
Xena tersenyum bahagia akhirnya penantian nya selama setahun ini ada kemajuan dan itu berkat sang kekasih nya.
menghabiskan waktu di rumah mewah milik pragupta bersama Ze kadang membuat nya jenuh, walau di sela sela ia bisa lengah dalam mengasuh zevilsya. Xena bisa mencari sesuatu yang berguna bagi misi nya di dalam rumah itu.
"mommy". suara ze membuat Xena yang kini sedang berada di kamar Alison, papa angkat Gea terkejut mendengar suara ponakan nya itu.
"e-iya sayang ada apa?". tanya Xena tersenyum manis untuk menghilangkan kegugupan nya.
"di luar ada mobil opa cald". mendengar itu Xena menyerngit kan dahi nya.
tap tap
suara langkah kaki menuruni anak tangga membuat Card mengalihkan pandangannya menatap datar ke arah dua perempuan itu, Xena dan zevilsya.
"opaaaaa". di tiga terakhir anak tangga ze sudah tak sabar menghampiri uncle nya Xean tersebut.
tersenyum tipis melihat cucu nya, aku tidak. kata cucu untuk seusia ku masih sedikit canggung, tapi ya bagaimana xean kebelet nikah.
"mana granpa". tanya ze di dalam pelukan card,
"granpa di kantor papa kamu sayang". ze mengangguk paham apa yang di katakan Richard.
'apa karena seren pembunuh itu semua orang hadir di sini'. wajah ketus Xena terlihat tak berdamai di depan Card,
***
"apa aku boleh bertanya sesuatu". ujar Xena yang baru saja menghampiri pria dewasa Tampan itu.
Xeanp berbalik menatap datar ke arah wanita cantik di hadapan nya.
__ADS_1
"eee maaf menganggu waktu tuan". lanjut Xena salah tingkah saat di tatap intens seperti ini,
tanpa di persilahkan untuk duduk, dengan percaya diri Xena langsung duduk di ayunan balkon kamar Richard terlihat pria nan berkarisma itu sedang menikmati minuman nya.
"5 menit". sahut Xean tegas sambil melirik Jam tangan nya.
"haaa?". Xena melongo tak percaya, 5 menit ha 5 menit woy. itu singkat baru saja mengatakan latar belakang bagaimana bisa 5 menit menjabarkan isi yang ada di dalam benak ku ha, huh dasar laki laki batu.
"iya atau tidak". kata Xean seraya meneguk minuman nya dengan hikmat
Xena meneguk Saliva nya, baru ia sadari pria di hadapan nya begitu tampan dan mempesona.
'uh dasar otak tidak bisa di ajak kerja sama'.
"ehem". deheman pria itu berhasil membuyar kan lamunan Xena.
untuk menghilangkan kecanggungan nya Xena menyibak poni gelombang nya ke belakang telinga, begitu manis, pikir Xean.
"bagaimana sosok Gea Zulaikha?". mendengar pertanyaan bodoh wanita ini membuat detak jantung Xean dua kali lipat berdetak lebih kencang.
"anggap saja ini bayaran untuk ku karena dari awal kedatangan ku kemari seluruh manusia disini terkejut seakan-akan melihat diri ku seperti mayat hidup, bukan itu saja terkadang tak jarang mereka mengucapkan rasa syukur saat melihat ku.. kamu tahu bukan bagaimana perasaan ku saat itu benar-benar bingung". kata Xena mulai menceritakan saat pertama kali kaki indah itu mulai menginjak tanah negara ini.
"aku merasa bahwa aku begitu terkenal tapi bukan di kenal sebagai model melainkan orang yang baru saja di temukan dari sekian lama nya, dan lebih parah nya orang tidak memanggil ku Xena melainkan Gea, huuuh itu membuat ku sedikit kesal apa Gea itu saingan ku di dunia permodelan ha?".
tanpa sadar Xean mengangkat sedikit sudut bibir nya, begitu lucu saat mendengar cerita wanita di hadapan nya seolah ia pendongeng penuh ekspresi.
"nah di kejut kan lagi oleh malaikat kecil mu, zevilsya. bocah itu langsung memanggil ku dengan sebutan mommy, aku saja belum menikah bagaimana aku bisa punya anak". rengek nya menopang dagu nya dengan cemberut.
Masih begitu setia Xean mendengar kan keluh kesah Gea kedua ini sambil meneguk minuman nya seolah lelah nya bekerja kini sedikit terobati. cara berbicara penuh semangat dan ceria mengingat kan dirinya dengan sosok istri tercinta, Gea.
__ADS_1
"mungkin begitu banyak beban pikiran yang selama ini kamu simpan, hampir empat tahun kamu menyimpan rasa sakit yang tak kan pernah di bagi ke siapapun, bukan itu saja. terkadang tak semua orang yang mengerti kita,,, rasa sakit yang kita pendam selama ini". kini nada ceria, antuasias dan lucu itu berubah menjadi serius, lemah lembut seperti seorang ibu.
"aku tak ada maksud lain saat bertanya mengenai sosok Gea, aku hanya penasaran sosok cantik yang kamu cintai itu. tapi kalau kamu tidak ingin menceritakan dirinya tidak masalah, kalau gitu aku permisi dulu". ucap Xena sedikit sendu, ia begitu penasaran bagaimana keluarga ini membesarkan saudari nya, kasih sayang apa yang ia dapat kan. tapi ya mau bagaimana kakak angkat sekaligus suaminya enggan untuk bercerita.
saat Xena ingin melangkah kan kaki nya untuk keluar siapa sangka Xean mulai berbicara.
"Gea,,, di sosok periang, baik, cantik, penuh ekspresi. siapa yang melihat nya pasti akan jatuh cinta, sama hal nya dengan keluarga ku jatuh cinta saat pertama kali melihat nya". ujar Xean menerawang ke masa kecil nya di mana bayi mungil itu di beri nama Gea Zulaikha.
Xena tersenyum kala mendengar itu, perlahan ia kembali ke posisi awal sebelum beranjak.
"papa begitu menyayangi Gea bahkan terkadang aku juga iri dengan kasih sayang papa ke Gea". lagi lagi Xena terkagum melihat senyum Xean ya walau tipis tapi itu sangat tampan wehh.
"mama tuan?". tanya ze penasaran, sebenarnya ini lah intinya ia hanya ingin bagaimana cara seren memperlakukan Gea.
"Mama awal nya biasa saja, tapi lama kelamaan ia menyayangi Gea melebihi saya, tapi suatu saat karena ada kesalahpahaman yang akhirnya membuat rasa benci mama muncul kembali untuk Gea". ucap Xean
"kesalahpahaman?". Xena menyerngit kan dahi nya , ia penasaran kesalahpahaman bagaimana yang berakhir membunuh seperti ini.
"di mana Gea dan Bara di jebak oleh Axa, saya tidak tahu pasti mama begitu membenci Gea sampai-".
"sampai sampai tega membunuh Gea". terlihat Xena begitu marah itu terlihat dari sorot mata nya yang memendam sesuatu tanpa Xean ketahui.
"maksud kamu?".
"ya aku dapat kabar burung bahwa Gea menantu rumah ini kecelakaan dan itu bukan kecelakaan murni melainkan ada dalang nya yaitu nyonya seren,, apa itu benar?".
rasa nya lidah xean Kelu untuk menjawab pertanyaan Xena,
"kau tidak perlu menjawab nya, aku tidak punya hak untuk itu,, maaf dan terimakasih. saya permisi". setelah mengatakan itu Xena bergegas keluar dari kamar xean, dada nya Begitu sesak saat menahan ini semua.
__ADS_1
'kau akan mendapatkan balasan setimpal seren, nyawa harus di ganti dengan nyawa".