My Heart Brother

My Heart Brother
32. story Axa & Gea


__ADS_3

H-1


sudah dua hari Axa tak berbicara atau pun menghubungi Gea, gadis cantik itu kini hanya terdiam di kamarnya menatap langit-langit kamar seraya mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, dan yang lebih mengejutkan lagi kenapa pria itu masih ingin melanjutkan pernikahan.


" mengapa kak Axa tidak memberitahu bunda dan mama?" gumam nya bingung.


" apa dia tidak marah denganku? tapi kenapa dia masih ingin melanjutkan hubungan ini bersama seseorang yang tidak menghargai dan sudah menghianati dirinya"


"mungkin kak Axa melakukan ini untuk bunda dan mama agar mereka tidak kecewa dengan apa yang telah terjadi lagi pula semua persiapan sudah 100% siap". ungkap Gea pasrah kemana pun takdir membawa nya.


"apa aku akan bahagia bersama kak Axa sedangkan aku tidak mengerti dengan perasaanku saat ini


ohh ya tuhan tinggal hitungan jam kau akan segera menjadi istri Axa GE". ujar nya nanar menatap ke arah luar jendela


di seberang


Xean yang tidak fokus dengan rapat nya kali ini ia hanya terdiam saat kliennya menjelaskan presentasi Untung saja sang sekretaris pintar dan paham dengan keadaan bos nya, dengan penuh keseriusan Dita memperhatikan seraya mencatat hal hal penting untuk di pahami Xean nanti nya


hanya 20 menit meeting selesai terbilang singkat karena sang klien ada problem yang mengharuskan segera pergi


"pasti sir lagi memikirkan nona Gea kan?" tanya Dita percaya diri.


menatap sekretaris nya


"maaf sir tapi saya tahu hubungan anda dengan nona Gea bukan hanya sekedar kakak adik melain kan—" ungkap nya gantung tak berani melanjutkan ucapannya saat menatap wajah Xean yang seketika berubah


"melainkan?"


"i-itu itu sir se-sepasang kekasih". jawab Dita gugup


"ya kami memang sepasang kekasih".


"ya aku sudah tahu" jawab Dita tak kalah santai nya dari Xean


mendengar itu Xean langsung melotot.


mengerjab kan mata nya berkali-kali seperkian detik nya Dita langsung sadar dengan apa yang barusan ia katakan


tamat lah riwayat mu Dita kenapa mulut mu tidak memiliki gembok


omel nya dalam hati


"dari mana kau tahu?" tanya Xean menyelidik

__ADS_1


"dari nona Gea saat kita masih di Bali—"


jawab Dita yang mulai menceritakan awal mula bagaimana dirinya bisa tahu ini semua.


flashback off


Gea menikmati keindahan pantai Bali bersama Axa mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan layak nya sepasang kekasih begitu banyak turis turis mengenakan pakaian bikini tapi tidak dengan Gea ia hanya memakai dress pantai bewarna biru muda motif bunga-bunga seperti air laut hari ini dengan di padu topi yang semakin menambah kesan sempurna di kulit putih bercahaya itu



(anggap saja ini gambaran Gea ya)


"nona Gea" panggil Dita yang berjalan sendirian melambaikan tangan ke arah gea


berlari kecil


"Dita kamu sendirian? di mana mas Xean?" tanya Gea memperhatikan sekeliling


"Iyah saya sendirian, sir dia sedang beristirahat saya di kasih kesempatan untuk berjalan jalan hingga sore karena malam kami akan kembali". jelas Dita di anggukan kepala oleh mereka


"nona mau kah menemani saya berjalan jalan menjelajahi semua kuliner fashion semua nya deh" ajak Dita bersemangat


Gea menanggapi perkataan Dita dengan mengangkat bahunya seraya melirik pria di samping nya.


"tuan Axa terhormat boleh kah saya mengajak nona Gea berjalan jalan". ucap Dita meminta ijin.


sebenarnya Axa sedikit tak rela niat di hati ingin menikmati masa masa romantis dengan calon istri tapi kalau menolak pun tak enak hati


"baiklah tapi segera kembali Jangan lama-lama aku tunggu di hotel ya" ucap Axa memperingati seraya mengelus pucuk kepala Gea lembut.


seperti yang di katakan Dita bahwa mereka akan menjelajahi seluruh isi pantai ini dengan penuh semangat mereka seperti sahabat sudah sangat akrab


"huff saya sudah kenyang Wow ini sangat menyenangkan ya?" ujar Dita


"iyahh aku sangat menikmati nya sudah lama aku tidak merasakan kepuasan seperti ini. oiya jangan terlalu formal saat kita berdua".


di anggukan kepala "baiklah, teman" lanjut nya memberikan tangan nya


"teman" si sambut hangat oleh Gea


menikmati air kelapa muda di suasana seperti ini memang is the best, itulah yang di lakukan dua wanita itu sembari tadi Seraya bercerita hal hal random


"GE" panggil Dita kini seperti nya topik serius terlihat di wajah Dita

__ADS_1


"maaf aku lancang bertanya soal ini, apakah kamu sama sir Xean Kakak beradik?"


Gea menjadi canggung ia tipikal yang tidak suka membahas mengenai hal pribadi ataupun keluarga


tapi kalau aku bercerita apa dia bisa membantu ku agar selalu dekat dengan mas Xean


melihat Gea yang hany terdiam


"tidak masalah tidak usah di bahas kita lupakan masalah pertanyaan tadi". lanjut Dita tersenyum


"aku dan mas Xean memang kakak beradik blablabla—" Gea menjelaskan kisah nya dan Xean


Flashback on


*


*


*


brakk


Dita menggebrak meja


buggg


Xean yang terkejut pun dengan spontan melempar Dita dengan berkas yang ia pegang Alhasil mengenai jidat nya.


"awww" ringis Dita mengelus dahi nya


"kenapa kamu memukul meja? lihat sekarang semua orang memperhatikan kita". ujar Xean menatap tajam Dita yang cengengesan


"maaf sir tiada angin tiada hujan tiba-tiba otak saya memiliki sebuah ide agar pernikahan nya batal". ucap Dita bangga Seraya mengedipkan matanya


"sekali lagi kamu seperti itu siap siap akan ku congkel" ujar Xean mengarahkan garpu ke arah Dita


"baiklah nanti malam kita bertemu disini untuk membahas rencana konyol mu itu" ujar Xean Seraya berdiri dari duduknya


konyol? huff untung bos kalo GK habis tuh badan gw penyek penyek, sabar dit sabar. ingat lakukan demi Gea.


"apa saya boleh membawa pacar saya sir?" tanya Dita sedikit takut


"terserah". jawab Xean tidak peduli mau bawa adik, Mbah, RT atau pacar

__ADS_1


yang penting nanti tuh orang juga berguna, pikirnya.


__ADS_2