My Heart Brother

My Heart Brother
93. sendal selop


__ADS_3

Sudah dua hari Xena tak mengunjungi kediaman Xean, bukan tanpa sebab melainkan Presdir itu lah yang menyuruh nya istirahat minimal tiga hari, gadis itu pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menghabiskan waktu bersama Leo.


tidur di satu atap tak menggentarkan pendirian Leo untuk tidak menyentuh kekasihnya sebelum sah, dan tentu saja karena hal itu Xena senang menggoda Leo.


Dimeja makan Xena menyeringai lebar menampakkan deretan gigi putih terawat.


"ternyata kamu begitu tampan saat memakai celemek". ucap Xena seraya memberikan Sarange ke arah Leo yang sibuk dengan spatula nya.


"berarti selama ini tidak sadar bahwa kekasih hati mu ini tampan ha?". tanya Leo menaikkan satu alir nya.


membuat Xena mencibir karena lagi lagi membuat pria itu begitu percaya diri,


"tidak usah menatap ku seperti itu". Leo semakin kikuk di tatap seperti itu oleh Xena,


"apa kamu mau menikah dengan wanita yang tidak pandai masak?". tanya Xena serius.


"itu perkara mudah, ada koki ada pembantu. kamu cukup melayani aku dengan baik". jawab Leo gamplang, membuat pipi Xena bersemu merah


huwaa rasa nya tak sabar menyambangi kekasih nya itu untuk segera memeluk nya.


baru saja tiba di belakang Leo, bel rumah berbunyi.


...****************...


ceklekkk


mendengar pintu terbuka, seren langsung menatap tajam ke arah pintu. masuk lah laki laki yang ia maki beberapa hari yang lalu.


"lepas kan aku! tolong.. tolong lepaskan aku". teriak seren mulai lagi, ia tida mengenal kata menyerah walaupun ini sudah dua hari tiga malam, wanita itu enggan memakan makanan yang menggiurkan itu, hanya meminum air putih saja dan itu di sodor kan secara paksa agar wanita itu tidak mati sebelum bos nya datang.


"makan". ujar pria itu meletakkan nasi di atas meja tepat di hadapan nya.


"tidakk! aku tidak mau makan, aku mau kalian lepas kan aku, aku akan membayar kalian lebih lima kali lipat, tapi tolong lepaskan akuuuu!".


pria itu tidak menggubris perkataan paruh baya tak terurus itu. "ini piring ke-lima yang aku antar kenapa kau tidak memakan nya ha?". tutur nya dingin penuh penekanan.


"a-aku tidak lapar, aku mau pergi, lepas kan aku lepas kan, xeannn, mas Al. tolong selamatkan akuu!". teriak seren serak.

__ADS_1


"diamm!". bentak laki laki tersebut dengan suara lebih tinggi dari seren.


"kalau kau tidak makan". ucap pria itu mengarah kan pisau mengkilap nya ke arah leher seren, seketika membuat wanita itu menahan nafas nya.


"singkirkan itu". ucap nya dengan suara nyaris hilang.


"makann". titah pria itu tanpa sadar ujung pisau nya sudah menyentuh kulit lembut itu.


"i-iya iya aku makan,, tolong lepas kan tangan ku rasa nya sangat sakit di gantung seperti ini, biar kan aku menikmati makan ku dengan duduk di bawah, aku mohon". pinta nya memelas, sungguh tangan nya sudah mati rasa sakin keram nya di gantung seperti ini.


"lepas kan tangan nya, biar kan dia duduk dan ya, tolong obati leher nya". titah nya kepada anak buah nya.


mereka mengangguk hormat langsung menjalankan perintah atasan nya, seren langsung terduduk lemas di atas lantai. betapa sakit nya seluruh tubuh dan tangan nya, tidur dengan berdiri sungguh tersiksa.


melihat itu sebenarnya mereka tak tega mengurung apalagi memperlakukan wanita tua seperti ini, ya mau bagaimana ini sudah perintah atasan mereka.


seren menatap tajam ke arah pria yang tega memberi jejak di leher nya, yaitu Jerry.


Jerry meletakkan makanan di depan seren yang semula berada di atas meja, karena tak dapat menahan lapar, akhirnya wanita paruh baya tersebut melahap nya dengan cepat hingga habis tak bersisa.


ia tersenyum menang kala melihat kunci ada di saku jas salah satu dari mereka,


"nak,, tolong bantu ambil kan minum, aku begitu haus". si target pun mendekat dan membungkuk meletakkan botol berisi air putih.


"terimakasih". ucap seren tersenyum samar seraya tangan kanan mengambil botol tersebut, sedangkan tangan kanan nya sudah memegang garpu.


sretttt


...****************...


"aihh siapa sih ganggu di pagi hari gini, GK tahu apa kalau aku lagi sedang bermanja-manja". sungut Xena yang sudah memeluk tubuh Leo.


mendengar itu Leo gemas, seraya membalikkan badan nya menatap si pujaan


cupp


"dah, auto semangat dong kan udah dapat cium". ujar Leo membuat Xena ketagihan.

__ADS_1


"masak di kiri doang, Kanan juga dong biar seimbang". pinta nya dan di Kabul kan oleh Leo.


penuh keceriaan Xena berjalan menuju pintu, saat memegang ganggang pintu entah kenapa ia begitu kepo siapa tamu nya.


betapa terkejutnya wanita itu kala mendapati xean dan zevilsya yang ada di depan pintu nya sekarang, buru buru Xena berlari ke dapur untuk menghampiri Leo, kalau tahu oleh xean Leo disini, wah bisa gawat nih. batin Xena.


"Daddy, apa mommy tidak ada?". tanya ze di gendongan xean.


"pasti di dalam sayang kan mommy lagi GK enak badan". jawab xean pun sedikit ragu.


bel yang kelima kali nya baru lah pintu terbuka,


"mommy". ujar ze segera meminta peluk dengan sigap Xena mengambil alih ze.


sedangkan xean begitu saja melenggang masuk tanpa di minta si pemilik rumah,


"kamu masak Xena?". tanya xean menatap dapur yang berserakan.


"GK nampak tuh emang". jawab ketus,


"ya, emang kamu pandai masak?".


"kalau GK pandai ngapain masak cobak".


xean mengangguk paham, seraya menatap bahan bahan yang ada di atas meja dekat kompor.


"loh ini sendal siapa?". tanya xean mendapati sendal selop kulit milik pria di dekat meja masak.


degg


apa Leo lupa membawa sendal nya?


"owhh itu milik ku".


"sendal pria gini selera mu?". xean begitu tak mengerti dengan selera gadis ini


"ya suka suka saya dong sir, ya saya suka". jawab nya kesal.

__ADS_1


__ADS_2