
"heyyy". teriak seren juga tersulut emosi kala sudah menyebut nama putra kesayangannya
"heyyyyy heyyy heyyyyy". teriak Dita tak kalah keras membuat semua telinga orang di sana jengah
Bara menggeleng geleng kan kepala nya kala melihat tingkah absurd sang istri
'milik ku sungguh unik'
"kedua". Dita memperlihatkan dua jarinya didepan wajah wanita tua yang sedikit syok itu.
"memperlakukan mu seperti ini? ini?,,huh..ini saja sebenarnya tidak cukup untuk menghukum wanita seperti mu itu. dan yaa,, anda benar nyonya pragupta yang tidak pernah di cari oleh tuan pragupta terhormat.... dulu saya memang begitu menghormati anda begitu mengayomi anda bahwa seorang nyonya besar ini sungguh baik hati.. tapi". Dita menggantung perkataan nya ia sungguh senang melihat wajah merah padam Seren.
"tapi apaa?". seren tak menahan intonasi tinggi nya lagi
"tapi anda seorang pembunuh yang tidak layar di hormati, bukan saja di hormati saja tapi lebih tepatnya mati".
"apa kamu bilang ha?". seren berteriak marah membuat Bara berangsur mendekati istri nya ia tidak rela ketika seseorang seenaknya membentak istri tercinta nya.
tapi apa mau buat Dita melirik sang suami memberikan kode bahwa biar kan dirinya yang mengatasi.
...****************...
hampir dua Minggu xean dan ze bolak-balik mendatangi apartemen milik Xena kadang juta kerap kali mereka menginap, entah lah biasanya seorang Xena risih dengan kehadiran suami saudarinya kini malah sudah terbiasa menerima itu dan ia tak bisa berbohong ada sedikit perasaan terhibur kala berdekatan dengan pria nan Tampan itu.
Lain dengan xean yang kini senyum nya semakin merekah tidak dengan Leo, pemuda tampan itu kini merasa galau, seperti kehilangan sosok Xena kekasih nya.
ingin rasanya protes kepada Xean untuk tidak sering menjumpai nya bahkan mendekati Xena, itu sungguh membuat hati kecil pria itu terluka melihat kedekatan xena dan Xean semakin dekat. bukan itu saja bahkan yang lebih sakit nya lagi Xena tak pernah mau menelpon atau mengirimkan pesan singkat kalau bukan diri nya yang memulai nya.
ia terluka merasa sedih kehilangan bersamaan hanya demi sebuah misi dan amanah dari Bara yang selalu dia anggap sebagai kakak nya ia rela menyimpan perasaan sakit luar biasa ini, kekasih mana yang tak kecewa melihat kekasih nya tertawa bahagia dengan lelaki selain dirinya sendiri. sungguh menjadi laki laki gagal bukan?.
__ADS_1
kesabaran kian tipis, pesan tak kunjung balas akhirnya Leo penuh akan tekat mengunjugi kekasihnya, dalam perjalanan seketika ia mengingat manja Xena, genit nya, tawa nya, suara, pelukan hangat dan damai itu satu lagi, kecupan kecil di bibir nya.
huwaaaa gara gara itu semua membuat nya menambah kecepatan tinggi untuk segera memeluk sang kekasih.
20 menit. (08.00 am)
akhir smpai..
tanpa menekan bel, ia langsung menekan pin pintu tersebut.
berlari kecil mencari sosok nan di rindukan tanpa mengingat bahwa pintu utama belum tertutup dengan rapat.
"sayangg,,, kamu di manaa?". teriak nya hingga sampai di depan pintu kamar Xena.
tak ada jawaban
semakin membuat Leo takut
akhirnya ia memberanikan diri untuk masuk kedalam.
terlihat wajah tenang Xena terbalut dengan selimut tebal menutupi seluruh bagian tubuh nya.
Leo tersenyum, perlahan-lahan berjalan mendekat lalu mengusap pipi dan menyingkirkan rambut rambut yang menutupi wajah cantik nya.
seluruh bagian wajah Xena telah ia berikan kecupan sehingga membuat si empu merasa terganggu dan membuka mata nya.
"le-leoo". ujar nya terkejut pasal nya tanpa ada kabar Leo langsung kemari.
tanpa pikir panjang Leo langsung naik ke atas tubuh Xena memeluk nya dengan begitu erat, semakin membuat Xena membeku tak biasa nya sosok Leo seperti ini, manja.
__ADS_1
Xena tetap lah xena, ia tak bisa mengangguri kekasih nya begini, sosok yang ia cinta. perlahan mengeluarkan tangganya dari selimut tebal itu lalu membalas pelukan Leo.
"aku begitu merindukan mu sayang". ucap Leo pelan yang masih setia dengan posisi ternyaman ini.
"aku juga Yo". ucap Xena tersenyum lembut sambil menepuk pelan punggung tegap terbalut kaos oblong bewarna putih.
"kenapa kamu jarang membalas pesan ku mengangkat telpon ku? kenapa sayang?". tanya Leo lembut sangat lembut membuat Xena semakin merasa bersalah
Xena dapat merasakan tengkuk nya hangat karena air mata Leo.
"kamu menangis Yo?". tanya nya cekikikan
"aku menangis karena Begitu merindukan mu, aku tidak mau seperti ini, tidak mau Xena ini aku mau Xena manja ku yang genit.. jangan seperti ini sayang,, ini sama saja kamu menghukum aku yang aku sendiri tidak tahu dimana letak salah ku". Leo semakin terisak.
perlahan Xena menuntun Leo untuk bangkit karena ia sudah merasa sesak di himpit badan berotot itu.
"sudah jangan nangis lagi,, muka kamu gemesin kalau nangis gini seperti anak kecil". ledek Xena sembari mengelap air mata Leo
"biarin".
"aku mencintaimu sayang,, sangat mencintai mu jangan berpaling dari ku atau aku akan mati". ucap Leo sungguh sungguh sembari masuk kedalam pelukan Xena
"eh mulut nya". geram Xena melirik ke bawah dimana Leo di posisi nyaman nya
"jawab aku,, apa kamu tidak mencintai ku sayang". ujar Leo dengan mata berkaca-kaca
"olololo,, pertanyaan bodoh.. tentu saja aku sangat sangat sangat mencintai muuuu tuan Leo nan tampan dari sekarang hingga aku menutup mata nanti." jawab xena semangat penuh keyakinan membuat Leo berbinar.
tapi di balik itu siapa sangka ada Xean yang melihat dan mendengar itu semua sedari tadi tanpa mereka sadari, coklat yang ia pegang untuk memberikan Xena di hari valentine ini terjatuh sudah berserakan di lantai.
__ADS_1
"Xean!". ujar Xena dan Leo berserempak.