
waktu begitu cepat berlalu dari menit kini sudah berganti jam, Xean begitu tak sabar menanti sang pujaan hati yang berkedok adik,opsss.
"hmmmm" deheman Richard mengalihkan perhatian Xean yang bermondar mandir di depan toilet
"mama mu sudah mendapatkan darah" lanjut Card seraya melangkah masuk ke dalam toilet
Xean melongo mendengar ucapan Uncle nya
"hah benar kah?" ujar Xean segera nyusul card ke dalam
"keluar lah apa kau mau melihat kekar ku?" ucap Card melihat Xean berdiri di samping nya
pipi Xean sedikit memerah
"eee iya aku akan tunggu di luar" Xean segera keluar meninggalkan card di dalam
di luar toilet Xean bermondar mandir menunggu card yang sembari tadi belum juga keluar
"lama benerrr" kesabaran Xean kian menipis ia langsung berlari kecil menuju kamar inap seren.
setibanya di kamar tersebut Xean melihat wajah lega dokter.
"syukur lah Xean akhirnya nyonya Seren kondisinya sudah stabil, tuan Richard datang tepat waktu membawa darah nya". jelas dokter segera berlalu dari hadapan Xean yang terdiam.
Ada rasa bahagia saat mengetahui kondisi mama nya tapi di sisi lain dirinya sedih tidak dapat menemukan wajah cantik yang ia rindukan.
Di seberang.
Gea sedang mencari cara bagaimana bisa kabur dari apartemen ini yang kebetulan ia tinggal di lantai 20 seluruh pintu di jaga ketat oleh anak buah Axa karena pria itu keluar kota karena ada dinas mendadak selama seminggu.
Berat hati meninggalkan istri nya entah galau karena rindu atau galau karena tidak dapat menyakiti nya lagi.
__ADS_1
"ayo Gea jangan nyerah ini sudah telat 5 jam kau harus bisa keluar". ucap Gea berpikir keras di sepanjang jalan menuju dapur karena tiba-tiba perut nya merasa lapar.
"ahaa" ide cemerlang muncul di otak kecil itu
ceklekk
"Anda mau kemana nona?" tanya pria berbadan besar berkepala botak.
"aku mau meminta kalian membelikan ku mie Bandung". ujar Gea santai
ketiga penjaga itu saling bertatapan
"mie Bandung? apa harus beli mie nya di Bandung nona?"
"terserah yang penting mie Bandung, aku tahu ya beda yang mana mie Bandung yang mana tidak, berani macam macam atau berbohong aku dapat pastikan kalian mendapatkan amukan suami ku" ancam nya menarik sudut bibir nya.
"baiklah nona"
"kau tinggal lah disini untuk menjaga nona Gea, ingat jalan sampe kebablasan bisa mati kita".
Gea hanya diam memperhatikan percakapan mereka bertiga
Sudah hampir enam jam Xean menunggu Gea di bandara tapi belum juga ada tanda-tanda kehadiran wanita itu.
"GE, are you okey?". Xean mulai khawatir, hari mulai gelap tapi Gea belum juga tiba
drttt drttt
"hallo, kapan kau kembali? kak Alison membutuhkan mu" ucap Card di seberang sana
"iya cle, aku masih menunggu Gea"
__ADS_1
"apa? sudah malam Xe mungkin dia tidak jadi kesini pasti suami nya melarang" ujar Card membuat Xean lemas, apakah hari ini lagi dan lagi harapan itu akan pupus kembali?, pikir nya.
"mas Xean" teriak Gea dari kejauhan melambaikan tangannya
Xean langsung membalikkan badannya mencari sumber suara
"mas" lambaian tangan Gea yang sudah di tangkap oleh Xean
dengan cepat kaki tungkai nya melangkah menghampiri wanita yang selama ini ia rindukan
berlari kecil, dekat semakin dekat Gea berhamburan memeluk tubuh kekar itu, aroma khas tubuh Xean selalu membuat nya nyaman di dekatnya.
rencana demi rencana Gea susun menghasilkan buah yang manis yang membawa nya bisa sampai disini
Di perjalanan menuju rumah sakit Xean tak hentinya menceritakan betapa rindunya diri nya kepada Gea membuat wanita itu geli mendengar nya. Terhibur, itu lebih dari cukup untuk mengobati luka nya.
"mas kira kamu GK jadi datang GE GK di izinkan sama suami status mu" ujar pria itu sembari tadi tak melepaskan tangan Gea, walaupun wanita itu adalah istri orang itu Xean tidak mempedulikan intinya Gea adalah Gea nya milik Xean pragupta.
tersenyum tipis "tidak mungkin aku mengingkari janji mas" jawab nya, Gea sengaja menghindar xean membahas Axa.
huekk
Xean merasa mual
huekkk
Gea pun ikut mual
"kalian kenapa?" tanya nya bingung
melihat kedua ponakan sedang berlomba lomba siapa yang paling banyak mual.
__ADS_1
huekkk
kedua nya mual bersamaan sembari lari ke toilet.