
pagi-pagi buta Xean mendapatkan berita dari Richard bahwa Seren sang Ibunda mengalami kecelakaan saat pulang dari hotel.
"a-apa?" ujar Xean terkejut baru saja akan mulai tertidur mendapat kabar itu membuat tubuh nya lemas seketika
"kembali lah kesini segera,keberangkatan mu sudah uncle atur" ucap pria itu di seberang segera mematikan telpon nya sepihak.
tak butuh waktu lama Xean sudah siap dengan segala kebutuhan nya, seluruh pekerja di rumah mewah itu merasakan sedih termasuk mbok sembari tadi tak henti-hentinya berdoa untuk nyonya yang baik hati itu.
"hati-hati den" ucap mbok sebelum Xean memasuki mobil sport nya
"Iyah mbok, aku berangkat dulu"
air mata yang terbendung akhirnya jatuh bebas tanpa akses, mbok segera berjalan ke kamar mengambil ponsel di atas nakas di samping tempat tidur nya
drrrtttt ddrrtt
ponsel Gea bergetar
"siapa menelpon selarut ini apa tidak ada waktu saja" ujar Axa terbangun mendengar suara ponsel Gea sangat memekakkan telinga nya
drrttt drrttt
"hyy bangun" teriak Axa kesal membangun Gea dengan melempar bantal kepada gadis yang tertidur di lantai beralas kain tipis itu
Gea yang baru saja terlelap langsung terduduk Sakin terkejut nya, jelas terlihat mata sembab di wajah cantik itu.
"ambil ponsel itu atau aku hancur kan" geram Axa menatap wanita yang masih menunduk ketakutan
mendengar itu Gea langsung berdiri mengambil ponsel nya
melihat nama yang tertera dilayar, gea menyerngit kan dahi
"ada apa jam dua seperti ini mbok menelpon" gumam nya seraya menekan tombol hijau di layar
"hallo non" ujar mbok seraya terisak
"ada apa mbok? kok nangis?" tanya Gea panik
"woi berisik aku mau tidur" (ucap Axa yang tiba tiba datang dari belakang Gea langsung menarik rambut Gea dengan kasar
"keluar lah" Axa mendorong tubuh Gea kuat berhasil membuat wanita itu terjatuh
"hallo non, non kenapa?" tanya mbok merasa kan ada hal yang aneh
__ADS_1
"berani macam-macam kau tahu akibat nya" ancam Axa tak main-main
hanya air mata yang dapat menggambarkan betapa tersiksanya Gea tiga hari ini, tinggal di apartemen mewah milik Axa membuat pria itu bebas menyiksa istri nya
"i-iya mbok maaf tadi ada kucing bertengkar" jawab nya menatap Axa yang sudah tertidur memeluk guling empuk kesayangan nya
"oiya mbok kenapa nelpon jam segini apa semua baik-baik saja?" tanya Gea sangat pelan takut membuat pria itu terbangun
"ituh non, nyonya Seren kecelakaan sekarang den Xean berangkat ke London" jelas mbok membuat gadis itu terhenyak mendengar kabar itu,
"a-apaa?" teriak Gea terisak tak mampu menahan nya lagi
Axa mendengkus lalu duduk menatap penuh peperangan ke arah Gea
"makasih mbok info nya" ujar Gea seraya mematikan telpon nya sepihak
"mama hiks hiks ma" Gea tak dapat menahan tangisan nya, walaupun wanita itu menolak Gea Putri nya tak ada terbersit kebencian di dalam hati bersih Gea untuk Seren rasa sayang begitu besar untuk Seren dan Alison tak kan pernah pudar sampai kapan pun
sedikit pilu melihat istri status nya menangis dengan memeluk lutut di sudut kamar
shitt tidak ada kelembutan untuk nya hanya luka
menatap kesal Axa turun dari ranjang seraya berjalan ke arah Gea
ucapan Axa mampu membuat dagu Gea menengadah ke atas menatap pria itu
"kau lah yang membuat ku tersiksa seperti di neraka Axa" teriak Gea menggebu-gebu
plakkkk
tamparan keras mendarat di pipi Gea membuat sudut bibir perempuan itu sedikit berdarah
Axa menatap tangan nya da Wajah Gea bergantian ia tak menyangka seberani itu melukai wanita yang ia cintai
"tampar lagi kak, tampar apa kau kurang puas menjadi kan aku babu mu selama dua hari ini? aku makan atau tidak aku sakit aku terluka apa kau peduli kan itu? rasa nya aku lebih baik tinggal bersama mas Xean dari pada disini NERAKA"
ucapan Gea berhasil membangun singa yang hampir menyesal tadi
plakkk
membuat tubuh Gea terjatuh ke lantai, tersenyum miris menatap pria itu penuh kebencian
Axa menunduk mencengkeram erat dagu Gea tak melawan hanya diam menatap mata Axa penuh sumpah serapah
__ADS_1
"tak kan ku biarkan Xean mengambil mu kau milik ku ingat itu" kata Axa menarik sudut bibir nya sedikit lega melihat kesakitan yang Gea rasakan tapi di Lubuk hati paling dalam Axa tak mau melakukan untuk menyakiti Gea, apalah daya rasa sakit penuh dendam berhasil membangun kan sisi buruk seseorang, itulah yang di alami Axa kini.
"aku mau Landon mama kecelakaan" dengan susah payah Gea mengungkapkan keinginannya
"no" sahut Axa tegas seraya menghempaskan dagu itu
"aku hanya ingin bertemu dengan mama kak, mama kecelakaan aku mohon kali ini saja aku rindu mereka, papa" gumam nya pelan
"sekali aku bilang tidak ya tidak gea jangan sampai membuat ku melakukan hal yang akan membuat mu menyesal" ancam nya segera melangkah kan kaki keluar dari kamar itu rasa kantuknya kini mulai hilang
"satu hal lagi jangan pernah keluar dari sini tanpa izin ku" lanjut Axa tanpa berbalik menatap Gea.
menangis sembari tadi membuat perut nya lapar dengan langkah malas Gea berjalan menuju dapur, untung art mereka belum datang itu sedikit membuat Gea sedikit lega tidak perlu menghindar karena malu atas apa yang terjadi kepada nya
huekkkk
Gea mual mencium aroma bawang putih
huekkkk
Gea memuntahkan isi perutnya yang hanya air bening sejak pagi dirinya tak memakan apapun karena tidak terasa lapar
pantulan cermin di wastafel memperlihatkan wajah pucat Gea dengan mata sembab
hanya sekedar menyapa.
tak ingin singgah.
tak ingin menetap.
kenapa?.
kenapa engkau hanya datang sebentar kebahagiaan?.
apakah kenyataan tak mampu membuat ku luka sehingga mau ingin mengambil kebahagiaan ku lagi dan lagi?.
tolong kembalikan aku mohon kembali kan kebahagian ku.
"arrrggg" teriak Gea mengacak rambutnya
"akhh" ringis nya merasakan sakit di bagian perut nya.
hyyy reader tersayang 🥰, up lagi nih jangan lupa tinggalkan jejak yaa agar author tetap semangat.
__ADS_1
tencuu, happy reading.