
"permisi apakah tuan Bara CEO perusahaan ini ada?" tanya Dita di balik pintu yang hanya kepala nya saja mendongak ke dalam ruangan itu
menolah ke sumber suara
"maaf nona CEO perusahaan ini sibuk ia tidak ada" jawab bara berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah Dita yang sudah masuk
"yang ada hanya calon suami mu honey". merangkul pinggang wanita itu lembut menuntun ke arah meja nya.
"ia dia memang selalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk menemui ku". ucap Dita mengerucut kan bibir nya
"hayy aku selalu ada waktu untuk mu tapi jujur dua hari ini pekerjaan ku sangat menumpuk jangan kan untuk mengabari honey ku untuk makan saja aku hampir melupakan nya". jawab Bara mendapat pelototan mata
"maaf, hanya lupa bukan tidak makan" kilah nya mengalungi leher wanita itu
"awas aja kalau kamu melupakan makan harta GK di bawa mati Bara buat apa harta banyak tapi sakit sakitan"
"iyah honey ku sayang ku laksana kan"
cup (kecupan untuk bibir)
cup ( kecupan untuk pipi secara bergantian kiri dan kanan)
__ADS_1
cup (kecupan untuk kening)
Kesabaran, itulah yang Dita lakukan selama menjalani hubungan dengan Bara selama 4 bulan ini, seorang pria yang ia kenal haus dengan tubuh wanita suka berganti-ganti pasangan membuat nya sedikit takut berdekatan dengan pria itu, di pelupuk hati paling dalam Dita tak ingin mengenal Bara.
tapi siapa sangka Bara tidak melakukan hal sama terhadap Dita bahkan dirinya di jaga bak mutiara berharga, kenyamanan perhatian kasih sayang mungkin itu membuat Dita luluh terhadap buaya darat itu, entahlah ini cinta atau kebodohan.
setiap manusia memiliki sisi gelap dan sisi terang, sisi gelap yang di miliki Bara kadang membuat nya takut sampai kapan pria itu seperti ini yang tiada hari tanpa mencelupi gawang gawang malam nya. selain itu sisi terang yang bara punya ialah pria itu tidak pernah memandang siapapun dari harta dan kasta hati yang lembut jiwa penolong yang ia punya membuat wanita cantik ituh bertahan hingga kini.
(sudut pandang bara)
di saat bertemu dengan gadis itu di salah satu acara kolega bisnis di saat ada seseorang pembisnis kaya ingin mendekati nya dengan cara halus dan sopan Dita menghindar, perilaku itulah membuat bara penasaran dari rasa penasaran itulah membuat nya memiliki rasa yang tidak bisa ia katakan untuk pertama kalinya kepada seorang gadis.
"tapi walaupun bara lupa makan ia tidak akan lupa kepada wanita-wanita malam nya"
"honey eee tidak begitu"
"mosok" di anggukan kepala dengan cepat
"tapi suka kan?"
"eee suka" jawab Bara mengiyakan karena mendapat pelototan seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
__ADS_1
*
*
"honey tumben jam 11 pagi kamu boleh keluar dari kantor?" tanya bara mengalih kan pandangan menatap Dita memakan cemilan dengan lahap
"itu bos aku GK datang lagi sakit jadi kebetulan kerjaan semua nya tadi malam sudah selesai dan hari ini GK ada kerjaan yaudah deh langsung cus kesini".
"ihh gitu, tunggu 20 menit lagi kerjaan aku selesai setelah itu kita makan dan berbelanja apapun yang kamu mau". kata Bara bersemangat
berpikir sejenak
"gimana kalau setelah makan kita ke taman bermain disana kita bisa makan gula gula kapas, cilor, bakso dan masih banyak lagi, saya bisa menjamin bahwa anda menyukainya tuan".
"okehh boossss laksanakan" jawab Bara antusias Seraya memberikan hormat seperti upacara bendera yang mengundang tawa mereka Berdua.
sifat ini lah yang disukai Bara kesederhanaan Dita ia selalu mengikuti kata hati nya, bukan bermaksud dirinya pelit tidak kalau dia pelit mana mau tuh wanita malam bermain dengan nya, bahkan Bara bisa mengingat hanya sekali Dita mengajak nya berbelanja itupun untuk membeli kado untuk ibu nya
bukan Bara namanya kalau tidak royal ia selalu membelikan Kado kado untuk Dita tanpa wanita itu meminta nya
dari hadiah kecil itulah Bara bisa mengekspresikan kasih sayang nya.
__ADS_1