My Heart Brother

My Heart Brother
100. awal bahagia


__ADS_3

"kali-an? apa ini ? kalian saling mengenal? lalu cinta,, cinta apa itu? kenapa kalian seperti ini? kalian berdua?". Xean begitu syok kala mendengar kata kata dua sejoli mabuk cinta itu.


ia begitu terpukul rasa nya aliran darah berkumpul di kepala membuat nya begitu pusing.


memijit pelipisnya berusaha menetralisir perasaan cemburu nya.


"ayo duduk lah". ajak Leo Seraya menuntun xean dengan memegangi pundak kekar itu.


"lepas kan". tepis xean kasar,,


xean duduk di bangku sofa tepat di depan Xena menatap nya penuh kecewa, baru sebulan sudah ia menaruh hati nya dan kembali merasakan hidup kembali tapi apa kali ini bukan di tinggal kan tapi di khianati.


lebih menyakitkan lagi dengan orang yang memiliki wajah sama walaupun cara berbeda, tapi sama sama membuat nya sakit luka tak berdarah.


"apa kau baik baik saja tuan ?". tanya Xena penuh hati hati


"apa kau melihat ku baik?". bukan nya menjawab tapi malah bertanya kembali, Xena menggeleng


"minum lah dulu". tawar Leo memberikan segelas air putih ke hadapan nya


"apa kau memberi racun agar aku cepat mati dan kau bisa memiliki Xena seutuhnya Leo?". entahlah tiba tiba pertanyaan konyol muncul di benak nya membuat kedua insan di hadapan nya tertawa renyah seperti tak ada beban


"apa kalian tidak punya malu ha? berani nya tertawa setelah aku menangkap hubungan asisten pribadi ku dengan kau Xena ibu pengganti ze". bukan nya mereka terdiam setelah mendengar ucapan datar xean tapi malah kembali ngakak


"kaliannn!".


okeyy ini the real tuan Xean pragupta marah, membuat dua orang itu menghentikan tawa nya


"sudah sudah jangan marah marah tuan Tampan". goda Xena seraya mengedipkan sebelah matanya


"aku lebih cocok jadi aunty nya saja daripada ibu nya ya kan sayang?". tanya nya memeluk lengan kekar Leo tanpa menyembunyikan hubungan nya lagi dengan Leo.


"apa kau sungguh tak punya malu Xena?".


"bagaimana mungkin aku malu di hadapan kakak ipar ku sendiri kan?".


"apa ini mengapa kalian begitu santai ha? kenapa ucapan kakak ipar, aunty ada apa sebenarnya... apa yang tidak aku ketahui ha?".

__ADS_1


"sudah tidak baik marah marah kakak ipar ku tampan".


"stop memanggil ku kakak ipar mu Xena, sejak kapan aku menikah dengan kakak mu ha?".


"sejak 4 tahun mungkin,, masak pernikahan nya sendiri sama kakak ku Gea ia tidak mengingat nya sih?,, ck jahat banget deh".


degg


"kakak??".


"iyaa,, aku, kak Bara dan Gea. kami ini bersaudara kami satu ayah tuan tampan".


"hah?". jujur saja komuk xean tak dapat di hindari itu cukup membuat Xena dan Leo tertawa melihat ekspresi xean.


"jadi pertemuan waktu itu? kau dan Dita sudah saling mengenal? lalu untuk apa kalian melakukan ini ha?". wajah marah itu terlihat jelas di wajah tampan xean, bagaimana tidak marah ia merasa telah di bohongi oleh dua orang di hadapan nya.l


"tunggu dulu,, lalu untuk apa kalian kesini datang ke kehidupan ku lalu masuk ke dalam rumah ku ha?".


Leo dan Xena Saling bertatapan,, cukup lama sehingga xean tak sabar memukul meja.


"tenang tenang,, baiklah aku akan menceritakan semuanya". ucap Xena memulai perbicangan nya


...****************...


"akhhhhhh,, mengapa mama tega melakukan ini pada ku ma? apa kesalahan ku selama ini ha? apa aku kurang penurut sehingga kau tega melakukan ini di kehidupan ku ma?". teriak xean Di dalam kamar nya.


melampiaskan kemarahan nya dengan membanting seluruh benda benda yang ada di kamar nya.


"aku kira papa melakukan kesalahan di mama pergi tak ada kabar, aku membenci nya aku tak pernah berbicara sedikit pun bersamanya dan semua itu mama lah yang bersalah,, mama jahatt mama tega membuat hidup dan keluarga kita hancur ma". alhasil pria itu luruh terduduk di lantai dengan penampilan acak-acakan.


"aakhhh berengseekkkk". triak nya sambil menjambak rambut nya sendiri.


di luar terdengar langkah kaki seseorang nan semakin mendekat


mungkin mbok sebab pintu kamar nya sedikit terbuka jadi suara keributan itu terdengar hingga ke bawah.


"Xean!". ternyata salah, itu suara tegas milik Alison. papa nya.

__ADS_1


"kau kenapa? ada apa semua ini ha?". tanya Al bingung melihat kamar putra nya seperti kapal pecah


"mengapa papa merahasiakan ini padaku ha? mengapa papa tak jujur?". ucap Xean di balik isakan nya dengan wajah yang masih tenggelam di dalam lutut.


Al membuka kancing jas nya lalu berlutut


"apa maksud mu?".


"mengapa papa tega menutupi soal mama yang telah membunuh Gea pa?".


degg


"xee-".


"aku sudah tahu semua nya,, kenapa papa tega membohongi semua orang kenapa? apakah ini sosok papa yang begitu mencintai putri nya ha?".


"jangan pernah mengukur kasih sayang ku terhadap putri ku Gea".


"woww,, baru kali ini aku melihat seorang papa mendukung perbuatan istrinya untuk membunuh anak nya".


"xeann!". tangan Alison sudah di ambang untuk segera melekat memberi jejak di pipi bersih itu.


"kenapa berhenti,, papa tidak suka bukan? tampar lah". Xean menarik tangan papa nya lalu menampar pipi nya sendiri menggunakan tangan Alison.


Alison berdiri tampak di wajah paruh baya itu terluka sangat terluka, kedua wanita yang ia cintai sama sama menderita hingga kini.


"aku bingung harus melakukan apa, satu putri ku pelita hidupku satu lagi istri yang teramat aku cintai bahkan aku lebih mencintai nya daripada tubuh ini,, aku tahu dia bersalah maka dari itu aku tak pernah mencari nya bahkan melarang mu untuk mencarinya.. biar kan dia menyesali perbuatannya dan mendapatkan balasan yang setimpal".


Alison pria tua yang seharusnya hidup bahagia dengan istri dan anak cucu hingga di akhir hayat tapi apa mau di kata, garis takdir nya ternyata tak seindah itu.


setelah mengatakan itu Alison melangkah kan kaki segera keluar dari kamar itu,


saat di ambang pintu ia menghentikan langkah nya lalu berkata


"istri mu masih hidup tapi tidak dengan istri ku".


ucapan itu berhasil membuat detak jantung nya berdegup sangat kencang.

__ADS_1


__ADS_2