
Acara pesta pernikahan Axa dan Gea begitu meriah tamu tamu yang hadir kebanyakan dari kalangan menengah ke atas
Gea, pengantin baru itu sangat cantik malam ini senyuman palsu di wajah nya mampu mengecoh seluruh insan yang berada di sana
raut wajah sedih Gea dapat di lihat Axa tapi pria yang sudah berstatus suami nya itu tak sedikit pun bertanya apa yang membuat hati istrinya gelisah
"apa anda tidak berkenan hadir di acara resepsi saya malam ini tuan Xean pragupta" (send)
"opss maksud nya kakak ipar, mas."( send)
di sisi lain
"aku permisi semoga kau cepat pulih". ucap Xean pamit segera keluar dari kamar Bara
Dita tak banyak berkomentar akan hal privasi Bos nya itu toh udah gede yang paling penting kini adalah Bara
*
*
*
"selamat atas pernikahan kalian" ujar Xean memberi selamat kepada dua mempelai tampan dan cantik itu sangat serasi
aku bersumpah kau tidak bahagia dan cepat pergi di telan bumi (sumpah serapah di hati Xean menatap kebencian ke arah mata Axa )
"terimakasih.. m-mas" jawab Axa cekikikan
cihh sungguh tak sudi aku kalau kau memanggilku mas dasar menjijikkan (batin Xean yang masih bersalaman dengan Axa)
aku juga tak Sudi memanggil mu mas kalau tidak di depan Gea (batin Axa, seolah-olah mereka berbicara melalui kontak mata )
"hmmm"
deheman Gea membuat dua pria itu sadar dan segera melepaskan kaitan tangan nya
"mass" Gea berhamburan memeluk Xean
"kau sangat cantik, tapi lebih cantik kalau memakai gaun pernikahan dari ku akan ku buat kan yang lebih mewah dari gaun jelek ini". ujar Xean melirik Axa yang bodoamat Santuy dengan ucapan Xean yang penting sekarang dirinya sah milik Gea
"aku akan segera merebut mu Gea" bisik Xean membuat wanita itu menatap penuh harap kepada Xean
"lopyuu" mendengar ungkapan manis itu membuat senyum manis milik Gea terukir lembut
aysss lama bener. gumam Axa.
Axa menarik sudut bibir nya perlahan tangan kekar milik Axa mengelus pinggang ramping Gea membuat Xean melihat itu menggeram
"sayang doa kan mas mu segera menyusul" ujar Axa segera memberi kecupan di pipi lembut Gea
tahan Xe tahann akan ku pastikan laki laki brengsek ini tidak menyentuh Gea malam ini.
malam hari
__ADS_1
sudah malam tapi kenapa masih ramai yaa? kapan sih nih tamu bubar, lihat noh Dede gue GK bisa nahan
gumam Axa seraya mengelus dada nya
"kamu kenapa kak?" tanya Gea bingung
"acara kita sampai jam berapa sih? kok semakin lama semakin ramai?" tanya Axa
"jam dua belas kan Kakak yang atur jam nya"
"hah dua belas? loh ini masih jam 10, dua jam lagi dong?" sahut Axa melirik jam di pergelangan tangan nya
Gea yang asik menikmati salad buah yang di bawakan Diana tiba tiba wanita itu merasa sedikit mual
kok mual ya? perasaan GK ada tuh telat makan
sama hal nya dengan Xean ia merasa mual saat menikmati seteguk wine di gelas cantik itu
perasaan sering minum tapi kok sekarang merasa mual ya? apa jangan-jangan Pria brengsek itu menaruh racun
pikir Xean melirik Axa sedang berbicara kepada tamu tamu nya
"toilet di mana?" tanya Xean kepada salah satu pelayan disana.
hueekkkk
Xean memuntahkan isi perutnya
"gilaaak apa mabuk gara gara wine yak?" tanya nya sedikit bingung
"kamu gk apa apa nak" tanya Diana perhatian
"Iyah Bun hanya masuk angin, Gea GK biasa pake baju segini dari tadi". jawab Gea cengengesan
"yasudah kamu istirahat ajaa tamu biar mama yang urus, Xa jagain istri kamu".
mendengar perintah itu penuh semangat Axa menjalankan perintah sang ibunda
"kamu gk mandi ge?" tanya Axa mulai membuka kancing kemeja nya
"Iyah kak nih mau mandi" ucap Gea memperhatikan Axa dengan enteng nya berganti baju tanpa malu melihat itu membuat pipi Gea memerah.
melihat Gea kesusahan membuka gaun besar nya Axa berjalan mendekat
"sini aku bantuin "
tak dapat menghindar Gea menerima penawaran itu
betapa silau nya mata Axa melihat tubuh mulus bercahaya milik Gea
perlahan-lahan menarik kancing dari atas hingga ke pinggul agar tak melukai kulit putih itu
cupp
__ADS_1
satu kecupan di berikan Axa di punggung Gea membuat si empu meremang
sadar Xa ingat tujuan mu buat dia terluka bukan bahagia
"pergi lah segera mandi" lanjut Xean membuat Gea buru buru ke kamar mandi
huff untung saja aku kira dia akan meminta nya, aku belum siap aku tidak mau hanya mas Xean yang boleh tidak siapapun
melihat pintu kamar mandi tertutup itu Axa hanya bergumam kepada dirinya sendiri
aku harus buat dia merasakan sakit yang aku rasakan, dendam ini harus terbalas kan
*jangan xa kau pria baik tidak pernah dendam kepada siapapun buat lah istri mu bahagia agar dirinya tidak meninggalkan mu
bodoh, kalau kau mengikuti nya maka tidak ada rasa bersalah saat menghianati mu. untuk beberapa hari ini buat dia merasakan beruntung menikahi mu setelah itu buat dia menyesal mempermainkan mu*.
ceklekk
keluar lah Gea sudah mengenakan piyama tidur nya dengan rambut tergerai basah sangat seksi di mata pria itu
"kemari lah" pinta Axa menepuk ranjang meminta Gea duduk di sebelah nya
Hanya mengangguk
aku harus cari cara apa untuk menghindari nya ? ya Tuhan tolong lah hamba mu ini.
aroma vanila di tubuh Gea mampu memanjakan indra penciuman Axa
pria berbadan kekar yang menggunakan boxer dan baju kaos itu secara pelan tapi pasti mendekat kan dirinya ke Gea
memeluk wanita itu
cup (untuk dahi)
cup
kecupan terakhir mendarat di bibir Gea ******* pelan namun tak di balas membuat Axa mendengkus kesal
"balas" titah nya
Gea membalas perperangan itu dengan baik membayangkan sedang bermain bersama Xean bukan Axa membuat Gea mengalungi tangan nya
Axa menarik sudut bibir nya
perlahan merebahkan tubuh kecil itu
"aaaaaa gatal- gatal" ujar Axa segera melepaskan tautan mereka
"Gee to-tolong akhh gatal"
ingin rasa nya Gea tertawa melihat itu tapi tidak ia mengulum tawa nya agar tak di cap istri durhaka bahagia melihat suami tersiksa
"akhh sial gatal sekali" ucap Axa merasakan gatal di seluruh tubuh nya
__ADS_1
pasti ulah mas mas sialan itu.