
Ting tong
pukul 11.00 malam bel rumah minimalis itu berbunyi.
"siapa yang bertamu tengah malam seperti ini?". gumam Chelsea saat ini sedang menemani sang putra tercinta tertidur, dengan rasa penasaran Cell belanja dengan pelan-pelan agar tidak mengganggu tidur putranya.
"apa mas Aksa? ". gumamnya kalah tangan lentik itu sudah menyentuh ganggang pintu.
menarik nafasnya perlahan
ceklekkk
tidak sesuai ekspektasinya, tidak ada Aksa melainkan dua wajah yang tak ia kenal.
"mencari siapa ya? ", tanya cel penasaran kepada pria dan wanita yang berpakaian seperti kekurangan bahan.
"apa benar ini rumah istrinya Axa?". tanya pria itu sopan.
"mm i-iya benar, ada apa ya?". tanya cel semakin penasaran ada hal penting apa membuat dua orang di hadapan nya ini mendatangi nya tengah malam seperti ini, dan? dia sebut apa tadi? istrinya Axa? ada apa dengan pria itu.
"kenal kan aku zaka pemilik club yang sering suami nona kunjungi". ujar zaka memperkenalkan diri nya dengan ramah. "ini wani-, maksud ku karyawan ku". lanjut zaka memperkenalkan wanita seksi di sebelah nya.
"iyaa?". ucap Celsi yang belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya.
"suami mu saat ini berada di club milik ku dia mabuk berat dan berusaha melukai dirinya sambil menyebut nama mu Celsi".
mendengar itu Celsie menutup mulut nya tak percaya bagaimana bisa pria dingin itu kehilangan akal untuk melukai dirinya. mengapa di saat dirinya sudah mulai belajar untuk menerima takdir nya.
tapi ada saja yang membuat hati wanita itu goyah, kini dirinya harus bagaimana? apa harus menemui Axa? bagaimana pun pria itu akan selalu ada di hati nya.
"kalau kau tidak ingin ikut kami jangan salah kan aku ketika dia mengakhiri hidupnya di sana". ujar Zaka dingin segera berjalan meninggalkan Celsi yang terkejut mendengar tutur pria itu.
"turun kan ego mu nona, penyesalan selalu datang di akhir". ujar wanita itu ikut menimpali perkataan Zaka.
deg
detak jantung Celsie berdebar kencang ada perasaan tidak enak mengenai suami nya, eits Tah masih bisa di katakan sebagai suami karena belum ada surat pengadilan atau sudah mantan suami karena ucapan talak malam itu.
"tunggu!". ucap Celsi dengan perasaan takut membuat langkah sepasang itu berhenti lalu saling melirik satu sama lain, tidak lupa sebuah senyum tipis di sudut bibir.
"aku ikut aku tidak mau di kenapa-kenapa tolong antar kan aku bertemu dengan nya". ujar Celsi dengan mata berkaca-kaca
"kalau begitu ayo".
"tapi". ujar Celsi menatap rumah nya
"tapi apa lagi?". kesal zaka
__ADS_1
"anak ku bagaimana? dia sendirian disini. pelayan tidak pernah menginap". ujar Celsi sendu.
zaka tampak berpikir lalu seperkian detik nya melirik wanita seksi itu.
wanita malam itu pun terkejut kala zaka menaik turun kan alis nya
"akuu". ujar wanita itu menunjuk dirinya sendiri
"ya, siapa lagi kalau bukan kamu Beby". ujar zaka begitu lembut
pelet buaya mulai beraksi yak,,
"setelah ini aku akan memberimu hadiah malam yang indah". bisik zaka di telinga wanita itu seksual
tanpa berkata apa-apa wanita itu pun menyetujui nya dengan mengangguk kan kepala dengan semangat.
"kau tidak perlu cemas ada nindi yang akan menjaga anak mu".
mendengar itu Celsi langsung mengangguk seraya tersenyum
"terima kasih nindi, kalau kau merasakan dingin kau boleh memakai baju ku untuk sementara".
...****************...
di perjalanan Celsi tanpa gelisah menatap jalanan yang tidak terlalu sepi dan juga tidak macet.
tanpa ada rasa curiga Celsi langsung menerima air itu lalu meneguk sebotol mineral kecil itu hingga tandas.
beberapa menit berlalu akhirnya mereka berdua telah sampai di club pria tampan ini.
"ayoo". ajak zaka kala Celsi Hanya mematung memandangi tempat terlarang itu
"i-iyaa". rasa ragu takut berkecamuk dalam pikiran nya, tapi demi Axa apapun akan ia terjang.
sesampainya di depan kamar VIP milik zaka yang berada paling ujung di lantai dua.
"masuk lah aku tidak ingin mengganggu kalian".
Celsi mengangguk paham
ceklekkk
pintu itu terbuka terlihat lah Axa yang terduduk di balik ranjang terdengar jelas bahwa pria itu sedang menangis.
"A-Axa". panggil Celsi sedikit takut
Axa tidak menoleh
__ADS_1
akhirnya Celsi memberanikan diri untuk mendekati Axa.
"Axa,, Hai Axa". kata Celsi menepuk pelan pipi Axa yang setengah kesadaran nya sudah hilang,
brukk
Axa menjatuhkan badan nya ke lantai.
tanpa sadar cairan bening terjun di pipi mulus itu kala melihat pria dicintai nya seperti ini, terlebih lagi benar yang di kata kan zaka bahwa Axa mencoba melukai dirinya.
"kenapa kamu melakukan ini xa?". tanya cel dengan air mata yang henti nya turun saat melihat darah segar keluar dari pelipis dan tangan Axa.
"cel,, sa yang kamu di sini cel?". perlahan mata terpejam itu terbuka kala air mata cel jatuh mengenai wajah nya.
"iya mas ini aku". akhirnya sekian lama kata mas keluar dari mulut cel untuk Axa membuat pria itu tersenyum tipis.
"jangan pergi cel jangan tinggalkan aku". ungkap pria itu mengenggam erat tangan cel kala wanita itu hendak berdiri untuk mencari p3k
"cell"
"sayang"
cel hanya menangis kala mendengar kata manis itu ia tetap melanjutkan mencari obat untuk mengobati Axa.
hati cel merasa bersalah kala ia sudah mendengar seluruh ungkapan Axa mengenai Xena, tak menyangka karena kesalahpahaman di antara mereka akan menjadi serumit ini.
kini mereka berdua berpelukan dan saling meminta maaf tapi apa daya ucapan yang tak seharusnya keluar dari mulut itu sudah terjadi.
"kenapa tubuh seperti ini akhhh panas". batin cel melepaskan pelukannya dari Axa, membuat pria itu terbangun dari tidurnya
"akhh panas sekali disini" ujar cel membuat sweater nya
"akhh kenapa masih panas,, akhh apa ini huhhh". celsi berkeringat dingin.
karena rasa panas menguasai tubuhnya membuat wanita itu membuka seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya.
kini hanya tersisa pakaian dalam nya saja,, tanpa sadar Axa melihat itu dengan tatapan lapar nya.
di saat cel memutuskan mandi siapa sangka tangan nya di cekal oleh Axa,
"aaaaa". cel berteriak seraya menutupi bagian tubuh nya menggunakan tangan nya.
tanpa aba aba Axa menarik cel dan membuat wanita itu jatuh di atas tubuh Axa, ada rasa aneh yang tidak dapat ia jelas kan, entahlah intinya Celsi sangat menginginkan itu.
malam yang singkat tanpa rencana mereka, siapa sangka malam ini menjadi saksi bahwa mereka telah bersatu lahir dan batin.
deru nafas panjang, leguhan leguhan indah menggelora membuat Celsi bersemangat menjalani aksinya.
__ADS_1
(dah bayangin aja sendiri bagaimana romantis nya perjalanan ranjang mereka 😘)