My Heart Brother

My Heart Brother
22. mas Xean ku kembali


__ADS_3

"Ge" panggil Axa


menoleh ke sumber suara


 deg


deg


rasanya sesak tak mampu bernafas detak jantung seolah berhenti berdetak saat melihat apa yang ia lihat di hadapanya 


"tuan Xean kenal kan dia Gea tunangan ku" ucap Axa merangkul pinggang ramping itu


gea


mas xean


"gea"


"mas xean"


berhamburan memeluk tubuh kekar itu menangis sesegukan di dada bidang itu  


"kemana mas selama ini aku sangat merindukan mu mas, apa kamu tidak merindukan adik kecil mu ini? kau tahu aku hampir gila mas aku sakit hik hiks mas"


"maaf kan mas gea mas terpaksa pergi demi keselamatan kamu,tiada hari tanpa memikirkan mu GE sangat menyiksaku di saat aku ingin memeluk mu tapi Gea ku jauh. apapun mas lakukan demi kamu sayang tak terbesit di hati mas untuk membuat mu seperti ini dan lihat kini kau telah memilih dia ge apakah sebenci itu kamu sama mas sehingga tidak ingin bersama mas ge"


ge


gea


gea terdiam mematung di tempat dengan tatapan yang tidak dapat di artikan saat melihat seseorang yang berhasil membuat nya merasakan ini selama ini.


"Ge kamu kenapa sayang?" tanya Axa sembari tadi tidak mendapat sahutan 

__ADS_1


"ehh iyahh" jawab Gea terkejut 


melihat wajah gea yang berubah menjadi pucat keringat memenuhi dahi nya membuat Axa cemas "are you okey?" tanya Axa lembut seraya memeriksa dahi Gea


hanya khayalan? bukan kenyataan? dan- dan mas Xean tidak mengenali ku? kenapa? apa dia hanya pura-pura? tapi-


gumam Gea yang berkecamuk dalam pikiran nya


"mas- mas Xea-an" ucap Gea sebelum kehilangan kesadaran 


gea terjatuh kedalam pelukan Axa


di mobil sport milik Xean


melihat Xean yang terdiam di sepanjang jalan membuat wanita di sebelah nya semakin besar kekepoan terhadap hubungan calon istri dari CEO Axa dengan bos nya 


pasti ada sesuatu nih kalau tidak gk mungkin rekasi nona Gea seperti tadi apalagi sampai pingsan begitu, kan sir tampan kalau jelek bisa jadi nona itu pingsan, ya kan?


eee gue kepo njiirr mau nanya takut kenak terkam bisa mati gue 


huh Dita di penuhi dilema akibat kekepoan dirinya sendiri, beberapa menit untuk ia mengumpul kan keberanian akhirnya terkumpul


bodoamat lah kalau kenak tikam penting gue berani mati dalam keberanian setidak nya bangga dari pada mati dalam kekepoan 


pikir nya 


Xean yang sembari tadi selalu mengingat wanita milik Axa yang namanya sangat familiar 


Gea


Gea nama itu di mana aku pernah mendengar nya?


"maaf sir saya lancang tapi saya kepo" ujar Dita tak berani menatap Bos nya 

__ADS_1


"apakah anda dan nona Gea salling mengenal?" tanya nya yang tidak mendapat jawaban bukan berarti Dita berhenti menuangkan apa yang ada di pikiran nya 


"seperti nya nona Gea mengenal anda sir, soal nya saat pertama kali melihat anda tatapan nya seketika berubah seperti terkejut sedih rindu luka penyesalan" jelas Dita membuat Xean menatap nya dengan tajam 


"apa hak mu menanyai ku hal itu? " ucap Xean dengan datar penuh penekanan membuat sang sopir merinding 


"maaf sir, saya hanya menyapaikan pendapat saya lagian anda sir dengan nona Gea mirip seperti memiliki sebuah ikatan darah" lanjut nya yang sudah mulai mencium aroma aroma singa mengamuk 


wajar saja Dita mengatakan hal demikian nyatanya memang begitu, wajah Xean dan Gea bagaikan pinang di belah dua sangat lah mirip sehingga tak ada yang menyangka kalau Gea zhulaikha bukan lah anak kandung dari Seren dan Alison. 


di sisi lain


masih di hotel di salah satu kamar di mana Gea yang masih memejam kan mata nya, dengan telaten penuh kehatian Axa merawat pasien yaitu wanita nya sendiri


"bagaimana keadaan ge nak" tanya Diana cemas karena gea belum juga sadar 


"Gea demam nya tinggi mungkin akibat kelelahan, aku memberikan suntikan obat tidur agar dia bisa istirahat" jelas Axa 


walaupun ia seorang dokter psikiater ia juga paham mengenai hal - hal seperti ini 


"yasudah Bunda dan mama istirahat lah biar aku yang merawat gea nanti kalau ada perkembangan aku beri tahu" ujar Axa yang di anggukan kepala oleh diana dan vivi 


" yaudah kalau gitu kalau ada apa-apa butuh apapun bilang yaa nak". ucap Diana sebelum keluar dari kamar itu.


maaf kan Axa bun aku berbohong tapi percayalah ini tidak akan lama 


yap Axa berbohong dengan apa yang terjadi dengan Gea bukan hanya kelelahan saja tapi juga berhubungan dengan psikis nya  


"Xean Pragupta apa dia mas xean yang maksud Gea? pandangan mata guratan wajah dan bibir-" tebak Axa 


"sebelum menerka-nerka sebaik nya nanti aku tanya kan pada Gea agar semua nya jelas dan aku bisa mendapat jawaban nya"  lanjut nya seraya duduk di sebelah Gea


ikhlas kan masa lalu mu ingat ada masa depan ada aku yang akan membuat mu bahagia jangan kembali menyelam itu akan membuat mu tenggelam, sadar lah princ

__ADS_1


ujar Axa lembut seraya membelai pipi mulus itu penuh harap


__ADS_2