
pagi pagi sekali Axa sudah terbangun dari tidur lelap nya, ya mungkin karena kelelahan yak akibat olahraga panas yang mengurus tenaga.
ia terkejut mendapati seseorang di dalam pelukan nya terlebih lagi dirinya dan wanita itu tidak memakai busana walau sehelai pun.
berusaha mengingat kembali kejadian tadi malam, memastikan apakah ini mimpi atau fakta.
mencubit pipi nya sendiri dan-
"awww". pria tampan itu meringis kala pipi nya dapat merasakan sakit.
"i-ini fakta? bukan mimpi?". terlihat raut wajah Axa yang berbinar binar seraya mengerat kan pelukan nya.
"setelah ini aku harap ada Axa junior supaya kau tidak akan berpikir untuk meninggalkan ku lagi sayang". gumam nya pelan takut membuat Celsii terbangun.
cupp
kecupan hangat penuh cinta Axa darat kan di ubun-ubun kepala cel tidak lupa ia mengucapkan doa dan harapan.
entah lah ada rasa empuk bagian tangan pria itu saat memeluk Celsi yang sedang terlentang.
"aku ingin melihat nya, apa boleh sayang?" tanya Axa pada dirinya sendiri, ia begitu kepo bagaimana rupa molek nya gunung empuk yang ada di bawah tangan nya.
"pasti boleh kan karena mulai saat ini dia milik ku dan untuk selamanya dia akan menjadi milik ku". bertanya sendiri menjawab sendiri itulah Axa saat ini, sifat gengsinya hilang seketika.
1
2
demi apa jantung Axa berdegup kencang saat tangan nya perlahan membuka spray yang menutupi tubuh polos itu.
3
tersibak lah spray itu, menyuguhkan pemandangan luar biasa untuk Axa pagi ini, tanpa berkedip pupil mata Axa menatap lapar ke arah p*ting bewarna pink kecoklatan.
perlahan tangan kekar itu menggapai benda tersebut,
lembut
putih
mulus
__ADS_1
padat
sesuai
itulah deskripsi Axa seraya meremas pelan membuat si empu hanya meleguh pelan
ughhh
mendengar itu Axa spontan menarik tangan nya, akhhh tapi tidak bisa ia menganggur kan dua benda kenyal yang asik menyapa nya. menyentuh p*Ting nya sedikit menekan nekan, sekilas teringat kejadian panas tadi malam.
akhhh tanpa sadar batang bawah itu mengeras
Axa mengumpat sang adik mengapa dirinya begitu lemah saat ini Padahal bukan pertama kali nya ia melihat dan menyentuh nya.
tanpa sadar kini Axa sudah menjadi Bayi ya Bayi gedek, merasa tidak adil karena pria itu hanya memiliki satu mulut saja. Axa bagaikan bayi lapar begitu rakus saat mencendot permen pink nya sedang kan tangan nya juga ikut memain kan puncak puncak permen pink itu.
merasa ada yang mengganggu tidur nya, cel perlahan membuka mata nya, ingin berteriak ingin memukul Ingin mencabik pria yang sudah berani melakukan ini pada nya.
tapi karena malu cel hanya menutup mata nya kembali dan menikmati permainan suami nya.
akhh aku sudah tahan,, kenapa kau begini Axa semakin membuat ku...
"kau menikmati permainan ku kan?" tanya Axa menaik turun kan alis matanya
tidak dapat di pungkiri apa yang dikatakan Axa itu benar, membuat pipi celsi memerah Semerah tomat
"akhhh,, Axahh". ujar Celsi sangat seksi kala tangan itu sudah mencapai di bawah
"jawab,, kenapa kau tidak mau membuka mata? atau aku akan membuat mu bekerja keras lagi pagi ini mungkin lebih dari tadi malam". ujar Axa menggoda.
membuat tubuh Celsie meremang mendengar nya "ya a-aku malu membuka mata". jawab Celsi tanpa berani menatap mata Axa yang kini sudah berada di atas tubuh nya.
tersenyum gemas melihat Tingkah lucu Celsi.
humpp
Axa menyumpal mulut Celsie dengan mulut nya saat wanita itu hendak berbicara kembali.
kedua nya sama larut dalam permainan Axa, begitu lembut berbeda dengan tadi malam tidak lembut juga tidak kasar.
"apa baru aku yang menyentuh mu?". tanya Axa menatap dalam wajah cel
__ADS_1
degg
wanita itu hanya mengangguk pelan
"apa aku yang merenggut nya? dan kau masih..?".
bukan tanpa sebab Axa bertanya seperti itu, saat dirinya menjelajahi Setiap inci Tubuh itu ia mendapati ada noda bercak darah di sana,
Celsi mengangguk seraya menetes kan air matanya,
"terimakasih telah menjaga nya".
ada rasa bahagia dan ucapan syukur yang Axa ucap kan untuk maha pencipta karena telah memberikan wanita yang masih bisa bisa menjadi kesucian nya hingga kini.
"apa kau menyesal karena telah memberikan nya kepada ku?".
Celsi tidak menjawab pertanyaan Axa,
"jangan menangis aku tidak ingin melihat orang yang aku cintai menangis".
mendengar itu Celsi menatap mata Axa
"katakan jangan menyimpan nya sendiri". ujar Axa, ia tahu saat ini Celsi ingin mengatakan sesuatu
"a-aku takut aku hamil dan tidak ada pria yang mau dengan ku lagi karena k..". belum sempat Celsi meneruskan kalimat nya
Axa lebih dulu menyela nya
"kau milik ku saat ini dan untuk selama-lamanya, dan aku berharap semoga Axa junior segera hadir di dalam hidup kita agar zegraf memiliki adik".
"tapi kita sudah bercerai"
"siapa yang mengatakan itu ha? tidak akan ku biar kan kalian pergi dari hidup ku".
"terus kenapa kau pergi meninggalkan kamu berdua selama ini".
"aku hanya mencari situasi yang tepat untuk memperbaiki itu,, aku tidak mau menemui mu dalam keadaan masih marah".
"aku mencintaimu Celsi".
cupp
__ADS_1