My Heart Brother

My Heart Brother
92. seperti kembar


__ADS_3

pertemuan terakhir memang tak seindah pada umumnya, mengisahkan kesan buruk terhadap pria di hadapan nya, Axa.


terlihat jelas wajah tak suka satu sama lain membuat suasana hangat tadi menjadi dingin dan kaku.


"putri mu?" belum sempat card menjawab Axa lebih dulu melanjutkan ucapannya


"oiya aku lupa kalau kau belum menikah juga hingga saat ini, ya mungkin ingin menikmati hidup sendiri,, atau....tidak ada yang mau dengan mu". terlihat senyum mengejek mengembang di wajah Axa.


bukan Richard nama nya kalau tidak bisa mengontrol emosi nya.


"setidaknya aku tidak pernah menyakiti hati wanita". jawaban tenang itu berhasil membuat Celsi menunduk, bukan itu saja pria tengil itu merasa tersinggung dengan ucapan card.


zevilsya dan zegraf saling memandang satu sama lain tak berani menyentuh makanan menggiurkan di hadapan mereka.


"opaa!". panggil lembut ze, membuat si empu segera tersenyum ke arah cucu nya.


"ah iya, sayang. ayo makan lagi,,, dan tuan nyonya silahkan duduk, harta ku tidak mungkin habis kalau hanya mentraktir kalian".


"ayo Daddy kita makan bareng". ajak zegraf berbinar, sudah lama ia tidak bertemu dengan sahabat cantik nya.


"kita cari meja yang lain saja sayang, disini udaranya sesak pasti mami GK nyaman". bujuk Axa sambil menatap tajam card.


card hanya mengangkat bahunya tidak peduli, mau makan disini di sana mau di jalan atau WC, tidak ada untung rugi nya bagi dirinya sendiri.

__ADS_1


"Daddy, ze mau makan bareng zevi". pinta bocah laki-laki itu dengan iba membuat Celsi tak tega


"disini saja ya mas". ucap Celsi mengelus lengan suaminya nya. kalau sudah Celsi yang minta Axa langsung yes.


mendapatkan anggukan kepala sebagai persetujuan, segera mereka melanjutkan makan nya.


"hyy, aku baru sadar. ternyata kalian berdua begitu mirip, eh bukan maksud nya sangat mirip. seperti saudara kembar". mendengar ucapan card membuat sumpit di tangan Celsi terjatuh.


degg


detak jantung Celsi tak karuan, ingin rasanya ia berlari membawa ze pergi jauh dari hadapan pria itu.


"babe,, kenapa? tenang lah semua baik baik saja". ucap lembut seraya mengelus pinggang Celsi.


"mirip bagaimana?, dia putra ku sedang kan bocah itu anak nya Xean, tidak ada mirip nya". jawab Axa ketus.


"anak mu? hmm ini mata ku atau mata mu yang salah,, coba kau perhatikan wajah mu dengan nya tidak ada mirip nya sama sekali, justru zevilsya lah yang mirip dengan anak mu". tutur Card tegas menatap tak suka kepada pria tengil di hadapan nya.


"woww,kita mirip yaa?".


"iya zevi, kita mirip,, yeee kita kembar".


mendengar kata demi kata semakin membuat Celsi tak nyaman untuk lebih lama di sana,

__ADS_1


"aku ingin pulang". kata Celsie dalam hati takut membuat Card curiga.


perlahan tangan lentik itu meremas kencang jemari Axa, si empu melirik ke arah istrinya. ia merasakan tangan nya basah akibat keringat dingin celsi.


"mungkin sampai disini saja makan bersama nya, aku harus segera membawa keluarga ku untuk bersenang-senang, ayo ze, kita pergi nak. tak enak menganggu mereka". sebenarnya zegraf enggan pergi tapi ia tidak bisa menolak kejutan yang akan di berikan sang Daddy.


Card tak peduli, ia tampak begitu antusias memakan makanan nya.


membuat Axa berdecak kesal


"aku pergi dulu ya zevi kembaran".


"iya zeg kembaran".


mereka berpelukan


...****************...


hy reader tersayang 🥰,,


jangan lupa tinggalkan jejak nya yaa,,


sayang kalian semua

__ADS_1


__ADS_2