
6 bulan kemudian...
"Gea...nak ayo turun!!" Teriak wanita cantik itu dari lantai 1
Mendengar suara melengking itu berhasil membuat Gea turun dengan langkah pelan dan pandangan kosong penuh penyesalan dan kesedihan.
Tap tap tap (anggap aja suara tapak kaki Gea saat menuruni anak tangga)
"Ayo makan dulu oiya setelah ini bunda pergi arisan sosialita bunda" ujar nya sibuk menyiapkan makanan di atas meja tanpa menatap Gea
"Apa kamu mau ikut?" Tanya nya dengan wajah berseri-seri
Hanya gelengan kepala menandakan bahwa dirinya tidak mau.
Semenjak peristiwa kecelakaan itu membuat Gea merasa bersalah terhadap Xean Abang angkat nya yang Dimana Xean pria yang sangat baik yang mau bertanggung jawab atas apa yang tidak ia lakukan selain itu ada rasa kesedihan yang begitu dalam yaitu kasih sayang Xean terhadap dirinya Sedari kecil.
Seorang Abang yang begitu sempurna tidak pernah membiarkan Gea menetes kan air matanya.
Lihat mas kini kau membuatku menangis padahal kau dulu berjanji tidak akan ada air mata menghampiri ku, datang lah mas hapus ini kita akan hidup bahagia bukan?.
Tapi kini Tuhan berkehendak lain membuat Gea kehilangan bayi nya dan Xean yang tidak tahu Dimana keberadaan nya saat ini, hampa itulah yang ia rasakan.
Mengingat kejadian itu Dimana dirinya tidak bertemu dengan Xean setelah kecelakaan itu.
__ADS_1
"Mas.. mas"
"Hay anak cantik,,, bagaimana keadaan mu sekarang? Apa lebih baik?
"Di-dimana mas ku di mana Xean nyonya?"
Wanita cantik yang memang tidak muda lagi itu hanya diam tanpa menjawab
Tidak ada jawaban, gea berusaha bangun dari brankar nya
"Eh,,, mau kemana istirahat dulu kamu belum pulih nak".
"Aku mau ketemu mas ku nyonya"
Dokter masuk dan mengatakan "korban satu lagi sudah di bawa keluarga nya untuk berobat ke luar negeri karena korban luka parah"
Beralih menatap dokter tampan itu
"Ba-bayi ku bagaimana dok?"
Dokter tersebut menyerngit kan dahi nya
"Saat di periksa tidak ada tanda tanda ada janin di rahim anda"
__ADS_1
Serrrr
Tidak menangis dirinya hanya terdiam dengan pandangan kosong rasa bersalah dan penyesalan terus menusuk hati dan jiwa nya.
Apakah dia harus bahagia karena kini dirinya tidak menanggung beban ini, tidak. Anak ini tidak
bersalah ini takdir ku aku harus kuat walau xean-
***
"Nak ayo di makan" tegur wanita itu yang melihat Gea hanya termenung menatap sepiring nasi Nya
Anggukkan kepala sebagai jawaban
Gea beberapa bulan ini jarang mengeluarkan suara nya, entahlah dirinya terasa damai saat diam memendam semuanya, ya kadang ia berbicara hanya ketika dirinya ingin saja, tapi wanita cantik ini tidak pernah jenuh akan sikap Gea.
Gea merasa bersyukur ada orang yang mau memberi nya tempat tinggal senyaman ini.
Di saat Gea ingin pergi meninggalkan rumah besar itu selalu di larang oleh nya ya sebut saja janda cantik yang tidak muda lagi itu dengan Diana seorang janda kaya yang tidak memiliki anak.
Bukan karena tidak ada alasan dirinya membawa Gea masuk kedalam rumah nya ya salah satu nya Diana kesepian, memang memiliki banyak uang dan harta tetapi kebahagiaan bersama keluarga yang tidak dia dapat kan 4 tahun ini semenjak suami dan anak nya meninggal di kecelakaan.
Melihat Gea anak muda yang malang itu sungguh iba tidak memiliki keluarga sama seperti dirinya dengan senang hati Diana membawa nya pulang agar di rumah besar itu tidak kesepian walaupun ada beberapa pelayan.
__ADS_1
Entah mengapa di beberapa pertemuan nya dengan Gea membuat Diana tertarik dengan gadis muda itu.
Semenjak itu lah Diana menganggap Gea seperti anak nya dan berharap suatu saat nanti saat dirinya sudah tiada Gea mampu mengurus perusahaan dan properti lainnya peninggalan keluarga nya