungkap Celsi dengan air mata yang terus menerus mengalir seraya tersenyum palsu.
"no cel". Axa berusaha mengenggam kedua tangan Celsie yang bergetar hebat menahan luka di hatinya. kata sayang itu benar benar tulus dari hati hati ku".
"trus apaa ha?". Celsi menepis kasar tangan Axa. "sangat jahat kau tega melakukan ini padaku Axa kau tahu rasa nya di saat seseorang mendapatkan titik terang yang ternyata hanya sebuah tipuan ha?". Celsi meninggi kan suaranya
"dengar aku tolong coba dengarkan aku cel,, itu semua tidak seperti yang ada di pikiran mu". kata lembut Axa berusaha menenangkan Celsi.
"Iyah semua memang tak seindah yang ada di pikiran ku". ucap dengan sedikit menjauh dari Axa.
__ADS_1
"Cell".
"stop Axa,, stopp". tangan Celsie memberikan isyarat bahwa ia tak ingin mendengar apapun yang keluar dari mulut seorang pengecut di hadapan nya.
"aku sudah lelah Axa aku sangat lelah aku ingin berhenti aku sudah muak berharap dan sekarang aku menyerah". ujar Celsi tegas tidak ada keraguan di wajah nya
melihat pandangan kosong Celsi membuat Axa tak tega yang akhirnya segera memeluk istrinya dengan erat.
Setelah puas menangisi kebodohan nya yang selalu berharap hati beku itu bisa mencair tapi tidak keyakinan nya kalah dengan kefaktaan yang ada.
Celsi melerai pelukan nya, menatap wajah Axa tanpa ada air mata lagi. menetralkan hati dan suaranya.
"mari kita bercerai!". ajak Celsi tersenyum paksa
deg
degg
deg
mendengar itu seolah ada batu besar yang baru saja menghantam tubuh nya.
"iyahh aku ingin hubungan kita berakhir,, dan setelah itu kau bebas kembali padanya tanpa ada halangan apapun". jelas Celsi.
"tidakk! aku tidak mau!".
kala mendengar itu harus kah wanita itu bahagia atau bersedih.
"apa kau belum merasa kan puas untuk menyakiti ku Axa?".
srett
"Celsi aku menyayangimu aku menyayangi zegraf aku tidak bisa hidup tanpa kalian aku mohon urungkan niat mu sayang" ungkap Axa pelan
"berhenti memanggilku dengan sebutan itu!!". teriak Celsi begitu benci kala mendengar kata manis yang keluar dari mulut Axa.
__ADS_1
"kau sudah terlambat... dan ini sudah keputusan akhir ku". setelah mengatakan itu Celsi segera berjalan meninggalkan pria itu.
"aku tidak bisa tanpa kalian, aku mohon tarik kata kata mu". ujar Axa tapi tidak berhasil membuat langkah itu terhenti
"pikirkan zegraf cel,, dia sangat membutuhkan peran ku cel". lagi lagi wanita itu tetap melanjutkan langkahnya tanpa terpengaruh perkataan Axa.
"baik lah aku akan menuruti keinginan mu". dan perkataan itu lah berhasil membuat langkah cel berhenti di ambang pintu kamar Axa.
"malam ini... aku se orang Axa Kaynan". mulut Axa seakan berat untuk melanjutkan ucapannya, sakit yang ia rasakan sama seperti Celsi rasakan saat ini.
"aku akan melepas kan mu dari sebuah ikatan yang selalu membuat mu sakit, detik ini juga aku menjatuhkan talak kepada mu".
degg
di ambang pintu Celsi menutup mata nya kala mendengar tuturan Axa
masih di tempat tanpa sepengetahuan siapapun Pria beku itu menitik kan air matanya.
"semua telah berakhir semua hancur semua yang aku sayangi telah pergi". gumam Axa meninju dinding kamar nya sendiri.
"akhhhhhh".
Axa berteriak untuk menyalurkan rasa sakit di hatinya, ia benar benar telah melakukan kesalahan yang selalu ia anggap benar.
penyesalan yang ia tangisi saat ini sudah tak ada artinya, semua telah terjadi dan itu tidak mungkin kembali seperti semula
tencuuu **reader tersayang yang masih setia membaca karya receh author 🥰,,, author do'akan bagi yang udah ninggalin jejak nya semoga di mudah kan rejeki nyaa,, aaminnn...
bagi yang belum nihchh,,, Jangan lupa like dan ninggalin jejak nyaaa yaa,,
gratis kok
jadi tidak boleh pelittt yakkðŸ˜
karena itu sangat berarti bagi author biar selalu semangat nulis nya,,,
__ADS_1
udah sekian bawel nya
lup lupp deh untuk kalian semua nya**