
Terlihat jelas pria ini begitu nyaman tidur dengan paha Xena menjadi penyangga kepala nya, tak enak hati kala Xena ingin memindahkan kepala Xean sebab ia sudah merasa kan pegal.
sedikit mengintip ternyata Xean benar benar sudah terlelap, mendengar nada pesan dari ponsel nya segera ia beralih menatap ponsel genggam nya yang ada di sebelah nya.
*maaf sayang aku hari ini harus menyelesaikan tugas agar besok aku bisa libur*.
Xena menghela nafas berat kala mendapati pesan itu
*Iyah sayang, gapapa asal berkabar.. jangan ilang ilangan*.
*siapp ibu komandan*
tlepp
Xena terkejut bukan main kala darah segar mengalir dari hidung nya terjatuh di atas dahi Xean, pria yang sensitif begitu sensitif mata terpejam itu langsung terbuka lebar.
perlahan ia memegangi dahi nya yang terasa dingin, sedang kan Xena mengelap hidung nya.
"kamu kenapa?". ujar Xean langsung terduduk Dari tidur nya
"gapapa ini sudah biasa". jawab xena enteng
"biasa bagaimana, kamu mimisan Xena.. pasti ada penyebabnya". tutur xean terlihat cemas, apa dia mimisan akibat aku terlalu lama tidur di pangkuan nya, tiba-tiba saja pikiran konyol nya melintas.
"ini biasa terjadi kala aku kelelahan,, jadi santai". begitu tenang Xena menyampaikan ini kepada Xean.
"apa kamu kelelahan karena aku tidur disini?". ujar xean menepuk pelan paha Xena.
...****************...
"hallo tuan". ujar seseorang dari seberang sana dengan tegas
"iya, hallo. apa ada masalah?". tanya Bara dengan suara ngos-ngosan nya, membuat anak buah nya menggeleng tanpa berkomentar.
__ADS_1
ya bagaimana, istri ku candu ku. ya suka hati ku lah.
"wanita itu tidak mau makan, makanan yang kami beri dari pagi, siang, dan malam tidak ia makan".
"hmpp kuat juga ya, wanita tua itu". ujar nya seraya berpikir.
"paksa dia makan, bagaimana pun caranya agar dia makan, Jangan sampai dia mati sebelum adik adik ku kembali". titah tajam penuh penekanan membuat Dita yang di bawah tindihan nya merasa merinding.
"sayanggghhh". setelah mendengar suara seksi Dita segera bara mematikan Telpon secara sepihak.
"aku mau buang air kecil". ujar Dita segera mendorong tubuh kekar di atas nya, tapi naas kekuatan kecil yang sudah lemas akibat Bara menggempur nya sembari tadi semakin membuat nya tak berdaya.
"hmm,,, sini aku bantu sayang". ujar Bara menatap menggoda ke arah Dita tanpa mau melepaskan penyatuan mereka.
"ini mah kencing nik—akhhh bara". sebelum Dita melanjutkan ucapannya bara lebih dulu melanjutkan aksinya.
maka terjadilah lah lagi.
"Zeglaf". teriak zevilsya yang sedang menikmati onigiri bersama Richard,
si pemilik nama mengedarkan pandangannya menatap bocah perempuan cantik yang sedang melambaikan sumpit nya.
"zevi". gumam zegraf berbinar.
"kenapa sayang?". tanya Celsie yang berada di tengah antara dirinya dan sang suami.
"itu mami,,, itu ze". jawab zegraf antusias melepaskan genggaman tangan nya dari Axa lalu menunjuk keberadaan zevilsya.
"siapa ze?". tanya Richard melihat anak keponakan nya tersenyum samringah menatap orang lain.
"itu zeglaf opa, dia sahabat ze". jawab nya yakin.
padahal baru juga beberapa kali bertemu tapi ze sudah merasakan nyaman saat bersama zegraf.
__ADS_1
"ayo kesana Daddy, ze mau makan bareng zevi". pinta bocah tersebut dengan menarik narik tangan Daddy nya.
celsi berkeringat dingin, ia hanya menatap takut ke arah keluarga pragupta. ia sangat bodoh menyembunyikan sesuatu, satu pihak takut ketahuan tapi ia sangat menyayangi zegraf.
"ayo cinta ku". ajak Axa,
melihat Celsi tak bergeming, membuat nya tersenyum lembut. ia begitu paham dengan apa yang di pikirkan suami nya.
"semua akan baik-baik saja, percaya lah. asal kamu seperti biasa anggap saja kamu lah ibu yang baik untuk zegraf lakukan apapun agar putra kita tetap bersama kita". ujar nya pelan merangkul pinggang sang istri.
"ayo susul ze".
🌚
"wah onigiri". ujar ze menatap lapar ke arah menu menu Jepang yang sudah terparkir indah di atas meja mereka.
"kamu suka?".
"iya tentu saja ini favorit ku".
"hmmm". Ricard berdeham, ia galau di kacangin kedua bocah kecil itu.
"opa,, ini zeglaf".
"hy opa, aku zegraf,,, salam kenal. semoga opa selalu bahagia". ujar ze mencium punggung card dengan lembut. membuat hati pria itu tersentuh menatap wajah yang tak begitu asing bagi nya.
siapa sangka terbit lah senyum tipis di bibir tipis itu, wow semakin tampan.
"apa kabar tuan Richard, senang bertemu anda kembali dengan keadaan baik-baik saja". ujar Axa tanpa mau mengulur kan tangan nya.
begitu terlihat jelas di wajah card ia begitu tak menyukai keberadaan Axa saat ini.
"seperti yang kau lihat". singkat padat tanpa ekspresi membuat Axa tersenyum mengejek.
__ADS_1