My Heart Brother

My Heart Brother
57. tidak pernah kembali


__ADS_3

oekkk oekkk


tangisan bayi yang menggema di dalam ruangan operasi terdengar hingga keluar membuat Xean dan Diana semakin cemas dan ada secercah rasa haru


"Bun". Xean menatap Diana


Diana yang paham akan maksud Xean dia langsung menggenggam tangan Xean yang gemetaran.


beberapa saat kemudian tiba lah Alison dan card yang berpapasan dengan pasangan bucin yaitu Bara dan Dita


"papa". panggil Xean saat melihat Alison yang mendekat seraya merentangkan tangannya


"sabar nak,, semoga Gea dan cucu papa baik-baik saja". ucapan lembut dari Alison membuat pria yang pura pura tangguh itu akhirnya luluh juga


ceklekk


keluar lah dokter cantik itu yang bernama dokter Qella


"permisi semuanya" suara dokter Qella membuat Xean melerai pelukan nya


"bagaimana istri saya dok apa dia sudah sadar?"


"pasien masih mengalami koma, tapi—".


"tapi apa dok? apa yang terjadi pada putri ku?" Alison bersuara


rasa nya begitu sesak apalagi mendengar kata koma membuat seluruh badan nya melemas


"tapi dengan keajaiban maha kuasa kita dapat menyelamatkan salah satu bayi anda yang berjenis kelamin perempuan walau sekarang kondisinya sangat lemah". jelas dokter Qella, membuat tangis haru di sela sela suasana sedih itu.


"selamat nak kamu telah menjadi seorang ayah". Diana menangis bahagia seraya memeluk menantu nya.


"selamat Xe,,(pelukan hangat Alison untuk sang putra kesayangannya). "akhirnya aku menjadi kakek".


"selamat Xe,,, ternyata aku semakin tua ya sekarang tidak ponakan yang bertambah melainkan cucu". card memeluk seraya menepuk pelan pundak Xean


"Iyah kakek, jangan lupa segera cari nenek masak sudah tua belum punya istri". ledek Xean seperti suara anak kecil.


card hanya memasang wajah datar sebagai tanggapan nya


"selamat bro, tunggu ya baby xege sebentar lagi kamu akan punya teman aku akan memberikan mu teman yang tampan seperti diriku". ujar Bara narsis


"Xege?".


"ya baby Xean dan Gea kan belum punya nama makanya untuk sekarang panggil saja baby xege". Dita menjawab dengan bangga nya.


.....


dari jauh mereka semua melihat baby xege dengan rasa bahagia bercampur haru dan sedih karena sang mommy baby belum juga melewati masa koma nya.


bertahan lah nak.. Daddy percaya kamu anak yang kuat sama seperti mommy kamu yang sedang berjuang agar kita bisa berkumpul layak nya keluarga bahagia.


tanpa sadar cairan bening itu terjun bebas tanpa akses di pipi mulus itu. ia menatap buah hati nya yang tertidur pulas di dalam inkubator sebab bayi nya lahir secara prematur.

__ADS_1


sudah empat hari empat malam gea belum juga melewati masa koma nya, Xean sebagai sang suami serta ayah tak satu saat pun ingin meninggalkan mereka berdua.


"apa yang harus kita lakukan mas ? aku tidak tega melihat Xean seperti itu dan Gea kenapa dia belum juga sadar". lirih Diana menunduk lesu di samping Alison seraya menatap iba ke arah Xean bagai orang tak Ter-urus makan pun harus berdebat panjang agar mau pria itu makan.


"siang sir, saya butuh tanda tangan anda". ucap Dita yang baru saja datang dari kantor.


tak ada jawaban


"sir". panggil dita masih sabar


"apa kau tidak bisa menghandle semua nya Dita? aku sedang tidak tertarik membahas pekerjaan". bentak Xean menatap tajam sekretaris nya


"tapi tuan i—".


sebelum Dita dapat menyempurnakan Kalimat nya Xean lebih dlu menepis dengan keras berkas yang ada di genggaman Dita alhasil berkas tersebut terjatuh berserakan di lantai.


prannk


"apa kau tuli? aku tidak ingin membahas nya, kau paham?". tegas Xean seraya berdiri melangkah menuju ruangan NICU meninggalkan Dita yang tak bergeming.


"maaf kan perlakuan Xean, mungkin dirinya tak bermaksud seperti itu". ujar Alison menatap iba wanita yang sudah pucat di depan nya.


"ti-tidak apa apa tuan". ujar nya sedikit gugup karena ketakutan sembari mengumpulkan berkas berkas yang berserakan.


"sini saya tanda tangan".


setelah Alison menandatangani berkas tersebut Dita pun berlalu.


oekkk oekkkk


oekkk


oekkkkk


baby xege sembari tadi tak henti-hentinya menangis di tambah lagi seluruh tubuh nya memerah hal itu semakin membuat mereka semua panik, apalagi Diana sudah setengah jam mengendong baby xege agar berhenti menangis tapi nihil bayi tersebut malah semakin mengoek keras.


"sini sayang sama Daddy". (Xean mengambil alih baby xege, mengendong nya dengan hati hati. "kamu mau ketemu mommy nak? Iyah sayang ayok kita ketemu mommy yok". (ajak Xean seraya berjalan keluar meninggalkan ruangan NICU)


"tapi tuan baby belum boleh di bawa keluar kare—".


"sudah sus, biar kan saja mungkin baby xege ingin bertemu dengan mommy nya". sela dokter Qella.


"terimakasih dok".


tak butuh lama Xean dan baby xege sampai di ruangan mommy Gea di susul Diana , Alison dan dokter Qella.


perlahan tangisan baby xege berhenti


"lihat Gea sayang, baby xege sangat merindukan mu dia ingin memeluk mu ingin mendapatkan pelukan hangat mu sayang, ayo bangun jangan tidur terlalu lama... bukalah mata mu apa kamu tak ingin melihat bayi kita sayang di begitu cantik sama seperti mu". ujar Xean sekuat mungkin dirinya menahan air matanya tapi tidak dengan Diana ia tak dapat menahan buliran bening ituh.


"ayo sayang bujuk mommy biar segera bangun". Xean meletakkan baby xege di samping Gea.


baby kecil itu menggerakkan tangan mengenai pipi lembut Gea seolah ia paham maksud sang Daddy.

__ADS_1


"kamu lihat Gea sayang, anak kita begitu merindukan mu aku juga Sama sangat sangat merindukan mu tawa dan marah mu". ucap Xean mengenggam lembut serta mengecup lembut tangan sang istri.


beberapa saat kemudian.


baby xege mulai menangis sekencang-kencangnya membuat seluruh orang disana bingung.


"GE,, sayang. bangun lah sayang hyy apa ini geaaaa bangun geaaa". ujar Xean panik saat melihat Gea kejang kejang.


dengan cepat Qella mengambil alih baby dari bad Gea.


"panggil dokter". titah Alison membuat suster segera memanggil dokter.


di luar.


"engkau maha adil tuhan engkau maha bijaksana, manusia biasa yang tidak ada apa-apa nya ini memohon kepada mu tolong sembuhkan Gea, aku tak bisa hidup tanpa nya, apa engkau tak iba melihat bayi ku yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu jangan biar kan Gea ku pergi aku mohon". Xean terduduk di lantai di depan pintu ruangan Gea


ceklekk


pintu terbuka keluar sosok pria paruh baya yang mengenakan jas putih.


"dok bagaimana istri saya dok?"


"kami sudah melakukan yang terbaik tapi Tuhan berkehendak lain".


"apa maksud mu dokter". Xean menatap tajam ke arah dokter


"kenapa anak saya dokter?".


"pasien tidak dapat di selamat kan". jawaban dokter itu seperti petir yang menyambar di siang hari


*deg


deg*


semua orang terduduk lemas


"ti-tidak mungkin, lelucon seperti apa itu hah". Xean menarik kerah kemeja dokter tersebut dengan emosi


"ehhh pak". ujar suster dengan spontan menangkap Alison yang kehilangan keseimbangan.


"geaaa". Diana berteriak histeris seraya berlari masuk ke dalam ruangan itu terlihat sosok Gea yang sudah tak ada satupun peralatan medis menempel di tubuh nya.


"xeannn". teriak Diana dari dalam.


dengan cepat Xean berlari meninggalkan dokter di depan pintu di susuli dokter Qella yang mengendong Baby.


"geaaaa,,, sadar lah buka mata mu bukti kan kalau kamu tidak meninggalkan ku, kamu tidak boleh pergi Gea jangan pergi a-aku akan hancur Gea.. apa kamu begitu tega membiarkan aku merawat nya sendirian". Xean menunjuk baby.


"aku tidak bisa Gea merawat nya tanpa mu sayang, ayolah bangun kenapa kamu tega kenapa? apa kurang cukup tidur mu selama ini hah? kalau kau tidak bangun aku akan membenci mu geaa". teriak Xean seraya mengguncang tubuh Gea.


geaaaa


geaaa.

__ADS_1


__ADS_2