My Heart Brother

My Heart Brother
78. tidak akan merebut milikmu


__ADS_3

Malam hari keadaan Ze semakin baik walaupun keadaan xean, pria itu mengalami demam tinggi membuat wanita itu, Xena harus ekstra sabar dalam mengurus anak dan ayah ini.


"ayo makan dulu". ujar Xena seraya meletakkan nampan berisi dua mangkok bubur dan air tidak lupa obat resep dokter tadi.


Xean Hanya diam tak menanggapi


"ze mau mommy suapi nak?". tanya Xena tersenyum lembut.


"mau mom". jawab bocah menggemaskan itu kegirangan


"baik tuan putri, buka mulut nya..., aaak". Xena mengarah kan sendok berisi bubur ke arah mulut ze


"aaakk".


"nyamm nyamm".


Di sisi sebelah nya Xean memperhatikan wajah sang buah hati nya bercahaya, begitu jelas kasih sayang wanita itu terhadap buah hati nya.


"ya aku tahu aku cantik". Kata Xena tersenyum mengejek ke arah Xean yang sembari tadi memperhatikan nya dan itu membuat Xena sedikit tidak nyaman


Usai memberi menyuapi ze dan memberi nya obat kini bocah perempuan itu sudah tertidur dengan lelap nya di antara Xena dan Xean sebagai pembatas mereka berdua.


"kenapa bubur nya belum di makan". Tanya Xena heran apakah pria itu tidak merasakan lapar? Sedari siang Xean tak mau makan.


"kalah sama anak kecil". Cibir Xena seraya meraih bubur di atas nakas yang sudah dingin karena di anggurin duda tampan ini.


"ze saja walaupun sedang sakit ia tetap mau makan sedangkan kamu sudah gedek sudah menjadi ayah masak gkk mau makan". Ejek Xena seraya mengaduk-aduk bubur nya.


"buka mulut nya". Titah Xena menyuapi Xean


Xean menepis tangan lentik itu membuat Xena kesal


"kenapa? tidak mau? Apa tidak enak? Coba lah dulu baru kamu bisa menolak nya".


Tidak menyerah Xena kembali menyuapi Xean, tidak selembut tadi xean malah menepis kasar tangan itu sehingga sendok tersebut terjatuh di atas lantai berserakan.

__ADS_1


Prankkk


"padahal aku sudah susah payah membuat kan malah di buang". Ujar Xena menghela nafas nya seraya menggambil sendok cadangan yang sengaja ia bawa.


"tidak ada yang menyuruh mu untuk membuat itu". sahut Xean menatap tidak bersahabat ke arah Xena


"yayaya baiklah. Aku hanya berinisiatif saja". Jawab Xena memanyun kan bibir nya


Tidak menyerah bukan xena kalau mudah menyerah


"bayangi di luar sana ada banyak orang-orang susah mati-matian mencari sesuap nasi bahkan ada yang mati kelaparan. apa kamu masih mau menyia-nyiakan makanan enak ini". bujuk Xena


menatap pria keras kepala itu.


"ayo buka mulut mu.. akkkk".


"aku tidak suka bubur". Tolak nya menggeleng berlawan arah dari sendok Xena


"coba dulu pasti nanti suka, ingat kamu harus makan setelah itu minum obat agar cepat sembuh".


Dengan cepat Xena menutup mulut pria itu. " sutttt". Ucap xena memberi isyarat diam mengingat kan bahwa ze sedang tidur.


Deg


Jarak mereka begitu dekat membuat detak jantung Xean berdebar tak karuan, aroma manis segar dari tubuh Xena seketika membuat nya menjadi suka akan aroma tersebut.


"dah ayo makan setelah itu istirahat".


"kau begitu keras kepala, aku sudah bilang aku tidak mau kenapa kau suka memaksa ha? Apa hak mu?. Emosi pria itu tidak dapat di tahan lagi.


“Ternyata kau begitu tampan ya saat marah".Xena tersenyum menatap wajah geram Xean. "aku memang tak punya hak akan hal ini, tapi aku begitu menyayangi kalian". Jawab nya senyum tulus.


Deg


Xean menyerngit kan dahinya kala mendegar kata itu.

__ADS_1


Krukk krukk


Cacing cacing di dalam sana sudah berdemo membuat Xena tertawa


"nah apa aku bilang, kamu harus makan".


Tak ada alasan unutk menolak lagi akhir nya Xean mau memakan bubur itu.


..


Pukul 02.00 waktu setempat.


Xena yang mulai terlelap di ranjang yang sama dengan ze dan xean sakin lelah nya mengurus Ze yang sedari tadi rewel, kini terbangun akibat ngigau-an bayi gede, xean.


"Ge- sayang sayang jangan pergi".


Perlahan Xena duduk dan beranjak mendekati Xean yang mengigau hingga mengeluar kan air matanya.


"xean". Xena mengecek dahi pria tu


"Ge- gea". Panggil Xean mengerjab kan mata nya di dalam ruangan yang tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap.


"i-iya mas".


"ini kamu sayang? Kamu tidak pergi lagi meninggal kan aku kan?. Ucap Xean setengah sadar


Wanita itu menggeleng pelan


Seperkian detik nya Xean langsung menarik tubuh Xena ke dalam pelukan nya, memeluk nya dengan erat seperti tak ingin ia lepas kembali


"jangan pernah pergi dari hidup ku sayang, aku tidak bisa hidup tanpa mu. Aku begitu mencintai mu sayang". Gumam Xean di telinga Xena.


Tak ada usaha untuk melepas kan pelukan itu, entah kenapa gadis itu merasakan nyaman di pelukan nya.


"maaf kan aku gea, aku menerima ini tapi aku tidak akan merebut milik mu, aku akan berusaha itu". Xena membatin tanpa merubah posisi nyaman nya hingga tertidur dengan lelap hingga pagi.

__ADS_1


__ADS_2