
"talak". gumam Axa menatap kosong bangunan bangunan tinggi di hadapan nya.
kata kata menyakitkan itu tak pernah sedikitpun terbesit di pikiran nya,
dengan perasaan kacau balau axa berjalan menuju kamar nya lalu meraih kunci mobil dan jaket nya.
sedangkan di kamar, Celsie menangis sesenggukan merutuki nasib yang tidak akan pernah ia bayangkan.
"aaaaaa,,, kalau tahu begini sakit nya aku tidak akan menerima tawaran mu mas". teriak wanita itu menuangkan sakit di hati nya.
"aku yang salah aku bodoh karena menerima tawaran mu.. aku kira kau benar-benar akan berusaha mencintai ku.. sama seperti aku dari dulu hingga kini mencintai mu".
"3 tahun aku berusaha membuat mu jatuh cinta kepada ku tapi apa yang aku dapat?.hanya sakit sakit yang terus-menerus aku dapat kan,,, hiks hiks kenapa kau melamar ku dengan manis Axa!". untung zegraf sudah terlelap di kamar nya membuat Celsi bebas mengekspresikan perasaan nya.
flashback off
saat semua dokter sibuk dengan baby perempuan pragupta tanpa di ketahui baby laki laki pragupta sejam setelah itu bernafas dan itu membuat Celsie sebagai dokter yang menangani proses persalinan nyonya pragupta merasakan bahagia.
sesegera wanita itu keluar dari ruangan tersebut untuk memberi tahukan kabar bahagia ini, di luar tidak ada satupun keluarga pasien.
hanya ada dokter Axa yang sedang memata matai keadaan mantan istri nya.
Celsi yang melihat dokter incaran nya merasa bahagia,
"dokter".
Axa hanya tersenyum sopan
"aku mendengar ada suara bayi di dalam". ujar Axa to the points
"kau benar dokter, sebuah keajaiban datang dan membuat baby laki laki pragupta bernafas Padahal awal nya bayi itu sudah meninggal". wajah bahagia dokter cantik itu tidak dapat di sembunyikan.
"sebentar aku akan memanggil keluarga nya untuk segera memberi kabar bahagia ini". ujar Celsi segera melangkah, tapi siapa sangka langkah itu terhenti kala Tangan kekar itu memegangi lengan Celsi
"jangan memberi tahu mereka".
"maksud dokter".
__ADS_1
"aku ingin merawat bayi itu bersama mu".
"hah". Celsi menganga lebar tak mengerti
"aku tahu kau menyimpan perasaan untuk ku, maka dari itu menikah lah dengan ku dan ayo kita rawat bayi itu". ujar Axa sungguh sungguh.
degg
detak jantung Celsi tak karuan tak di sangka dirinya akan di lamar seperti ini, awal nya wanita itu sedikit ragu dengan tawaran itu. Bagaimana tega pria itu memisahkan anak dari orang tua nya, Tapi tidak Celsi tidak mau mengeluarkan pertanyaan itu.
Dibuta kan oleh rasa cinta nya tanpa memikirkan akibat kedepannya wanita itu segera mengangguk pelan seraya tersenyum kaku.
melihat respon itu membuat Axa tersenyum menang dan segera memeluk wanita yang akan menjadi istri nya.
flashback on
🌚
Sudah puas menangisi yang tak akan pernah membuat nya bahagia perasaan lelah dan gerah tiba tiba melanda. Dengan langkah gontai menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan juga berendam di air hangat agar pikiran nya sedikit tenang,
tangis yang sudah terhenti kini semakin menjadi
"dia pergi.. dia sudah pergi di-dia meninggalkan ku hiks hiks". Celsi luruh terduduk di lantai memeluk lutut nya sendiri.
...
sedangkan axa, pria itu membelah jalanan nan gelap dan sepi dengan kecepatan tinggi.
"akhhhh". Axa memukul mukul stir mobil nya Seraya menampar pipi nya hingga sudut bibir tampak mengeluarkan darah segar.
"semua telah hancur dunia ku hancur dan itu aku penyebab aku lah yang harus di salah kan akuu". air mata pria yang hampir tidak pernah menangis kini sudah mengalir deras membasahi pipi nya.
tittt tittt
klakson nyaring itu berhasil membuat Axa sadar dari lamunannya,
"kalau kau ingin tidur, tidur lah dirumah tidak disini tempatnya". umpat beberapa pengendara karena Axa membuat kemacetan sedari tadi, lampu merah dia berhenti lampu hijau pun ia berhenti hingga tiga kali seperti itu.
__ADS_1
"sabar berengsek". teriak Axa tak ingin kalah.
tidak ada tujuan tidak ada keinginan untuk melampiaskan hasrat nya dengan minuman apalagi wanita.
brukkk
"aakhh". umpat pria itu kala mobil nya tidak sengaja menabrak pagar rumah megah tersebut membuat penjaga di sana terkejut
"hyy ada apa dengan mu ha? kau berani nya -". kesal penjaga tua itu
"apaa!". bentak Axa dengan tatapan membunuh membuat nyali pria tua itu menciut, bukan pasal tatapan Axa melainkan ada siapa di hadapan nya.
"tuan Axa!,, eee maaf kan saya tuan". tutur pria tua itu seraya membuka pintu gerbang untuk si pemilik rumah megah ini.
"dahi anda tuan"
mendengar itu Axa memegang dahi nya yang mengeluarkan darah segar akibat terbentur tadi.
"tidak apa-apa". ujar nya segera berlalu pergi meninggalkan pria tua itu yang sedikit bingung dengan kehadiran Axa yang sudah 4 tahun ini tak pernah kembali kemari.
rumah megah ini terlihat begitu sepi tidak ada suara wanita yang selalu membuat nya kesal.
"apa mama bahagia di sana?". tanya Axa menyentuh foto Vivi, wanita itu tersenyum bahagia kala mendapatkan bunga di hari ulang tahun nya pemberian putra kesayangannya.
kepergian Vivi membuat nya terpuruk sehingga membuat mental nya tidak stabil. kepergian yang siapapun tidak dapat menduganya.
bunuh diri,, yaa wanita paruh baya itu melompat dari lantai 60 sebab ia mengetahui Axa menikah diam diam dan tinggal jauh dari nya membuat Vivi kecewa dan merasakan kesepian.
tidak ada air mata saat mengetahui keadaan mama nya, hanya diam membisu dan meluapkan kekesalan kebencian nya melalui perilaku kasar nya terhadap Celsi dan zegraf.
2 tahun berlalu akhirnya baru ia menyadari kasih sayang keluarga yang sesungguhnya dari ze dan cel. dua orang itu tidak pernah marah ataupun benci terhadap nya,,
perlahan rasa sayang dan ketakutan muncul secara bersamaan membuat nya takut untuk memulai hidup baru dengan cel dan ze,, ia tidak ingin kedua orang itu pergi meninggalkan nya.
tapi semua salah apa yang ia pikirkan semua salah kini kembali hancur dan hancur kehidupan nya.
seperti nya memang semesta yang ingin membuat nya merasakan hal ini .
__ADS_1