My Heart Brother

My Heart Brother
49. rencana


__ADS_3

degg


degg


"hahaha bisa aja bercanda kamu Xean". ucap Lolita tertawa sumbang


"aku tidak tertarik bercanda dengan mu". ujar Xean dengan ekspresi datar membuat seketika tawa loli terhenti


"mau percaya bagus kalau tidak terserah mu". lanjut Xean


"ta-tapi bagaimana mungkin? kalian?". ujar loli menahan gejolak api di hati nya.


"kau seorang model internasional kau di kenal melalui media tapi kenapa kau tak eksis dengan media mu ha?"


sedikit geram mendengar tutur Xean, loli berteriak memanggil kak say yang asik menelpon tanpa memperdulikan nya sembari tadi.


"kak say!!!!" teriakan yang menggema di dalam toko itu berhasil membuat kak say terperanjat kaget mendengar nya.


"ya ampun apa yang terjadi loli? kenapa harus berteriak memanggil—" belum sempat kak say melanjutkan kalimatnya ia pun ikut berteriak setelah melihat siapa di hadapannya.


"aaaaaaa".(teriak kak say dengan menutup telinga dan matanya seperti ketakutan melihat hantu


plakk


tamparan keras dari loli berhasil membuat kak say sadar.


"kau gila". geram loli.


"mana ponsel ku". ujar loli


"kenapa lama sekali ha? dasar lamban" loli sudah tak sabaran melihat media sosial nya sudah seminggu berarti sudah begitu banyak berita tranding yang ia lewati semasa jadwal pemotretan yang padat.


Xean belum ingin pergi meninggalkan loli karena pria itu ingin melihat reaksi wanita itu setelah mengetahui semua nya.


"duduk lah" Xean menyerahkan satu kursi untuk istrinya yang sedang hamil.

__ADS_1


Kedua anak kandung Alison pragupta menikah?


setalah melihat berita itu loli beralih menatap Xean dan Gea bergantian.


"ka-kalian sudah? menikah?".


huhh sungguh sakit sekali saat menyampaikan kata-kata itu, tersenyum getir


"kau tega merenggut nya dari ku GE? padahal kau tahu aku mencintai nya dari kecil". ucap loli masih dengan suara lembut menatap lirih ke arah Gea


"kenapaaa? ha GE jawab? apa aku pernah jahat padamu?" teriak loli terbawa emosi


"cukupp loli". bentak Xean berdiri di hadapan loli


"Xe,Xean a-apa selama ini aku jahat? kenapa semua nya Pergi meninggalkan ku dan k-kau tahu kalau aku menyukai mu dari dulu hanya kalian yang aku punya tetapi kalian lah yang menikung ku". loli terisak


"dan kau" beralih menatap kak say yang sudah ikut menangis juga ."kau sudah tahu?" tanya nya di jawab anggukan kepala oleh kak say.


tersenyum getir


tangan lentik loli mendarat di pipi mulus kak say.


"aaaa loli aku kok di tampar hiks hiks,, kan GK salah mereka yang salah".


......................


"lihat kan dia yang datang kemari untuk meminta maut nya datang". ujar Axa terbahak, suara nya begitu menggema sangat mengerikan membuat siapa saja yang mendengar nya akan merinding.


"sudah cukup baik aku memberikan kalian kebahagiaan hidup berdua tanpa beban tapi tidak untuk sekarang kalian harus membayar nya dan? ya! dan juga bayi kalian. hahaha".


Siang itu di ruangan nya Axa sedang bersantai seraya meneguk wine untuk merayakan kedatangan orang spesial yang ia nanti beberapa bulan ini,


—plan B. (send)


Axa mengetik pesan singkat itu untuk seseorang yang memulai ini semua.

__ADS_1


...----------------...


"huhhh akhirnya sampai ya mas" Gea lega akhirnya ia bisa sampai di tanah air tercinta nya.


"Iyah sayang dah duduk disini jangan lasak nanti kecapean kaki nya". mendengar perkataan manis Xean membuat dada Gea kembang kempis


"aaaa manis nya lihat ni pipi ku kembang kempis kan". ujar Gea menunjuk pipi chubby nya


hahahah


tertawa bersamaan kala mendengar ungkapan GEa


di perjalanan Gea sudah tertidur pulas dengan paha suaminya di jadikan bantal.


"sayang kamu harus kuat di sana ya,,, jangan buat mommy takut. okeh anak pintar". gumam Xean berbicara kepada perut Gea yang sudah semakin membesar


.


.


.


butuh waktu kurang lebih satu jam menuju apartemen mewah baru milik Xean ia sengaja membawa Gea ke apartemen di banding kan ke rumah utama pragupta, selain disini banyak orang agar Gea tidak kesepian dan juga lokasi apartemen ini juga strategis dekat dengan rumah sakit, rumah Diana, dan caffe milik Gea.


Gea menggeliat saat tubuh nya sudah berada di dalam gendongan Xean.


membuka matanya perlahan


"mas, kapan rumah kita di renovasi". tanya Gea menatap sekeliling ia masih beranggapan bahwa ia memasuki rumah biasanya, maklum nyawanya belum terkumpul.


"kemarin wak—" belum juga menyempurnakan Kalimat nya Gea sudah tertidur kembali


.


..

__ADS_1


...


__ADS_2