My Heart Brother

My Heart Brother
43. my heart brother


__ADS_3

Di saat keadaan lengah Vivi berhasil masuk kedalam ruangan Gea, sungguh iba melihat tubuh Gea terbaring lemah dengan beberapa bantuan alat medis yang melekat di tubuh nya.


"kamu anak yang manis dan lugu tapi tak di sangka di balik itu semua kau menyimpan segudang penghianatan untuk pria tulus mencintaimu" menatap leka Wajah Gea


"ternyata kau begitu cantik ya sampai sampai kakak mu sendiri jatuh hati kepada mu, ya mungkin karena itu kau bebas menyakiti perasaan orang lain". tangan Vivi mengelus perut Gea.


"sungguh malang nasib mu sayang kamu lahir dari wanita seperti ini, kamu tidak berdosa mama mu yang berdosa. apakah kamu tidak malu lahir dari rahim wanita penghianat seperti ini? nah nenek punya cara lebih baik kau tidak usah lahir ya sayang" gumam nya seraya menekan kuat perut Gea membuat wanita itu bereaksi.


"hmmm jangan Seperti ini Vi, bagus langsung dengan mama nya saja biar komplit kan " lanjut Vivi mengarah ke slang masker oksigen Gea.


perlahan tapi pasti melepaskan nya dengan pelan membuat Gea susah bernafas.


"sangat lucu" ucap Vivi melihat detak jantung Gea mulai menurun.


gila anggap saja wanita itu sudah gila begitu tega mencelakai wanita sedang hamil, rasa keibuan untuk Gea seketika lenyap begitu saja hanya rasa benci tersisa untuk gadis itu.


saat Vivi ingin menutup wajah Gea dengan batal Axa datang di waktu yang tepat untuk melarang Vivi melakukan hal bodoh seperti itu.


"mama gila? mama mau masuk penjara ha?" ujar Axa menahan suara nya agar tak sampai membuat orang-orang curiga


"iyah mama gila di saat anak mama satu satunya di hianati lagi dan lagi, kita harus membuat nya menyesal nak" ucap Vivi memegang pundak Axa


"tenang ma biar kan dia sadar setelah sadar kita akan membuat nya tidak tenang untuk hidup" ujar Axa membayangkan wajah ketakutan Gea.


.


.


.


di sisi lain


Seren menikmati udara segar pagi hari di taman rumah sakit. Axa melihat ada celah untuk meraih kesempatan emas iapun langsung menyeringai.


waktu nya bermain.


"arrrggg... kenapa ge kenapa kamu melakukan ini padaku ha? kurang apa aku sayang? semua rasa dan cinta aku berikan tetapi kenapa tega kau menghianati ku GE". teriak Axa frustasi, sedih, kecewa, menjadi satu.

__ADS_1


"dasar brengsek" mengacak acak rambut nya kasar


"aku harus mencari pria itu, pasti dia aku yakin dia anak dari bayi itu" ucap Axa geram seraya menghapus air mata nya


Seren mendengar semua yang di bicarakan Axa, namun kata mencari pria itu? membuat pikiran Seren mengingat kejadian malam dimana semua rahasia terbongkar antara keluarga pragupta dan Gea.


"dan Gea kau harus membalas rasa sakit ini...Xean begitu bodoh menerima perempuan seperti mu wanita tak tahu di untung dasar ******, lihat saja kau akan menyesal tak kn ku biar kan kau bahagia Gea" gumam Axa menahan suara tetapi dapat terdengar oleh telinga Seren cukup jelas.


"aku akan membantumu" ungkap Seren menghampiri Axa dengan mendorong kursi roda nya perlahan.


Axa pura pura terkejut akan kedatangan Seren


"maksud anda nyonya?" tanya nya datar menoleh ke samping di mana Seren berada.


"yaa aku akan membantumu untuk membalas kan rasa sakit hati mu terhadap Gea" ucap Seren mantap dengan pandangan tajam menatap arah depan.


mendengar itu Axa menarik sedikit sudut bibir nya.


"tapi—"


"kau tidak boleh menyakiti putra ku" Seren menatap Axa


tanpa berpikir panjang Axa menyetujui syarat dari seren menurut nya itu tak masalah, bantuan Seren sangat menguntungkan toh Gea sakit Xean pun dapat merasakan nya.


"deal" ucap Axa mengulur kan tangan nya


"deall" Seren menerima uluran tangan itu.


***


waktu berjalan begitu cepat keadaan satu persatu orang yang di sayangi Xean sudah membaik, Alison sang papa kini mulai bisa berbicara dengan jelas. jangan di tanya seren wanita itu kini sudah tidak memakai kursi roda melainkan jalan menggunakan bantuan tongkat.


Gea, kini keadaan nya sudah membaik tetapi tidak dengan mental nya. Di tambah informasi dari Vivi tentang kehamilan semakin membuat nya takut. rasa trauma yang di berikan Axa selalu terngiang-ngiang di benak Gea sehingga setiap orang ingin menyentuh nya Gea selalu berteriak ketakutan.


Xean, pria itu tidak menyerah untuk menyembuhkan trauma Gea bukan keadaan Gea saja yang ia khawatirkan tetapi juga anak mereka apalgi kondisi kandungan Gea sangat lemah rentan keguguran.


"apa Gea mau makan Bun?" tanya Xean saat sudah melihat Diana keluar dari kamar Gea membawa piring kosong.

__ADS_1


Yap, janda cantik itu kini sementara tinggal di kediaman keluarga pragupta atas permintaan Xean, Diana mendapatkan tawaran itu tentu sangat bahagia, masalah bisnis dan perusahaan? tenang semua sudah aman terkendali oleh sang kepercayaan andalan Diana.


Vivi dan Axa memutuskan untuk kembali negeri tercinta yaitu Indonesia, sebelum Axa kembali Xean meminta pria itu untuk menandatangani surat pengadilan agama tanpa berpikir panjang Axa langsung menandatangani surat perceraian nya dengan Gea.


"tidak... seperti biasa dia selalu melempar piring nya" ujar Diana menghela nafas. mas


"yasudah biar Xean aja bujuk Gea"


"Iyah bunda ambilin nasi dulu ya nanti nyusul"


tap tap


ceklekk


Xean melihat Gea terduduk di ujung ranjang dengan posisi memeluk lutut nya.


"Gea" panggil lembut Xean


"jangan,, jangan mendekat tidakkk" teriak Gea seperti ketakutan.


"Gea sadar ini aku" ujar Xean memegang pundak Gea dan sedikit mengguncang nya.


"ma-mas" ucap Gea menatap Xean lalu memeluk tubuh kekar pria di hadapannya


"Iyah sayang ini mas" ujar Xean mengelus punggung Gea untuk menenangkan nya.


"mas tolong aku mas aku GK mau ketemu kak Axa aku GK mau ada dia aku gkk mau jadi istri dia mas dia jahat mas dia sering mukul aku mas sering mendorong aku sampai aku luka mas dan dia larang aku kesini untuk bertemu mama dan papa dia jahat mas aku GK mau ketemu kak Axa tidakkk" ujar Gea mengeluarkan isi hati nya selama ini dengan perasaan menggebu gebu.


"cukup Ge... tenang sayang tenang, dia sudah pergi jauh.. mas janji akan jaga kamu GK kan mas biarkan dia mendekati kamu lagi, janji"


mendengar kan kata Xean membuat Gea sedikit tenang,


Dari pintu Diana mendengar semua ungkapan hati Gea yang ia tahan selama ini, begitu menyesal dirinya sudah menjodohkan putri kesayangannya dengan pria seberengsek Axa, pantas saja saat Diana menelpon Axa Untuk berbicara dengan Gea pria itu selalu memberikan alasan agar diana tak bicara dengan Gea.


ia bersyukur akhirnya Gea sudah berpisah dari Axa da itu berkat Xean, terlihat begitu besar cinta nya terhadap Gea.


my heart brother, Abang hati ku (batin Diana melihat Gea tenang dalam pelukan Xean)

__ADS_1


__ADS_2