My Heart Brother

My Heart Brother
101. Tuhan tidak pernah tidur


__ADS_3

bara terkejut kala tak melihat beberapa anak buah nya dan wanita paruh baya itu di luar ruangan Gea, tanpa berpikir panjang Bara berlarian keluar untuk mencari di mana seren karena mungkin hanya pelenyap itu yang mampu membawa adik nya kembali.


seren yang begitu terpukul, menyesal, tak memikirkan akibat apa yang ia terima setelah ini. ke empat pria bertubuh besar berotot tersebut di buat kelelahan oleh aksi wanita tua itu, tak segan seren melempar barang barang mahal nan antik itu ke arah para Pria itu.


*aku akan menebus nya


aku akan menebus nya


menebus nya


di sepanjang lari nya untuk menjauh dari kejaran para pria bertubuh kekar itu seren seperti kehilangan akal sehingga tidak memperhatikan siapa dan apa yang ia tabrak, bukan itu saja bahkan kaki tak ber alas itu pun terluka juga berdarah tak ia rasakan sedikit pun rasa sakitnya.


saat tiba di jalan raya seren terhenti menanti Fuso tronton untuk segera melindas nya, semua orang berteriak memanggil wanita tua itu tidak ada yang berani mendekat bahkan para berotot pun sama.


*tott


tott*


totttttttt


suara klakson Fuso begitu melengking memekakkan telinga, pengemudi begitu panik mengapa ada saja orang yang akan membuat nya masuk kedalam jeruji besi. menekan rem pun percuma saja dan ia pasrah dannn.


seren melihat itu tersenyum Boria lalu membalikkan bada nya melambaikan tangan ke arah semua orang seraya tersenyum merekah untuk menyambut kematian nya.


Geaaaaa


Geaaaa


Geaaaa*!!


Brakkkkk


suara nya begitu renyah, entahlah mungkin hanya beberapa orang saja yang berani membuka matanya.


dari sudut lain, Bara meninju tiang lampu untuk melampiaskan rasa yang ia tak mengerti, harus kah bahagia? karena pembunuh itu tak mati di tangan nya,, atau dia harus merasa bersedih karena tak dapat menahan nya?.

__ADS_1


...----------------...


2 HARI SETELAH NYA


Seluruh keluarga pragupta, Alison, Richard, Xean dan Zevilsya kini sudah hampir tiba di kediaman Bara.


entah ada maksud apa mereka di undang sejauh ini kalau hanya sekedar untuk makan bersama saja, pikiran ketiga pria dewasa itu sudah bercabang kemana mana hanya ada kedua kemungkinan Gea atau Seren.


maka dari itu setelah di minta datang mereka segera menyetujui nya.


1 jam berlalu akhirnya tiba di kediaman klasik nan elegan bernuansa Eropa itu, siapa sangka saat turun dari mobil sudah banyak pria pria berjas hitam menanti kedatangan mereka.


tak menyangka Bara ternyata sekaya ini, seluruh sudut ruang ketat atas penjagaan membuat ketiga Pria itu berdecak kagum.


"Daddy" zevilsya merasa takut saat melihat wajah seram salah satu pengawal Bara yang membukakan pintu mobil mereka naiki.


Xean yang paham segera menenangkan putri nya "tidak apa-apa sayang ada Daddy disini".


saat menginjakkan kaki di pintu Ze sudah minta turun dan segera berlari ke arah Dita yang tak secerah biasa nya saat bertemu dengan zevilsya


segera Dita membawa bocah kecil itu ke pangkuan nya.


"selamat datang di rumah gue Xe, GK di sangka akhirnya orang jauh bertamu juga kemari". ujar Bara merentangkan tangannya


"sialan Lo,,,gue udah keliling dunia bukan kali ini gue keluar negeri ya". tukas xean membalas pelukan bara.


"selamat datang om, uncle. silahkan duduk".


"emm gimana kita makan malam dulu, pasti semua nya lapar dan lelah besok pagi baru kita lanjutkan lagi bincang bincang nya". ucap Bara tak tega melihat wajah lelah zevilsya dan Alison.


semua nya mengangguk setuju dan segera menuju meja makan.


Alison tampak melihat Poto Poto cantik Xena yang memakai beberapa model pakaian. sedikit membuat nya sedih mengingat putri kesayangan nya.


Makan malam hanya di bumbui percakapan ringan seperti bisnis dan perjalanan saja, setelah beberapa menit kemudian mereka semua kembali ke kamar nya masing-masing tidak dengan Ze yang ingin tidur dengan Dita.

__ADS_1


Xean dapat melihat bangunan bangunan menjulang tinggi nan begitu cantik terlihat dari balkon kamar nya, ya kebetulan ia menempati kamar di lantai tiga.


tiba tiba dirinya begitu rindu sangat rindu dengan istri nya, menatap langit nan cerah seraya berkata


"apakah kau merindukan ku sayang? aku begitu kesepian,, rasanya hidup ku sungguh tak berarti kini aku tidak bisa merawat ze sendirian sayang dan boy apa kamu menjadi anak baik di sana sayang? jaga mommy ya boy,, biar disini Daddy Jagain kakak kamu".


tak terasa air mata itu turun saja tanpa di minta.


"Xe,, boleh kah aku masuk?". tanya Dita di ambang pintu


"ini rumah siapa sih?".


"gue lah".


"yaudah ngapain nanya ha?".


"iya iya iya santai Napa"


Dita ikut mensejajarkan posisi di sebelah xean.


"aku ingin mengatakan apakah akhir akhir ini ze sering mengigau menyebut mommy nya?".


xean beralih menatap Dita lalu mengangguk, Dita turut prihatin dan sedih begitu banyak orang yang terluka karena kejadian menimpa Gea.


"apa kau merindukan kan nya?".


"sangat".


"berdoa lah semoga kali ini takdir berpihak pada mu". ujar Dita menepuk pelan pundak Xean sebelum pergi meninggalkan kamar xean.


xean melirik Dita dengan tatapan bingung.


di ambang pintu


"tuhan tidak pernah tidur".

__ADS_1


__ADS_2