
ceklek
pukul enam pagi pria nan Tampan itu sudah berada di balkon nya untuk menerima setiap sentuhan sentuhan dingin yang jatuh dari langit,
musim dingin telah tiba tepat nya hari ini hingga 19 Maret mendatang, tanpa sengaja xean melihat ke bawah di mana ada sepasang suami-isteri yang sudah tua jalan nya saja sudah memakai tongkat.
ya xean iri pria itu begitu iri melihat kebersamaan sepasang kekasih bermain salju seraya tertawa lepas, ia begitu merasa bersalah di mana ia belum mengabulkan keinginan Gea kali ini, yaitu bermain salju di kota cinta ini.
ya orang menyebut Paris 'kota cinta' atau city of love karena suasana romantis yang terpancar di kota ini.
"good molning Daddy". ujar ze baru saja tiba di kamar Daddy dengan memakai pakaian tebal bewarna pink yang begitu membuat nya begitu lucu.
"molning sayang". xean langsung menggendongnya lalu mengecup pipi gembul nya
"mmm anak Daddy begitu harum". puji nya membuat ze begitu bangga
"iya dong kan momma yang mandi kan".
xean mengerut kan dahinya kala mendengar kata momma
"momma?".
"iya Daddy mommy sekalang menyuluh ze memanggil nya momma,,kata nya bial momma selalu awet muda Daddy". jawab ze dengan khas cadel nya.
"mommy disini?".
"iyaa Daddy momma baru saja tiba dengan uncle Yo".
🌚
sarapan pagi itu berjalan sesuai keinginan si tuan rumah semua terlihat baik baik saja tapi tidak dengan Xean kelihatan pria itu sedikit kesal bukan sedikit tapi banyak, ia begitu kesal melihat keromantisan Leo dan Xena.
walaupun xean kini mengetahui bahwa Xena adalah adik ipar nya tapi ia tak dapat menyanggah bahwa dirinya juga menyukai sosok Xena.
"kenapa momma hanya menyuapi uncle Yo? Daddy tidak". tanya ze membuat semua mata melirik xean yang hanya diam Sedari tadi.
"ehe,, gini sayang uncle Yo tangan nya lelah tadi habis nyetir lamaaa banget jadi momma kasian kalau Daddy kan sehat sehat aja tuh tangan nya".
__ADS_1
"owhh gitu,, sabar ya Daddy tunggu giliran ". ucap ze dengan polosnya membuat semua nya tertawa.
beberapa menit berlalu kini semua nya telah bersantai di ruang keluarga termasuk zevilsya begitu happy bermain dengan Leo, membuat xean puas melihat putri nya begitu bijak membalas kekesalan Daddy nya.
"nin,, bawa ze main ke atas". titah Dita
"baik nyonya".
mendadak semua nya serius kala melihat wajah Bara sudah dingin.
"sebelum aku membicarakan intinya aku Bara Mahesa meminta maaf kepada keluarga Pragupta". ujar bara sungguh sungguh,
semua orang hanya diam mendengar kan tak ada yang ingin menyela pembicaraan bara
"maaf kan aku karena aku telah menahan nyonya Seren selama sebulan". bara memberanikan menatap satu persatu wajah terkejut ketiga Pria di hadapan nya.
buggg
satu Bogeman dari Richard mendarat di rahang tegas bara membuat cairan segar mengalir di ujung bibir nya.
"BARAA!". Dita berteriak kala melihat suaminya di pukuli seperti itu.
"tapi mas,, dia..".
"cukup,, biar kan dia bicara".
Dengan kesal Richard kembali duduk.
"sebulan tak berarti dengan apa yang telah wanita itu lakukan kepada adik ku tuang Richard,, kau tahu kan kenapa adik ku seperti itu ha? kalian tahu bukan apa penyebab nya apa?".
"satu bulan itu aku hanya menahan untuk memberikan nya pelajaran atas apa yang dia lakukan tapi aku tak sekejam dirinya yang begitu tega mengasingkan adikku dari kecil hingga tega membunuh nya.. bahkan aku selalu memberinya makanan agar tak mati kelaparan".
"sumpah demi tuhan kalau bukan karena kau suami dan kau anak nya hari dimana aku menemukan nya disitulah akan aku buat hidup nya sama seperti adik ku".
"kauu". triak Richard dengan wajah merah padam
"uncle!". xean menatap Richard dengan tatapan membunuh membuat pria itu mau tak mau terduduk kembali.
__ADS_1
"andai situasi kita terbalik apa kalian semua masih mau mengasihani wanita pelenyap itu ha? istri ku sedang hamil mana mungkin aku tega melenyapkan wanita tua itu." semua orang terkejut mendengar kabar itu apa kah harus bahagia atau sebaliknya mendengar kabar bahagia itu di situasi seperti ini.
"lalu nyokap gue dimana sekarang". tanya xean penuh harap
hening
"Bar,,, mana nyokap gue? masih sama Lo kan?". tak ada jawaban semakin membuat detak jantung pria itu berdegup kencang
"jawab berengsek".
"dia udah tenang di alam sana Xe".
*degg
degg
degg*
ketiga pria itu terduduk lemas dengan deru nafas tak beraturan
"kau melenyapkan nya berengsek". Richard berdiri lalu memegangi kerah baju bara
"aku tidak melakukan nya". Bara yang sudah geram dengan kelakuan Richard pun menepis kasar tangan berurat itu.
"kau pembunuh bara".
"suami ku tidak pembunuh tuan Richard".
"kau diamm!". bentak Richard kehilangan akal,, ia begitu kehilangan akal kalau sudah menyangkut kakak kesayangan, tidak sekedar kakak tetapi orang tua sekaligus dunia nya.
buggg
kini giliran bara yang memberi Bogeman mentah kepada pria yang sudah berani membentak istri tercinta nya.
"kondisi kan dia atau aku akan kehilangan kendali, ini rumah ku ini kendali ku jangan macam macam tuan Richard terhormat". ancam bara tak main-main seraya memeluk Dita dengan lembut
"Jerry". panggil bara di balik earphone bluetooth nya
__ADS_1
datang lah Jerry dengan membawa tablet di tangan nya
"serah kan itu kepada mereka biar mereka melihat sendiri kebenaran nya". titah Bara yang masih mengenggam tangan mungil Isterinya.