
bugg
satu Bogeman dari Xean untuk Bara yang kini sudah berdiri di depan nya
"ku kira kau tak mengenali ku Xean" ucap Bara memegang sudut bibir
"kamu GK apa-apa bar?" tanya Dita memegang pipi bara
Bara mengangguk menatap lembut wanita nya
"apa kabar Xean pragupta, sudah lama tak bertemu". lanjut Bara menyodorkan tangannya
Xean menepis kuat tangan bara
"laki-laki brengsek"
buggg
"bajingan"
ujar Xean memegang kerah kemeja Bara dengan penuh kemarahan yang selama ini tertahan
Dita tak mampu melerai keduanya ia hanya menangis menutup mulut nya dengan telapak tangannya
bugg
"cukup sir sudah jangan i-ini sebenarnya ada apa? kenapa ha? dan kalian sudahh Saling mengenal? " ujar Dita bingung menatap Xean dan Bara bergantian
untung saja ruangan yang di booking Xean private jadi tak ada gunjingan gunjingan atau mata mata yang menatap orang terhormat itu.
"jadi ini pacar mu Dita?" tanya Xean melirik ke arah Dita, di jawab anggukan
"cihh, kau tahu dia pria brengsek, bejat". ungkap Xean membuat Dita yang tahu maksud Xean kalau kekasih nya pemain wanita haus akan tubuh wanita hanya terdiam menunduk.
"pria terhormat yang ada di sebelah mu tidak pantas mendapatkan wanita seperti mu karena apa? karena dia telah membuat mimpi seorang wanita hancur". lanjut Xean menggeram
Bara yang sembari tadi diam tak dapat menahan kesabaran nya lagi
buggg
bara memukul perut Xean
"bukan aku yang melakukan nya? aku tak serendah itu untuk menjebak wanita agar tidur di ranjang ku". jelas Bara marah
menjebak? tidur?
gadis pintar itu hanya diam mencerna perkataan mereka
"buktinya" jawab Xean senyum mengejek
"pria brengsek seperti mu mana mau ngaku dengan hal yang biasa seperti itu apalagi WANITA DAN RANJANG adalah HIDUP NYA" lanjut Xean menekankan kata wanita dan ranjang dan hidup nya
gigi mengeras hingga menghasilkan bunyi
"dia yang brengsek" ucap Bara memegang kerah kemeja Xean dengan erat, Xean dapat melihat di mata itu penuh penyesalan.
"dia menjebak ku bukan aku yang melakukan nya dan satu hal lagi aku tak pernah menyetubuhi Gea".
serrrrt
"maksud mu apa Bara?" teriak Xean mendorong tubuh kekar itu
" Axa kaynan, dia lah pria yang pantas kau panggil brengsek, bajingan. bukan aku Xean". ungkap Bara cukup sudah ia menahan ini semua.
"jaga ucapan mu Bara".
"kalau kau tidak percaya lihat ini" ujar Bara menyerahkan bukti berupa video cctv, video pengakuan dari anak buah Axa yang berhasil ia temukan 1 bulan yang lalu setelah 1 tahun lama nya penantian.
setelah melihat itu Xean benar benar marah ia langsung berdiri hendak keluar dari caffe itu.
"mau kemana?"
"menghampiri Gea aku harus memberi tahu nya soal ini dia tidak boleh menikah itu tidak boleh"
__ADS_1
"Axa pria yang licik pasti dia tidak bakal mengijinkan Gea bertemu dengan mu"
"maka aku akan lebih licik dari nya "
" udah deh sir jangan gegabah nanti malah semua nya berabe kita harus menyusun rencana agar mereka tidak jadi menikah" Dita bersuara membuat dua laki laki itu menatap serius ke arah nya
pinter juga nih honey ku, makin sayang deh muahhhh
tahan Bar ntar di mobil kita comot yak.
.
.
.
HARI PERNIKAHAN
pernikahan yang di nanti pun telah tiba di sambut kebahagiaan tiada Tara untuk mereka semua kecuali Xean, Dita, dan Bara entah mereka pura-pura bahagia di luar tapi di dalam punya seribu cara untuk membatalkan pernikahan itu
"ingat kalian tidak boleh mengizinkan pria ini dan wanita ini hadir dalam acara ku" titah Axa memperlihatkan foto Xean dan Dita
"mereka licik kalau bukan mereka yang mengacaukan bisa jadi anak buah atau suruhan nya maka dari itu berhati-hatilah dan segera amankan orang orang yang mencurigakan menurut kalian".
lanjut nya di jawab anggukan
Axa menyiapkan ini semua untuk berjaga-jaga ia hanya takut Xean mengambil Gea nya lagi entahlah dia hanya berfirasat bahwa semua nya akan tidak baik-baik saja.
di kamar
gea yang sudah selesai berdandan ia tinggal menunggu aba aba untuk turun ke bawah, akad yang di adakan di rumah besar Axa dan resepsi di hotel milik Diana begitu lah kesepakatan bersama.
dada Gea berdebar-debar hebat rasanya jantung itu akan melompat keluar.
hufff
mengatur nafas nya
"mas Xean bawa aku lari dari sini aku aku tidak ingin menikah". gumam Xean yang terdengar oleh vivi
bagaikan di sambar petir di siang hari mendengar perkataan calon menantu nya
"a-apa? Gea tak ingin menikah dengan Axa?" ujar nya di balik pintu seraya memegang jantung nya
"ini tidak boleh terjadi semua sudah siap Gea harus menikah dengan Axa apapun yang terjadi kalau pernikahan ini batal bisa-bisa aku dan Anak ku bisa malu karena ulah nya itu". lanjut nya segera melangkah pergi
"bagaimana apa Gea sudah siap?" tanya Diana melihat Vivi sudah turun
"i-iya sudah"
"kau sehat? kok pucat?"
"i-ini aku hanya deg deg an, biasalah " kilah nya meyakinkan Diana
"ya sudah aku ingin melihat anak ku dulu". sela Diana hendak naik ke atas
"no" tahan Vivi mencegat dengan Diana
"why?"
kalau Diana naik bisa-bisa Gea menceritakan keinginan untuk tidak menikah Diana yang begitu menyayangi Gea pasti menuruti kemauan anak itu
"Vi". panggil Diana
"ituh eee Gea bilang dia ingin sendiri dia ingin menetralkan detak jantung biasalah manten baru".
Diana mengangguk paham
di seberang
rencana 1 sudah di jalan kan oleh anak buah Axa sesuai rencana Dita yang meletakkan buah pisang di knalpot mobil itu.
"ehhh" mobil pak penghulu mogok
__ADS_1
"tidak bocor" ujar nya memeriksa ban mobilnya
mengecek mesin
"aman tapi kok GK mau hidup ya?" ujar nya bingung
"rencana 1 berhasil, rencana 2 berhasil" Dita mengirimkan pesan di grup wa nya bersama Xean dan Bara
"tuan tuan seperti nya tuh pisang Mateng deh kenak kentut knalpot nya"
(rencana dua ialah berhasil membuat ponsel pak penghulu mati)
Bara yang sedang berada di sebelah Axa tersenyum
"kesambet ntar senyum senyum sendiri" ucap Axa melihat Bara senyum senyum membaca pesan Dita.
"yaelah nih manten iri bet heran gue"
"biarin, lu kapan nyusul?"
"ntar lagi nyusul sabar calon gue lagi demen main main nih"
"eh temenin gue ke WC yuk" ajak Axa
"hah idih mandiri lah dah mau nikah juga".
"Harini doang bar besok-besok ya binik ada kasih kesempatan terakhir buat nemenin gue ke WC mana tahu Lo demen Ama yang panjang panjang dan kekar".
"yaelah ribut lu"
Dengan gerakan malas akhirnya Bara menurut
"asik bener Ama tuh ponsel"
"iya Dongs wewek gue ngasih yang awwww" iseng Bara menaik turunkan alis matanya
"loh kok kita ke gudang bukan nya ke WC" tanya bara yang baru sadar
"kan kita mau main di gudang ntar ketahuan kalau main di kamar". jawab Axa menyeringai
melihat itu bara sedikit curiga dengan sahabat nya
buggg
pukulan keras yang mendarat di pundak Bara membuat Bara terjatuh dan perlahan-lahan kehilangan kesadaran
"permainan baru di mulai Bara, dan lo mau ancurin? karena Lo sahabat gue kali ini gue GK ngebunuh Lo" ujar nya mengelus kening pria yang sudah pingsan itu
"kalian bawa dia kedalam jangan sampai dia membuat keributan hingga pernikahan ku selesai". titah nya kepada anak buah nya
Axa mengambil ponsel Bara yang sudah terbuka lalu mengetik kan pesan
permainan akan segera di mulai tidak ada yang bisa menghalangi ku termasuk kalian bertiga (send)
Axa juga mengirim Pap diri nya ke grup dengan jempol berbetuk mantap.
berapa terkejut nya Xean dan Dita
"brengsek Lo Axa" teriak kesal Xean melempar wine di tangannya
segera berlari memasuki mobil nya menuju ke rumah Axa
Dita melakukan hal yang sama ke rumah Axa untuk menyelamatkan Kekasih nya Bara
"semoga semua nya baik baik saja" tak henti-hentinya wanita itu berdoa di sepanjang jalan
di rumah Axa
"bagaimana para saksi?"
sah
sah
__ADS_1
sahh