
"zegraf".
"ya mami".
kedua ibu dan anak tersebut sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk zegraf
"apa ze sayang sama mami?". mungkin pertanyaan bodoh yang seorang ibu lontarkan untuk putra nya
beralih menatap sang mami yang berada di sebelah nya
"mami hidup ze mami dunia ze mami cinta ze, ze begitu menyayangi mami sangat sayang. sayang nya tak terhingga sepanjang massa". dengan antusias bocah laki-laki itu merentang kan tangan nya.
tanpa sadar cairan bening itu menetes dari mata indah milik dokter Celsie.
"ze". panggil nya lagi. "ketika suatu saat mami melakukan kesalahan besar yang membuat hati nya anak mami terluka apa ze masih mau memaafkan mami sayang?". begitu lembut suara Celsi saat berbicara kepada ze membuat bocah itu begitu menyayangi mami nya.
"mami". perlahan tangan kecil itu meraih tangan Celsie. "mau itu kesalahan besar atau kecil ze akan selalu memaafkan mami karena apa? karena mami adalah mami ze tanpa mami ze tidak akan ada di dunia ini". kala mendengar itu tangis nya pecah lalu segera memeluk buah hati nya.
andai kamu tahu sayang aku lah yang telah memisahkan mu dari keluarga mu, apa kamu tetap akan mencintai mami nak?
di sisi lain
"ayo nanti mau di bacakan dongeng apa". tanya cus saat ini sedang bermain boneka Barbie bersam zevilsya.
"apapun itu asal cus yang bacakan ze selalu suka".
"kalau mommy yang membacakan nya gimana?". tanya cus membuat gadis kecil itu melirik nya sedih.
"ze mauu kalau mommy yang bacakan?"
hanya anggukan pelan.
"tapi bagaimana cus? mommy kan tidak tinggal disini mommy GK mau kesini". jawab nya sedih
"cus punya rencana". ujar cus menaikkan turun kan alis matanya.
"apa tuhh". cepat cepat gadis itu duduk di pangkuan cus.
swswsswswswsw (anggap saja suara bisikan cus Kepada ze)
"nah gimana? ze mauuu?".
"mauu cus".
"ayok Tos".
"toss".
__ADS_1
"tapi cus". sela ze
"iyah sayang?".
"ze sedih karena GK bisa ketemu cus lagi". wajah ze cemberut dan itu sangat menggemaskan bagi cus
"tenang sayang kan kita bisa vc". ujar cus memperlihatkan ponsel nya
"iayyaya"..
...****************...
Malam ini di hadapan xean, loli dan zevilsya. Caca ingin mengutarakan maksud nya.
"ada apa ca?" tanya loli heran saat melihat wajah sendu Caca yang terus melirik ze yang ada di dalam pelukan xean.
"begini tuan dan nyonya saya ingin meminta maaf atas kesalahan saya yang tidak sengaja maupun sengaja dalam mengasuh nona muda ze".
"saya ingin resign dari pekerjaan ini tuan, nyonya". jelas Caca menatap takut
"apaa?".
"apa selama ini gaji yang saya berikan kurang?". ekspresi datar penuh penekanan semakin membuat detak jantung Caca tidak normal
"bukan begitu tuan,,,ini sudah lebih dari cukup gaji yang telah tuan dan nyonya berikan tapi saya harus kembali karena ibu saya sedang sakit ia mengalami kecelakaan tuan". akting buaya tapi berhasil membuat mereka percaya dengan air mata Caca.
"masih koma nyonya".
"yasudah kalau itu kemauan mu, kapan kau berangkat dan di mana ibu mu sekarang?" tanya xean
"besok pagi tuan, itu tuan rumah ibu saya ada di desa kecil yang ada di Perancis"
ya Tuhan seperti nya aku cocok menjadi aktor pembohong nih, akting ku sangat baik bukan.
"cusss". ze merentang kan tangan nya meminta gendong
🌚
"apa malam ini pertemuan terakhir kita cus".
"Iyah sayang nya cus". ujar cus seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh ze. "ingat ze tidak boleh sedih kalau ze menangis ze akan gagal membawa mommy kesini".
"Iyah GK nangis kok". sekuat tenaga ze menahan tangisnya yang membendung air matanya
berselang beberapa menit
akhirnya ze tertidur dalam pelukan cus
__ADS_1
perlahan cus menyingkirkan tangan ze dengan hati hati takut menganggu tidur princess nya.
"semua berjalan sesuai keinginan nyonya" pesan singkat yang cus ketik untuk Xena yang kebetulan sedang bersenang-senang di club milik zaka.
"kerja bagus, ingat pesawat mu jam 8 pagi"
"hyy cantik, kelihatan nya kau sedang bahagia ya". tiba tiba zaka baru saja muncul dari belakang dan langsung merangkul pundak xena. Dengan spontan Xena menyiku perut zaka membuat pria tampan itu meringis
"akhhh" ringis zaka memegangi perutnya. "kenapa tidak di sini saja sayang". ujar zaka mengalihkan tangan ke arah si kekar
melihat itu Xena memutar malas bola matanya.
"ehh kau mau kemana?" teriak zaka memanggil Xena berjalan keluar
"pulang".
...
untung saja malam ini dirinya tak begitu mabuk sehingga masih aman mengendarai mobil nya sendiri.
kala Xena ingin masuk ke dalam mobil nya tatapan nya berhenti saat melihat seseorang di seberang sana
"Axa". gumam nya tanpa berkedip.
entah angin apa yang baru saja melintas membuatnya tiba tiba menoleh mencari siapa yang baru saja memanggil nama Nya.
"Gea? apa itu Gea? dia masih hidup? tapi..". Axa menatap xena begitulah sebaliknya.
dua detik tiga detik
mereka bertatapan
di saat Axa ingin menyebrang untuk menghampiri Xena, tiba tiba saja Xena sudah menghilang dari hadapan nya.
"kemana dia? itu siapa? Gea atau Xena ? Gea sudah mati kan? berarti itu xe-xenaa?".
di dalam mobil dengan detak jantung yang tidak dapat di kondisi kan Xena mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"A-Axa,, kenapa aku bisa bertemu nya haa? kenapa hiks hiks". Xena memukul mukul stir mobil nya. "lupakan pria itu Xena! ingat kau lah yang meninggal kan nya kau lah yang pergi,, jangan ganggu dia". teriak Xena penuh air mata.
titttt titttt
brukkk
Xena membanting setir mobil nya sehingga keluar jalur,
"ya ampun Xena apa yang kamu lakukan? apa kau mau mati ha? ingat misi mu belum selesai". teriak kesal Xena kenapa bisa dirinya tidak dapat mengendalikan emosional nya.
__ADS_1