
wanita yang bernama Gea mampu memenuhi pikiran nya dari awal pertama kali bertemu, di tambah kata- kata Dita semakin membuat pria dingin itu penasaran, dengan itu ia segera mengerahkan anak buah nya untuk mencari identitas tunangan Axa kaynan
Di dalam ruangan Xean kini sudah ada anak buah nya untuk memberi laporan yang ia minta
"bagaimana?" tanya Xean menatap pria berjas rapi di hadapan nya seraya memainkan cincin bergambar smile itu di atas meja
"maaf tuan saya hanya mendapat kan bahwa Gea Zhulaikha anak angkat dari Diana Teuku Prananjaya"
"selain itu? siapa orang tua kandung nya asal nya darimana?"
"tidak ada tuan sepertinya nyonya Diana sengaja menghapus identitas Gea"
"siapa Diana itu?" tanya Xean, pasti orang itu orang berpengaruh sehingga bisa melakukan ini dengan mudah, pikir Xean.
"Diana teuku prananjaya salah satu kolongmerat yang ada dinegara ini, ia memiliki beberapa perusahaan dan anak cabang disini maupun luar negeri, beberapa unit hotel, vila, apartemen, butik dan salon. oiya Nyonya diana juga memiliki paprik tekstil yang terkenal yang sudah berkelana ke beberapa negara. Walaupun kaya harta berlimpah ia hanya hidup sendiri tanpa keluarga dan sanak saudara suaminya meninggal 5 tahun yang lalu dan kini ia hanya memiliki Gea". jelas nya membuat Xean mengangguk paham.
Diana memang lah sangat pintar sebelum Xean mendapat kan apa yang ia mau dirinya sudah lebih dulu menghapus identitas Gea sebelumnya, niat di hati tidak ingin meghapus agar keluarga Gea nanti nya dengan mudah menemukan keberadaan Gea tapi sudah enam bulan ia menanti tidak ada juga tanda-tanda seseorang mencari gadis itu di tambah psikis nya terganggu akibat kecelakaan membuat Diana menghapus dengan alasan ia ingin gadis itu melupakan masalalu nya dan hidup bahagia sebagai anak nya Diana teuku prananjaya.
sepertinya memang ada yang di sembunyikan dan itu juga pasti berhubungan dengan cincin ini dan juga diriku
"tuan, satu lagi saya mendapat kan informasi bahwa Gea pernah mengalami kecelakaan di tabrak mobil di bandara internasional bersama seorang pria"
"kapan kecelakaan itu?"
"satu tahun yang lalu"
"dimana pria yang kecelakaan bersama gea itu?
"kata nya dia di bawa keluar negeri untuk pengobatan, dimana nya saya tidak tahu".
jam makan siang
Xean kesalah satu caffe yang ada di sekitaran kantor lebih tepatnya caffe di mana dia dan Gea bertemu, bukan karena hal lain untuk berkunjung ke caffe itu selain dekat caffe bertema alam itu menyediakan makanan- makanan lokal yang enak-enak, pantas saja baru dibuka caffe ini langsung rame.
"permisi tuan" ujar pelayan itu ramah seraya meletakkan sebuah cake coklat [seperti gosong karena itam sebenarnya tidak gosong hanya bentuk nya saja] dan juga mie pasta.
menyerngit kan kening nya
"maaf sepertinya salah meja karena saya belum memesan apapun"
"maaf tuan begini hari ini perayaan ulang tahun pemilik caffe ini jadi khusus di hari ini pengunjung mendapat kan cake dan mie pasta". jelas nya yang dapat melihat keraguan di wajah tampan itu.
"lihat disana". [menunjuk sepasang kekasih]. "mereka juga mendapatkannya"ujar pelayan itu memastikan.
__ADS_1
ya sebetul nya sepasang kekasih yang menjadi tumbal itu kebetulan memesan hal yang sama tapi berbeda siapa koki nya.
mencicipi, Xean termenung mengingat masakan yang familiar di lidah nya ini.
mayan lah
gumamnya lanjut mengambil satu potongan lagi
enak juga
lanjut makan bahkan nambah lagi dan lagi
memakan dengan lahap tanpa memikir kan sekitar nya entah lapar atau doyan toh kalau tidak di habis kan maka akan mubazir dan itu tidak baik, pikirnya
sehingga membuat nya tanpa sadar menghabis kan seluruh nya tanpa sisa sedikit pun
pelayan yang tadi menganga di buat nya
eh buset cake gede segede nampan abis?lah mie nya dauble porsi juga habis? itu perut apa gimana?
gumam nya tanpa beralih pandagan dari wajah tampan itu
seraya pelayan itu mengeluar kan benda pipih di balik saku celana nya lalu mengetik pesan singkat untuk seseorang
*sesuai rencana nona ludes semua hanya piring yang tersisa mungkin kalau tuh piring lunak mungkin ia makan juga, wkwkwk
*okeh sama-sama nona gea
Gea yang sedang di jalan menuju rumah senang mendapat kan kabari itu
Bukan pelayan itu saja yang terkejut Xean pun tak kalah terkejut
"habis?" ungkap nya tak percaya
"tapi enak juga" gumam nya seraya melirik kesana kemari
Di seberang
Axa menerima telpon dari sahabat nya
"hallo" ucap di seberang memulai percaapan
"hmm"
__ADS_1
"yaelah beneran marah lu? baperan amat lu udah tua juga tapi masih kek anak kecil" suara ejekan di seberang membuat Axa mendengkus
"gk penting gue matiin" ancaman Axa
"iya-iya yaelah. Gue mau minta maaf karena gk bisa datang ke acara tunangan lo karena gue sibuk Xa?
"sibuk ama wanita-wanita malam lo?"
"sumpah gue ada perjalanan bisnis ke Airolo seminggu"
"hmm baiklah seorang Bara kini sudah mulai sibuk bisnis"
"sesibuk apapun kalau untuk junior gue kauin" ujar nya membuat Axa menggelengkan kepala nya
"eh selamat yak akhir nya sahabat gue laku juga kasian junior lu udah karatan bentar lagi gol"
"gue tampan, kaya, baik hati dan tidak sombong apalagi gue gk pernah main perempuan siapayang mau nolak gue"
"yayayaya serah, eh itu siapa nama tunangan lo? " tanya Bara penasaran gadis cantik mana yang bisa meluluhkan hati pria yang sudah mati akibat masalalu itu
sebelum bisa menjawab pertanyaan Bara, sekretaris nya masuk dan mengatakan CEO PraGrup datang yaitu Xean untuk membahas kerja sama nya maka dari itu Axa menyudahi telpon nya dengan Bara
Diruang pribadi Axa mereka berempat [Xean, sekre & Axa, sekre]
mereka membahas masalah model dari perusahaan PraGrup karena model yang akan di pakai untuk lounching produk kecantikan itu tidak bisa karena mengalami kecelakaan kemarin malam dan sekarang masih berada di rumah sakit karena mengalami koma.
"maaf tuan" sela Dita kini pandangan mereka beralih menatap Dita
"bagaimana kalau nona Gea saja yang menjadi model selain tubuh yang ideal ia juga memiliki wajah yang cantik natural, bagaimana?" mereka yang mendengar saran itu saling memandang
"bagaimana tuan Xean apa anda setuju?" tanya Axa
"apakah yang bersangkutan bersedia? kalau bersedia itu bagus karena tidak ada waktu untuk mencari model lagi karena pemberangkatan kita besok" ujar Xean yang di anggukan kepala oleh mereka semua
yang di bicara kan panjang umur, Gea datang tepat waktu dalam keadaan genting itu
"bagaimana ge?" tanya Axa lembut setelah ia menjelas kan seluruh nya kepada gadis itu
apa langkah ini bisa membuatt ku dekat dengan mas Xean
"kalau tidak mau tidak apa-apa" ujar Axa melihat raut wajah Gea yang ragu
"iya aku bersedia"
__ADS_1
selain ingin dekat dengan Xean menjadi model adalah cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah, saat mendapat tawaran menjadi model dirinya sangat senang tapi Xean dulu sangat tidak menyukai Gea menjadi model dengan alasan,
keindahan tubuh mu bagaikan bunga yang mekar sangat berbahaya kalau ada banyak kumbang yang menyinggahi mu.