My Heart Brother

My Heart Brother
87. pelacakan


__ADS_3

Pipi Xena memerah, bagaimana bisa bocah ini kepkiran untuk menyusu dengan nya?,apa ia harus memenuhi permintaan ponakan nya? Uhh sangat memalukan ia belum pernah melakukan ini. Bahkan Leo sang kekasih pujaan saja belum mencicipi nya.


“ze”. Panggil Xena lembut ia tidak menjauh kan tangan ze yang masih setia memegangi p*yudara nya, ya walau lebih besar dari tangan mungil itu.


“ze mau mimik mom,,ze tidak mau tidur kalau tidak mimik”. Ze kekeh dengan waja iba nya.


Seperkian detik nya Ze menangis sekencang kencang nya membuat Xena kalang kabut terpaksa menyusui ze walau ia begitu malu, sudah tidak ada air nya Ze pula orang pertama kali mencicipi nya.


Ada sensasi aneh kala Ze begitu semangat menghisap p*uting nya, sungguh aneh bukan menyusui bocah berusia tiga tahun, huhh begitu malu kalau Xean mengetahui ini.


“ze”. Mendengar suara lembut Xena, Ze menghentikan aksi nya tanpa mau melepas kan permen pink itu.


“kenapa Ze akhir- akhir ini susah sekali minum susu nya?”.


“karena mau mimik ama mommy, soal nya daddy bilang Mimik itu enak”. Jelas ze polos, membuat Xena kesal bagaimana bisa Pria itu memberitahu anak sekecil ini masalah itu, sungguh di luar nalar.


“kapan daddy mengatakan itu sayang?”. Tanya Xena yang masih penasaran tanpa mau menutup milik nya kalau tidak Ze akan mengamuk.


Ze melepaskan tautan nya dari mimik nya.


“kemalen daddy omong ama opa cald kalo ze ndak mau minum cucu, tuh kata opa cald wajal kalena Ze belum pelnah menyusu ama mommy, gituu. Tuh ze tanya ama daddy menyusu itu apa”. ujar ze polos mengentikan kegiatan nya sejenak.


“tuh apa lagi sayang?”. Xena masih kepo


“ya daddy bilang itu mimik sepelti mimik di dodot, ze tanya apakah enak? Iya daddy bilang makanya Ze mau coba mimik ama mommy, telnyata enak uga tapi dak ada air nya”. Ujar Ze polos membuat Xena tertawa geli.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu ze melanjut kan aksi nya kembali


“pelan pelan sayang, tidak ada yang mengambil kok”. Ujar Xena malu,, terlihat Ze menanggapi itu dengan senyum nya. Tapi siapa sangka di depan pintu Xean mendengar semua percakapan para perempuan ini, betapa malu nya saat ini Xean di hadapan Xena, ia tak habis pikir anak nya akan berkata jujur.


Benar kata orang anak kecil memang tidak bisa berbohong.


Dengan acuh nya Xean berjalan santai menuju Nakas untuk mengambil ponsel nya dan itu membuat Xena tak dapat menyembunyi kan rasa terkejut dan malu nya secara bersamaan.


“sudah biasa saja, aku juga tidak minat”. Ujar xean datar menatap sekilas putri nya yang sudah tertidur pulas akibat menghisap dodot yang tak ada air nya itu. “ lagian itu bukan pertama kali nya aku melihat nya”.


Betapa malu nya Xena saat ini, tak di sangka kedatangan nya malam ini akan melakukan hal yang pernah ia pikir kan sedikit pun, Ze yang pertama kali mencipinya, celakanya lagi Xean lah pria pertama kali melihat benda indah nya ini.


...****************...


drtt drttt


drtt drtt


"CK". xean berdecak kesal karena suara ponsel nya sendiri, perlahan tangan kekar itu melirik nomor tak ia kenal. selanjutnya pria itu mengheningkan suara ponsel nya agar tak mengganggu pekerjaan nya, ia begitu benci di ganggu saat jam seperti ini.


Leo hanya melirik tanpa berani berkomentar, mungkin sudah ada lebih dari lima kali nomor yang sama tetap berusaha menghubungi Xean, sial nya pria di hadapan nya ini tidak menghiraukan itu.


brakk


Xean memukul meja dengan geram sebab melihat sang asisten yang tidak mendengar nya dengan serius

__ADS_1


"maaf tuan, maaf saya tidak bisa pokus. hmm maaf kalau saya lancang tuan mana tahu itu telpon penting dari seseorang ". ujar Leo menunduk sopan


xean mengeram baru kali ini selain Dita yang berani menceramahi dirinya, tapi masuk akal apa yang di katakan pria muda ini, tanpa berpikir panjang Xean mengangkat telpon itu.


"hallo?" jawab xean tegas,


tidak ada jawaban


"hallo,, ini siapa?".


xean semakin menggeram siapa yang berani mempermainkan diri nya ha?


"aku ulangi lagi, ini-siapa? ada- perlu-apa? kalau tidak ada keperluan maaf saya akan mematikan po-". kata Xean penuh penekanan membuat Leo di hadapan nya hanya menelan Saliva,


"hallo". jawaban suara dari seberang sana membuat Xean seketika merendam emosi nya.


"ma-mama?". ucap Xean dengan intonasi rendah.


tanpa sadar Tangan Leo di bawah meja mengepal kuat


"hallo ma, mama mama dimana ma halo ma jawab xe ma mama dimana sekarang biar Xe jemput ma,, hallo Hallo mamaaa!". teriak kesal Xean karena telpon itu di matikan satu pihak.


"lacak nomor ini, sekarang!". titah Xean menyodorkan ponselnya ke arah Leo dengan emosi.


"baik tuan". setelah mengatakan itu Leo segera melangkah keluar dari ruangan kebesaran Xean pragupta.

__ADS_1


' akhirnya aku akan menemukan mu seren '. Leo membatin dengan senyum misterius nya.


****


__ADS_2