My Heart Brother

My Heart Brother
41. akhirnya


__ADS_3

"lepas kan sakit kak" teriak Gea mundur sedikit menjauh


"lepas kamu bilang?, hmm seperti nya malam ini aku tidak bisa melepaskan mu GE, malam ini kamu akan membayar kesabaran ku karena telah berani pergi tanpa memberitahu ku anggap saja kejutan ku cantik, hadiah ku akan membuat mu berteriak manis". kata Axa menarik sudut bibir nya.


membuat Gea menelan Saliva nya.


melihat ketakutan di wajah gadis itu membuat Axa semakin menjadi-jadi.


"hey apa kau selalu seperti ini saat ingin bermain sayang?" Axa berbicara pelan seraya berjalan mendekat ke Gea.


memeluk nya


Aroma tubuh vanila Gea sangat memabukkan bagi Axa, plupp, kepala Axa sudah masuk kedalam ceruk leher Gea, semakin terasa semakin kencang pula pria itu menghirup aroma tubuh nya siapa sangka awal nya berniat ingin membuat sang istri takut eh malah dirinya yang apes. Lihat dia bangun kan!.


Korban hanya diam tanpa membalas lagian tenaga Gea tak sekuat pria di hadapannya, satu doa sembari tadi tak henti-hentinya ia ucap kan berharap Xean cepat tiba. Tapi siapa di sangka sebelum Xean tiba Axa sudah membawa Gea pergi dalam keadaan pinsan akibat obat bius yang ia berikan kepada sang istri status.


.


.


.


Akhirnya Axa berhasil membawa Gea kepada nya, di malam ini ia memandang tubuh mulus itu. Keadaan yang tidak sadar kan diri di manfaatkan oleh Axa sebaik mungkin untuk mengambil apa yang seharusnya sudah menjadi milik nya sejak lama.


sangat tenang, tiada brontak, teriakan, pemaksaan, dan emosi membuat nya tenang melanjutkan aktivitas nya, menatap tubuh Gea yang terlentang menantang Dede yang sembari tadi sudah mulai memberontak.


"sabar aku pastikan malam ini kau mendapatkan milik mu" gumam Axa menatap sang kekar nya.


perlahan-lahan tapi pasti tangan berotot itu membuka pakaian Gea dari atas hingga bawah dengan hati hati, penuh kelembutan pria itu berikan hari ini agar sang istri merasa nyaman. berhasil sudah ia membuka harta Karun itu tanpa tersisa sehelai benang sedikit pun.


"pantas saja Xean sangat tergila-gila dengan mu sayang... ternyata seindah ini milik mu GE.... baiklah, aku akan mulai mencicipi mu" gumam pria itu menatap lapar tubuh mulus itu apalagi dua bukit kembar yang melambai ke arah nya. pemandangan indah ini berhasil membuat Axa susah menelan Saliva nya, huhhhh rasa nya Axa akan dehidrasi.


Kini tubuh Gea terekspos bebas tanpa akses, saat pria tampan mulai mengecup pelan di seluruh tubuh nya tidak lupa meninggalkan tanda di tempat-tempat tertentu. pelan tapi pasti tangan kekar itu menjelajahi setiap inci lekukan di tubuh Seksi itu, sudah puas di satu tempat ia pun berkelana di tempat lain tanpa melupakan seluk beluk daerah tubuh itu.


huhhh


Axa pun ikut melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya, permainan semula penuh kelembutan kini telah usai berubah menjadi kasar, penuh emosi,dendam sakit hati ia lampiaskan kepada wanita di bawah nya. cukup sudah pemanasan saat nya melanjutkan aksi, pikir nya.


Tapi siapa sangka di saat tangan Axa bermain di bawah sana, Gea tersadar dari pingsan nya, sedikit gelisah merasakan keganjalan terjadi di milik nya cepat cepat ia membuka mata lalu melihat kesana.


mata Gea membulat sempurna betapa terkejutnya saat mengetahui Axa sedang menikmati sesuatu dengan santai nya walau mengetahui Gea sudah tersadar, toh dia istriku ini hak ku.


"kak Axa" teriak Gea ingin menendang kepala pria itu tapi sebelum itu terjadi Axa sudah memegang erat kaki itu.


memberontak, nangis, marah, malu menjadi satu begitu benci nya ia menatap pria dengan tubuh polosnya ini yang berani memanfaatkan wanita tak sadar kan diri untuk melepaskan nafsunya.

__ADS_1


"lepas kan" teriak Gea sudah duduk


Dengan cepat pria itu berdiri dan naik ke ranjang lalu menindih tubuh kecil itu.


"layani aku" bisik Axa penuh sensual


"tidakk" teriak Gea tanpa bisa mendorong tubuh berat itu sedangkan tangan nya di pegang erat oleh tangan Axa kedua tubuh polos itu bersatu dapat dirasakan Gea benda keras milik Axa di milik nya dan dada mereka, ahh cukup malu mengatakannya.


Gea terdiam dengan pikiran nya, Axa melanjutkan pekerjaannya siapa sangka posisi seperti ini sangat menguntungkan bagi pria keji itu, perlahan tapi pasti Axa junior berusaha memaksakan masuk kedalam Gowa sempit Gea.


teriakkan


cacian


hinaan


sumpah serapah


tangisan


bergema dalam kamar itu, entahlah Gea pasrah dengan apa yang menimpa dirinya hari ini. Lelah ia sudah lelah ingin berhenti tetapi pria itu tetap terus melanjutkan tanpa henti, sakit... sangat sakit bibir nya sudah berdarah akibat ia sendiri mengigit nya.


"kakk" panggil nya lemah. wajah nan sudah pucat pasi pandangan perlahan kabur dan seperkian detik nya ia kembali kehilangan kesadaran.


betapa terkejutnya Axa saat melihat begitu banyak darah keluar dari organ inti nya beralih menatap Gea yang sudah pingsan membuat pria itu kalang kabut segera berlari mengambil baju mereka lalu mengenakan nya


di sepanjang jalan menuju rumah sakit tak henti hentinya pria itu melihat ke arah kaki Gea terus mengalir darah sembari tadi tak ada hentinya.


Di seberang


Xean masih mengerahkan anak buah nya untuk mencari Gea, penuh kemarahan terhadap dirinya sendiri membuat Gea pergi tanpa mengabarinya sedikit pun.


Cctv, entahlah kenapa bisa cctv di caffe terkenal itu lenyap begitu saja, hal itu semakin membuat Xean panik.


drttt drtt


ponsel Xean berbunyi


"hallo sayang... kok belum pulang? Gea mana?" ucap Seren di seberang sana


degg


bingung mengatakan apa tapi ada secercah kebahagiaan disaat sang mama menanyakan Gea.


"sebentar lagi kami pulang ma, GE dia lgi di toilet" jawab Xean mantap berhasil membuat nya percaya.

__ADS_1


***


setibanya di rumah sakit Axa mengendong Gea dalam pelukan nya berlarian memanggil dokter


"dokter... dokter" teriakan panik Axa membuat pusat perhatian.


"suster tolong istri saya".


suster mendengar itu segera mengambil kan brankar untuk Gea.


.


.


.


"apaaa" teriak Xean saat menerima telepon dari anak buah nya mengenai Gea.


saat mendengar Gea kerumah sakit bersama Axa membuat nya curiga tak ingin menerka nerka ia langsung menancapkan gas menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi.


setibanya dirumah sakit ia melihat pakaian Axa Begitu berantakan membuat nya menyerngit kan dahi


"apakah anda dengan GE?" tanya Xean sedikit ragu


mengerti maksud pria di hadapannya Axa langsung mengangguk mantap


srettt


darah Xean mendidih


bugggg


bugg


Bogeman dari Xean untuk Axa agar otak mereng Axa segera lurus.


"kurang ajar kau berani nya kau melakukan ini padanya Axa"


"aku suami nya aku ada hak untuk itu lah anda?"


"apa pantas anda memaksa nya sehingga menjadi fatal seperti ini"


buggg


seperti nya hari ini hari pembalasan Xean di mana waktu itu Axa lah yang meninju nya.

__ADS_1


"dasar bej*t suami berengsek" geram Xean hendak melayangkan satu tinjuan lagi tapi gagal di saat dua security datang untuk melerai.


"kalau ingin buat keributan keluar jangan disini"...


__ADS_2