My Heart Brother

My Heart Brother
37. rumah seperti neraka


__ADS_3

perjalanan yang di tempuh dari Jakarta menuju London kurang lebih 17 jam, kisaran pukul 7 malam Xean baru sampai di tanah kelahirannya tidak ada rasa lelah ia langsung menuju ke rumah sakit menggunakan supir yang telah di siapkan Richard.


Di rumah sakit


sedikit berlari melihat Alison papa nya terduduk lemas di atas kursi roda di depan ruangan dimana Seren berada


"pa" panggil Xean lembut berlutut menciumi tangan papa nya


terlihat di mata pria paruh baya itu kegelisahan


"mama pasti baik baik aja, Xean yakin mama kan kuat. ngomel-ngomel aja kuat masak bertahan untuk kita mama GK kuat" lanjut Xean cengengesan membuat Pria di hadapan nya sedikit tenang.


Di saat Richard beranjak dari duduk nya keluar lah suster dengan raut wajah panik


melihat itu Alison yang sudah mulai tenang kini terlihat mulai menggerakkan kursi roda nya


"paa" ucap Xean menenangkan Alison padahal dirinya sudah ketar ketir


"ada apa sus? kenapa kakak saya? kenapa?" tanya Richard panik, bukan nya memberikan jawaban suster itu langsung tergesa-gesa pergi memanggil dokter


"Xean jaga papa mu biar uncle yang periksa mama mu". titah pria itu yang di jawab anggukan kepala oleh Xean


sayang bertahan lah, jangan tinggalkan aku


aku tidak bisa hidup tanpa mu Seren kedua anak kita masih membutuhkan kita sayang, apa kamu tidak mau melihat cucu kita mereka akan segera datang, bertahan lah


ma, Xe kembali ma, bertahan lah ma jangan pernah tinggalkan Xe mama harus sehat apa mama GK sayang sama kami, ma Xe mau mengadu mau menangis di pelukan mama Gea pergi ma pergi meninggalkan Xe untuk menikah dengan pria lain.


kedua pria tegar itu kini sedang rapuh air mata perlahan terjun di pipi tegas itu,


"ya Tuhan kak, kakak kak bangun lah kau kenapa ayolah jangan bercanda seperti ini" ujar Richard terkejut bukan main melihat Seren yang kejang kejang.


"dokter, dokter" teriak nya membuat gelombang gemuruh di hati Xean dan Alison


dokter masuk tergesa gesa


"kemana saja anda ha? lihat kakak ku hampir mati karena mu" ujar Richard memegang kerah kemeja dokter itu


"dokter, detak jantung mulai menurun" ujar salah satu suster


mendengar itu betapa panik nya Richard


menatap penuh harap "mohon selamat kan kakak ku hanya dia yang aku punya, aku mohon" ucap Richard melemah seraya melepaskan tangannya dari kerah baju dokter tersebut


"mohon keluar tuan, biar kan kami bekerja" pinta suster itu lembut


melangkah kan kaki nya keluar sebelum itu ia sudah menyerka air mata nya agar tak terlihat oleh ponakan dan Kaka ipar nya.


"apa yang terjadi cle?" tanya Xean panik menghampiri Card


"doakan mama mu cepat sadar"


hanya itu yang keluar dari mulut card


sudah 1 jam berlalu dokter belum juga keluar


kak, kenapa dunia ku seperti ini kenapa orang-orang yang aku sayangi harus pergi meninggalkan ku sendiri, dan lebih lucu nya selalu pergi dalam kecelakaan. mama, papa, kekasih ku Jasmin selalu tiada setelah kecelakaan. apa aku tidak boleh bersama orang yang aku sayangi kak? apa aku terlahir untuk sendiri?


tidak card tidak begitu aku hanya lelah aku ingin tidur sebentar nanti kita bertemu di rumah cantik kakak. (Seren mengelus lembut pipi card yang di penuhi air matanya)

__ADS_1


tidak, Kakak berbohong aku tidak mau kakak tidur tidak kak jangan aku mohon, kalau Kakak ingin pergi bawa aku kak.


hy jangan berkata seperti itu, kejar lah masa depan mu adik ku sayang, doa ku selalu ada untuk kalian. Kakak mau tidur dulu ya sangat lelah.( ujar Seren berangsur pergi)


no tidak kak jangan tidur


kak


kak


"kakakkkk" teriak card,


deru nafas tersengal-sengal keringat yang memenuhi dahi nya


"cle, why?" tanya Xean berlarian dari kamar Alison saat mendengar teriakkan card


"wow uncle ku yang dingin sedingin batu es kutub Utara bisa menangis" canda Xean melihat wajah card sembab


"kurang ajar" Xean mendapatkan Toyoran dari Richard


Usia mereka memang berjarak 4 tahun dan itu membuat mereka kelihatan seperti kakak dan adik bukan anak dan paman


"bagaimana keadaan kak Al"


"sudah lebih baik"


dua jam lalu keadaan Alison drop semakin membuat Xean panik bukan main kedua orang tua nya masuk rumah sakit


ceklekk


dokter keluar


"bagaimana dok? apa mama saya sudah sadar?"


"tolong Carikan pendonor darah segera" pinta dokter


Xean dan Richard saling menatap,


pikiran mereka menjadi satu hanya ada satu nama yang bisa di andalkan


"Gea" ucap mereka bersamaan


mendengar itu card menyerngit kan dahi nya


"kau? ingat? maksud ku ingatan mu sudah kembali?" tanya card di jawab anggukan semangat oleh Xean


satu pelukan hangat di berikan card kepada Xean


"jangan memberi tahu soal ini kepada Gea"


Card langsung paham dengan otak licik ponakan nya itu


.


.


.


drtttt drttttt

__ADS_1


Gea yang sedang membersihkan kamar nya langsung menoleh saat melihat nama yang tertera di layar pipih itu.


"hallo mas" terlihat senyuman manis saat menjawab telpon Xean


"maaf kan aku ge tidak memberitahu mu soal—"


(belum sempat menyempurnakan Kalimat nya Gea sudah lebih dulu menyela


"aku sudah tahu mas mas dari mbok, sekarang gimana keadaan mama mas? apa mama sudah sadar?"


"mama butuh darah GE, bisakah kau kemari untuk menolong mama" pinta Xean


"apaa mama butuh darah? baiklah aku akan segera kesana mas tunggu aku, aku akan bersiap-siap" ucap Gea langsung berdiri menuju koper dan lemari


"hubungi aku ge kalau sudah berangkat dan sampai aku akan menunggu mu" jawab Xean bahagia


selain untuk mama ada niat tersendiri bagi Xean saat menyuruh Gea kemari


di kamar besar itu Gea merapikan baju baju nya, Axa hanya diam mendengar topik mereka dia mencari waktu yang tepat untuk menyiksa istri nya


"hmmm"


deheman Axa mampu membuat baju yang di pegang Gea terjatuh


"sudah berani rupanya istri cantik ku tidak meminta izin saat hendak melakukan sesuatu" kata Axa seraya berjalan mendekat ke Gea


"mama butuh darah mas aku harus menolong nya dia mama ku"


"bukan mama kandung tapi darah sama, unik ya" Axa menatap Wanita itu terdiam menatap koper nya


"apapun status nya dia tetap mamaku dan aku harus pergi sekarang" tukas Gea berani menatap mata singa itu


"pergi kalau bisa" ujar nya mengejek


mendengar itu Gea langsung melangkah kan kaki nya keluar, hendak membuka pintu Axa menarik kuat lengan Gea hingga membuat nya meringis


"persetan Dengan alasan membantu mama mu bilang saja ingin kabur dan hidup bahagia dengan Xean"


"aku tidak berbohong kak, apa salah nya aku bertemu dengan mama dan papa coba kakak di posisi aku pasti kakak melakukan apa yang aku lakukan"


plakkk


"melawan rupanya"


"tidak boleh keluar ya tidak boleh aku suami mu turuti perintah ku"


"aku istri mu bukan babu mu"


"hahahaha istri ku owhh yang menghabiskan malam panas bersama ABG nya di hari sebelum satu hari kita menikah itu ya?"


menelan Saliva nya


bugggg


Axa mendorong tubuh Gea hingga wanita itu terjatuh


"berani keluar dari rumah ini kau akan menyesal"


kata Axa seraya mengambil ponsel Gea lalu melangkah kan kaki nya keluar dari kamar itu

__ADS_1


hiks hiks


"cukup Gea kau harus kuat sudah cukup cengeng nya ayo kita usaha untuk keluar dari neraka ini" gumam nya menatap sendu kamar itu


__ADS_2