
semua orang berkumpul dimana peran utama terbaring lemah tanpa mau membuka matanya,
zevilsya yang di gendongan Xena begitu bingung mengapa ada wajah momma nya lagi di hadapan nya,
sedangkan xean tak bisa berkata apa-apa hanya air mata hanya cairan itu yang dapat menggambarkan suasana hati nya saat ini,
"sa- sayang,, ya tuhan apa benar ini istri ku ini benar kamu sayang,, Gea". Xean terisak dengan gemetaran menggapai tangan putih itu seperti vampir cantik.
Alison,, hanya terduduk lemah ia tak dapat mengontrol emosional nya sehingga membuat nya terduduk di sofa empuk ruangan tersebut.
"a-apa aku boleh memeluk nya?". xean bertanya dengan lembut ke keseluruh orang di sana termasuk dokter
dokter sedikit ragu tapi melihat drama itu akhirnya mereka mengijinkan xean
"tapi dengan pelan dan hati hati". ujar dokter wanita paruh baya
dengan antusias xean mengangguk cepat
"sayang,,aku xean aku suami mu aku begitu merindukan mu sayang,, ayolah bangun aku mohon cepat la sembuh". bisik nya dengan lembut
"lihat sayang ini putri kita lihat dia begitu mirip dengan ku kan? apa kamu tidak ingin melihat nya sayang? apa kamu tidak iri?.. bangun Gea bangun jangan egois Gea jangan egois ,, jangan hanya memikirkan boy saja". xean terisak seraya menggendong ze yang ikut menangis juga
"Daddy,,,itu siapa?". tanya ze menatap wajah xean
"itu mommy ze sayang itu mommy ze itu istri yang paling Daddy cintai nak, itu mommy ze". ucap Xean sembari menatap ze penuh berlinang air mata
"mommy". ucap ze,, lalu beralih menatap Xena
__ADS_1
"ini mommy ze Daddy".
melihat itu Xena memberikan pengertian kepada ze. mengambil alih bocah cantik itu lalu membawa nya duduk di samping Alison.
"itu mommy ze nak,, mommy ze namanya Gea kan". bocah ituh mengangguk
"nama momma Xena,, momma adik dari mommy Gea,,, berarti mommy Gea lah mommy kandung ze,,, ze paham nak". mendengar tutur Xena Ze menangis tersedu-sedu seraya berlari ke arah Gea.
"mommy,,, hikss hikss mommy". teriak ze memegang perut Gea,,ya hanya perut lah yang bisa ia gapai
melihat itu Richard menggendong ze agar bisa menggapai wajah mommy nya.
"mommy,,, mommy,,, ze kangen mommy,, apa mommy GK kangen Zee? ze belum pernah merasakan pelukan mommy,,,"
"Daddy kenapa mommy belum bangun,,apa tidur mommy begitu lelap sehingga tak mau melihat wajah ze dad?".
"sayang,, lihat anak kamu menangis bangun lah sayang hapus kesedihan di mata mereka,, bangun lah Gea". Alison membelai dahi putri tidur itu.
"istirahat,, istirahat,, itu sudah lama dia terbaring kau bilang istirahat lagi ha?". xean emosi
bara bersuara "xean tahan emosi mu jangan semakin membuat kondisi Gea memburuk,, aku mohon agar dia bisa sadar ayo kita dengar kan". bara memberikan pengertian membuat semua orang disana mengangguk
"ayo ze". ajak Richard
"No, no opa no,,I don't want to leave Mommy alone,, ze mau bersama mommy,, ayo mommy bangunnnn ini anak mu mommy ".
ze berteriak karena Ricard membawa nya keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
mommy
🌚
"*Mama?". Gea berlari kecil menghampiri wanita cantik yang sedang terduduk di bangku taman yang indah.
"geaaa". dengan isakan seren memeluk erat tubuh kurus Gea.
"Maaf kan mama nak,,maaf maaf kan mama mama begitu jahat dengan kamu mama begitu tidak pantas untuk menjadi mama mu,,maaf kan mama Gea,,maaf".
"ma,, sudah lah itu sudah terjadi Gea sudah memaafkan mama kok,, Gea sayang mama sampai kapanpun".
"Mama begitu bodoh.. mama jahat Gea.. mama benci diri mama,,, maaf kan mama nak maaf"
"sudah ma".
"pergilah sayang pergilah jemput kebahagiaan mu nak".
"GK ma,,, Gea Mau disini Gea mau bareng mama aja,, setidaknya disini Gea di sayang mama".
"cukup,, jangan egois nak jangan ikut mama jangan contoh wanita tak berhati ini,,, kembali lah hidup lah dengan anak suami mu".
"tapi ma_"
"Gea,, mama mohon kembali lah untuk xean,, dia begitu terpukul nak dia begitu menderita,, tiada hari tanpa memikirkan mu,, kembali lah anak mu begitu membutuhkan kasih sayang mu Gea,, apa kamu ingin zevilsya merasakan apa yang kamu rasakan nak". tutur seren membelai rambut Gea penuh kelembutan
Gea menggeleng pelan
__ADS_1
"maka dari itu kembali lah nak kembali,, cukup aku yang menjadi ibu yg kejam kamu jangan nak,, mama harus pergi kamu harus sembuh dan bahagia sayang*,,".
🌚