
Di rumah sakit
Xean tak henti hentinya menjadi mak-mak bawel kepada anak nya, membuat Gea heran padahal dirinya baik baik saja tetapi di perlakukan layak nya pasien yang butuh penanganan dan perhatian.
"mau apa sayang? butuh apa? biar mas ambilin". ucap Xean saat melihat gea ingin duduk dengan sigap ia membantu sang istri.
bukan tanpa sebab Xean berperilaku seperti itu pasalnya tadi sebelum menuju rumah sakit Gea mengeluh sakit nan amat sangat di bagian perut Nya, suami mana coba yang tidak panikan mendengar keluhan seperti itu.
tok tok
suara ketukan pintu dari luar ruangan Gea.
"ishh siapa lah yang datang mengganggu ketenangan istri ku ha". umpat kesal Xean di sepanjang jalan menuju pintu.
ceklekk
"uwhh kalian". Xean memasang tatapan malas nya "apasih salahnya langsung masuk tuan dan nyonya, kalian benar benar menghabiskan sepuluh kalori ku menuju kesini". kesal Xean melihat dua Wajah sepasang kekasih itu siapa lagi kalau bukan Dita dan Bara.
Dita menutup mulut nya tak percaya sungguh lebay bos nya ini entah di mana wibawa yang selama ini dan kalau boleh tahu segi mana yang di kagumi semua wanita ha.
Bara hanya diam memperhatikan ia tipikal tidak akan bicara banyak kalau tidak penting kecuali bersama Dita.
"astaga sir itu berlebihan,,,lagian kalori kok di pelihara? kambing dong kalau dah gedek dijual eh dapat duit bisa kayaaaa tuh". celetuk Dita tak habis pikir dengan bos nya kenapa pria itu kini semakin cerewet saja, apa mungkin kebanyakan makan SOP buntut kali yak.
"tanpa kambing pun aku sudah kaya". ucap Xean membanggakan diri nya dan segera berbalik berjalan menuju istri tercinta yang siap menunggu pangeran tampan ini, pikir nya.
Gea terdiam masih bingung kenapa bisa ada Bara di kamar nya dan mas Xean kenapa mengizinkan pria itu masuk padahal ia tahu semuanya. melihat perubahan di wajah Gea membuat Xean mengelus dahi nya dengan lembut.
"pasti kamu bertanya tanya kenapa ada dia disini kan? kenapa mas izin Kan dia masuk kan dan masih banyak lagi pertanyaan yang ada disini". ujar Xean lembut sembari mengecup kening Gea.
"aaaa manis nya". sela Dita yang melihat perhatian Xean,, huu sungguh terhuraaa
cupp
__ADS_1
tak segan-segan Bara mengecup kening Dita di hadapan semua orang membuat si empu memerah.
"GE". panggil Bara kepada wanita yang acuh duduk di brankar nya.
"apa aku boleh mengatakan sesuatu". tak ada sahutan dari Gea
"Gea Zulaikha". panggil Bara yang masih sabar
"pergi lah dari sini aku muak melihat wajah mu kau jahat bara kau jahat kau lah pria yang aku Kagumi tapi apa balasan mu untuk ku kau—" Gea tak tak sanggup melanjutkan perkataannya, kini air mata yang ia tahan sembari tadi saat melihat bara kini terjun bebas tanpa akses
Xean tak melerai biar kan saja Gea melepaskan sesak nya selama ini ia hanya bisa mengusap punggung Gea agar wanita itu tidak membahayakan kondisi dan bayi mereka.
"bukan aku yang jahat GE bukan aku yang melakukan nya aku tidak pernah ingin menjebak dirimu". Bara menatap Gea yang sesegukan di dalam pelukan Xean.
mendengar itu Gea menatap Bara
"kalau bukan kau siapa bara?siapa?". teriak Gea meminta penjelasan
"Axa kaynan pria itulah yang menjebak ku malam itu GE dan aku bersumpah aku tidak pernah menyentuh mu aku hanya tahu setelah bangun aku hanya tertidur di samping mu". jelas Bara dimana ia berusaha mengingat keras kejadian di malam itu.
deg
deg
"ha-hamil ta-tapi bagaimana mungkin aku tidak menyentuh mu Gea". lirih bara sendu
"sayang tenang lah kendali kan diri mu" ucap Xean Seraya memberi minum ke Gea
"maaf aku menyela aku ingin mengatakan sesuatu yang selama ini aku simpan". ujar Xean pelan membuat perhatian Bara, Dita,Gea dan Diana beralih menatap nya.
"kamu tidak hamil hari itu sayang aku aku hanya mengerjai mu karena aku sangat marah ketika ada lelaki mendekati mu dan waktu aku mengetahui kamu seperti itu— blablabla blablabla ". Xean menceritakan kronologi nya dari awal sebelum mereka berdua kecelakaan.
setelah beberapa menit
__ADS_1
"apaa!,, berarti a-aku masih virgin dan". ujar Gea menatap Xean menyipitkan matanya
"i-iya waktu itu kamu memang masih virgin di mana di malam sebelum pernikahan mu dengan Axa aku tersenyum penuh kemenangan bahwa aku lah merenggut nya". bangga Xean kepada dirinya.
Gea sedikit kecewa kenapa ada orang yang begitu tega mempermainkan dirinya seperti itu sampai sampai ia sendiri tidak mengetahui nya, dan berarti? a-anak yang ku maksud sebenarnya tidak adaa
"kamu jahat mas". Gea menangis sesenggukan
"maaf sayang, laki laki akan melakukan apapun untuk mendapatkan cinta tapi aku akui aku salah maaf.. lagian kamu sudah jadi milik ku sekarang dan tidak bisa pergi dari ku untuk selamanya". kata Xean memeluk gea Walau wanita itu berontak berusaha melepaskan diri dari pelukan Xean
Diana begitu pusing dengan perbincangan mereka sedari tadi, mendengar nya saja ia sudah pusing gimana jadi tokoh nya bisa bisa mati bunuh diri karena GK sanggup menjalankan drama kehidupan yang di buat kan suami laknat nya itu.
"Bara" panggil Gea kini semua mata beralih menatap Gea
"maaf aku minta maaf karena perlakuan ku kepada mu selama ini". ujar Gea menyesal telah menyamai pria di hadapannya dengan pria yang bernama Axa itu.
"tidak apa ge, aku sudah memaafkan mu dari lama lagian itu kesalahpahaman ". sahut Bara tersenyum ramah.
"oiya GE aku ingin mengatakan hal penting sangat penting". ujar Dita bersemangat
"apa itu". Gea kepo Xean pun tak kalah kepo
"aku dan bara Minggu depan akan menikah, yeeee". sorak Dita
"wahh selamat yaa".
"wow ternyata laku juga ya wanita bentukan kek gini". ujar Xean mengejek Dita.
"heh sir gini gini saya juga cantik ya, jahat bener tuh mulut herann". kesal Dita menatap Xean.
sedangkan di ruangan VIP lainya
Vivi sedang menangis cemas untuk putra nya karena sembari tadi sang putra belum juga membuka mata nya. Saat mengetahui siapa dalang dari semua ini tak henti nya Vivi mengeluarkan sumpah serapah untuk ponakan tercinta almarhum suaminya itu.
__ADS_1
"kurang ajar kamu Bara, tega kamu melakukan ini kepada adik mu sendiri ha?.
"kalian temukan Bara di mana aku ingin berbicara kepada nya". titah Vivi kepada ada buah nya