My Heart Brother

My Heart Brother
108. akhirnya berpetualangan


__ADS_3

mall.


"bagaimana sayang, apa masih ada yang ingin di beli?". tanya Axa menatap istrinya seperti sedang berpikir.


"he'em, baju untuk anak tampan ku". Axa mengangguk semangat,lalu mengikuti langkah kaki istri nya.


"sayang lihat". Axa memegang kemeja bewarna cream, mungkin itu cukup kebesaran untuk bocah laki-laki berusia 4 tahun itu.


"itu sangat bagus, tapi zegraf kita belum bisa menggunakan nya, mungkin harus menunggu 11 tahun lagi deh". Celsi cekikikan melihat tingkah aneh sang suami.


wajah semula nan bahagia kini perlahan meredup, lalu beralih menatap suami nya yang tengah asik memilih pakaian.


"apa dia akan terus bersama kita sayang?". seketika Axa menatap tak suka saat sang istri mengatakan itu apalagi di tengah keramaian seperti ini, Selain takut ada beberapa orang mendengar nya atau beberapa mata mata yang tidak mereka ketahui.


"maaf kan aku". ucap Celsie kembali ke rutinitas nya


"apa kau sudah mendapatkan baju nya sayang?". Axa mengalihkan topik.


......................


ruang kerja Bara.


Bara menatap penasaran ke arah anak buah nya, dapat terlihat pria itu sedikit menarik sudut bibir nya.


"selidiki anak siapa itu". titah Bara kembali pokus ke laptop nya.


"baik tuan, kalau begitu saya permisi". di jawab anggukan kepala oleh bara.


drttt drttt


ponsel hitam milik bara berbunyi, senyum manis memperlihatkan dalam nya lesung pipi diwajahnya terlihat begitu jelas ketika nama 'mynyonya' tertera di layar ponsel itu.


"hyy cinta kuu, istri ku yang makin cantik".


"kau kapan pulang? aku merindukan mu". ucap Dita dengan mata berkaca-kaca sambil memakan beberapa cemilan nya.


"mmm,, tidak bisa ku pastikan sayang". jawab bara memasang wajah bersalah


"kau begitu memikirkan pekerjaan itu sehingga tak memperdulikan aku yang sedang mengandung anak mu". kesal Dita langsung mematikan sambungan telpon nya secara pihak, alhasil membuat Bara mati ketakutan.


dengan perasaan kesal yang entah dari mana muncul nya ia pun menekan tombol panggilan untuk Jerry si kepercayaan kesayangan nya.

__ADS_1


"hallo bos".


"siap kan penerbangan ku malam ini, istri ku sudah mengamuk". teriak penuh penekanan nya membuat si Jerry menghela nafas kala mendengar suara dingin itu.


belum juga menjawab telpon sudah di matikan secara sepihak


sudah biasa!


"GK disana ada tuan Xean GK disini ada tuan bara, memang tidak ada yang membuat hidup ku Sedikit bernafas". keluh Jerry di sela sela mengerjakan tugas nya.


...****************...


kediaman Bara.


Xean menatap wajah istri nya yang begitu cantik tanpa polesan make up, membayangkan cinta kasih tadi malam membuat nya malu.


"akhirnya kau di gunakan juga junior". xean menatap sang junior tanpa menggunakan apapun di balik selimut yang sedang bangun, tentunya ini sudah terbiasa terjadi di pagi hari. tapi intinya pagi ini berbeda,,huhh rasanya sekali saja tidak cukup tapi ia sadar istri baru saja pulih tidak baik menggempur nya terus menerus.


cup


kecupan manis mendarat di bibir kecil itu


sekali lagi


cup


membuat si empu menggeliat merasakan terganggu, ya bagaimana tidak tangan nya sudah menjalar ke area yang sangat ia sukai.


walaupun kini mengecil tapi xean berjanji akan membuat nya kembali hidup dan monto.


"ma-mash". ujar gea pelan merasakan ada seseorang di bawah sana. memaksa membuka matanya. betapa terkejutnya Gea saat ini kala melihat sang suami sudah di bawah sana tengah asik menyecap indah milik nya.


"akhh ini masih pagi kenapa memulai nya lagi hah?" gerutu gea tak habis pikir dengan pikiran suami nya, tapi tak dapat di pungkiri ia sangat menyukai sentuhan lembut itu.


dan terjadi lah kembali seperti tadi malam.


🌚


"bagaimana keadaan mu sayang?". tanya Alison seraya mengelus rambut Putri nya.


"sudah sangat baik papa". jawab nya tersenyum manis

__ADS_1


"syukur lah__".


"gimana GK langsung sehat kan tadi malam tidur bareng suami tercinta yekann". Dita menaikkan turun kan alis matanya menggoda pasangan itu.


"ya dong,,kek GK tahu aja asupan apa yang aku kasih makanya makin seger seperti ini". timpal xean semakin komplit membuat pipi Gea memerah.


"Pantes ze tiba tiba datang ke kamar aku kak, dengan alasan Daddy butuh proses untuk membuat adik ". ujar Xena baru datang dengan mengandeng tangan ze, tepat nya mereka bertiga bersama Leo habis berolahraga pagi.


"akhhhh". xean meringis kala mendapatkan cubitan di pinggang nya


"kamu ya mas". kesal Gea memplototi xean


"maaf sayang". bisik xean sedikit cengengesan


"mommyyyyy". teriak ze seraya berlari ingin memeluk sang mommy ia begitu sangat merindukan mommy.


"apa adik nya sudah ada mom?". tanya ze polos membuat Gea mendengus kesal.


"my princess,, GK bisa buat adik itu sehari harus butuh proses yang setiap hari ze harus rela tidur sama aunty Dita atau momma Xena". jelas xean santai walau di tatap tajam oleh semua orang.


"ze kamu jang__" belum sempat Dita menyempurnakan kalimat nya xean lebih dulu menyela.


"di larang menghasut anak ku atau mengatakan yang tidak-tidak, dan kamu sayang jangan percaya selain Daddy dan mommy, karena semua orang iri". tegas Xe menekan kan kata iri sambil menatap Dita.


"kau xeann".


"ya aku tahu kau begitu merindukan suami mu bukan? sabar ya Dita,, semoga saja suami mu tidak betah di sana lama lama". Dita begitu kesal mendengar itu ia ingin menangis dan berteriak tapi tidakk..


"suami ku setia". ujar Dita dengan bangga sebab ia begitu bahagia tiada Tara karena pagi ini pria yang ia cintai baru saja muncul dengan posisi xean membelakangi nya.


xean tersenyum licik


"seperti tidak tahu saja Bara itu bagaimana".


"bagaimana?". pancing Dita sebab si empu sudah siap mengangkat bendera perang


"seperti ini". ujar bara membuat xean terkejut plus dapat hadiah


tlinggh


"awwww". xean meringis kala bara menjentik telinga nya dengan keras, dan terjadi lah kejar kejaran seperti anak kecil, tidak lupa Alison berdoa agar keluarga nya selalu bahagia seperti ini sebelum ajal menjemput nya.

__ADS_1


"aku tidak akan membiarkan kau bahagia, liat saja alam begitu adil".


__ADS_2