
Pukul 07.00 waktu setempat.
Pria tampan memakai jas coklat muda di padu kemeja hitam yang semakin membuat pria muda itu semakin gagah, Leo. Ya pemuda tampan itu sudah berada di kediaman Pragupta karena pagi ini pukul 9 ada meeting.
kecepatan 2 jam tak masalah toh? Agar si bos kejam itu kagum kepada nya, selain itu dirinya ingin menemui Xena yang dari malam kemarin menginap disini. Sedikit kesal plus cemburu tetapi Leo hanya diam dan tersenyum dia takut Xena tidak nyaman dengan sikap nya seperti itu.
“kenapa menatap ku begitu ha?”. Tanya Xena yang tengah asik membuat kan sarapan untuk Xean dan Ze.
Leo yang menyadari itu hanya tersenyum jahil seraya menatap dada Xena.
“tolong mata di kondisikan sebelum ini melayang mengenai kepala mu”. Ujar Xena sarkas seraya mengangkat botol minyak.
“aku hanya menatap baju mu yang kotor akibat susu”. Jawab Leo santai
Xena terkejut dengan apa yang Leo katakan pasal nya sembari tadi pria itu tidak mengetahui apa yang sedang ia buat dan sekarang bisa bisa nya pria mesum itu tahu kalau baju nya terena susu bubuk.
“kauu?”. Xena menyipit kan matanya seperti mencari tahu sesuatu
“ya aku pintar dan aku tahu itu”.
“terserah”. Ujar Xena bete memutar bola mata nya malas.
Setelah itu hanya keheningan yang ada di antara mereka.
“leo”. Xena memanggil pria yang tengah asik dengan laptop nya.
Leo melirik ke arah Xena di mana Wanita itu sedang kesusahan akibat rambut pendek nya kini sudah memanjang, Leo yang seakan paham pun langsung bertindak.
Melihat Leo yang berjalan mendekati nya terlihat wanita itu menarik sudut bibir nya.
“ternyata pekak juga”. Ucap Xena saat merasakan sentuhan di rambut nya
__ADS_1
“peka oi peka”. Sahut Leo sedang asik mengikat rambut lembut bergelombang itu dengan gelang hitam nya. “sepertinya kau lah yang selalu menghabiskan gelang ku”. Lanjut Leo mengingat dimana sedar kecil Leo lah yang selalu mengingkat rambut Xena memakai gelang nya.
“ehh”. Xena terkejut saat merasakan tangan kekar itu melilit di pinggang nya.
“bagaimana keadaan mu baby”. Bisik leo di tengkuk leher Xena, hangat menerpa kala deru nafas itu mengenai kulit lembut nya, apalagi aroma khas mint dari mulut pria itu membuat Xena tak pernah menolak kala Leo memeluk nya diam diam selain itu ada rasa yan tak pernah mereka sampai kan saat bersama.
“aku baik”. Jawab nya tersenyum manis. “sekarang lepas kan ya? Nanti ada yang melihat tidak baik untuk rencana kita”. Bujuk Xena lembut seraya mengelus tangan leo yang ada di perut nya.
“baiklah” leo tak mampu menolak kemauan Xena, sebelum melangkah pergi menjauh ia tidak lupa mengecup dahi xena dengan lembut.
***
“morningggggg semuaa”. Ujar boria Xena baru masuk ke kamar xena di mana ada daddy dan sang anak yang sedang tidur berpelukkan.
Meletakkan nampan berisi sarapan di atas meja, dengan jahil nya Xena membuka tirai selebar lebar nya agar cahaya matahari masuk untuk menyapa duan insan yang malas membuka matanya.
Karena silau mengenai tubuh mungil itu perlahan Zevilsya membuka matanya
“morning mom”. Ujae ze dengan suara serak nya
“mmm aroma apa ini? Ze jadi lapar mom”. Ucap ze polos
“ayo kita sikat gigi dulu setelah itu baru makan, mommy membuat kan puding mangga yang sanggaaaatttt enakk”. Itulah ucapan Xena saat berjalan menuju kamar mandi untuk membersih kan Ze, Xean dapat mendegar betapa tulus nya Xena kepada gea.
Ingat tidak boleh baper kau hanya milik Gea, Batin Xean memngingat kan.
Disini Zevilsya merasa sangat bahagia, doa yang selalu ia ucapkan sebelum bobok kini sudah terkabul. Kedatangan Xena mampu membuay bocah menggemas kan itu selalu happy karena kasih sayang nya.
semula yang tidak pernah merasakan bermain dengan sang mommy, makan masakannya, di mandikan di dongeng kan di manja dan perhatian kecil lain nya membuat bocah perempuan itu kini menjadi sempurna akibat ada nya peran sosok ibu masuk kedalam hidup nya. Lebih baik terlambat dari pada sama sekali.
Sosok ibu entah bagaimana cara mengekspresikan kasih sayang nya untuk anak nya, ibu bagikan malaikat tak bersayap rela mengorbankan apapun untuk melihat anak anak nya bahagia. Kata demi kata ucapa demi ucapan tak mampu membicarakan sosok ibu, ibu bahagia ku ibu sedih ku ibu dunia ku ibu segalanya. Tanpa ibu bagaikan lilin tanpa pelita.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain bocah laki laki itu selalu mendapat ujian di tengah kelengkapan keluarga nya, walaupun orang orang pada iri dengan keluarga zegraf yang lengkap dan selalu terlihat harmonis. Padahal sedari dulu butuh perjuangan untuk mendapat kan perhatian dari sang daddy.
Baru beberapa minggu merasakan hangat nya kebersamaan nya dengan mami dan sang daddy.
Kini bocah laki laki tampan itu mendapat kan ujian yang mungkin dirinya tidak akan pernah bisa mempunyai keluarga utuh dan harmonis, pikir nya.
Zegraf sedang menangis dalam diamnnya menatap mami nya seperti tidak ada semangat terkadang sang mami pun menangis kala sendiri, seperti tadi Zegraf meninggalkan celsie sendiri saat ingin mengambil mainan nya.
“mami kenapa menangis?” tanya ze menatap intens ke arah mata Cel
“bukan apa apa sayang hanya kelilipan saja”. Ujar cel memaksa senyum nya,
“mami bohong mami tidak boleh bohong loh nanti masuk neraka”
“tidak sayang mami tidak bohong”.
“apa mami bertengkal ama daddy?”. Tanya ze hati hati takut melukai hati celsie.
Mendengar itu cel menatap putra nya dengan sedih air mata yang di pertahankan kini meluruh jatuh terjun bebas di pipi mulus itu.
Ze sedih melihat mami nya seperti itu akibat mulut nya “mami maaf mami”.
Sesegera mungkin Cel memeluk putra nya dengan erat begitu pula dengan ze
“maaf kan mami sayang mami kalah mami sudah kalah”. Celsie menangis sesegukan dengan memeluk tubuh mungil yang juga ikut menangis bersamanya.
“ze jangan pernah tinggalkan mami seperti daddy ya nak”. Dengan cepat ze menggeleng
“no mami”
“apa mami dan daddy tidak akan bersama lagi?”. Tanya bocah itu seraya menhapus jejak air mata nya
__ADS_1
Hanya gelengan kepala dan itu sudah menjawab pertanyaan ze, kekecewaan serta sedih yang ia alami membuat ze tega meninggalkann celsi sendiri
“zee,, zegraff”. Teriak celsi beriringi isak pilu saat melihat buah hati nya memilih pergi dari sisi nya