My Heart Brother

My Heart Brother
90. dua orang yang sama


__ADS_3

"siapa di sini.. tolong lepaskan aku!". wanita paruh baya itu berteriak sekuat tenaga untuk melepaskan tangannya yang terikat ke atas, sedangkan kaki lemah tak berdaya nya di rantai. persis seperti tahanan atau seekor bintang.


Di ruang bawah tanah rumah mewah milik pengusaha muda nan sukses, ia menyekap seseorang wanita paruh baya yang menjadi tersangka dalam kecelakaan maut saudari nya.


gelap, kotor, sepi, minim udara. itulah deskripsi ruangan itu untuk seorang penjahat seperti seren, oiya lupa satu lagi, kedap suara.


"siapa yang berani melakukan ku seperti ini ha?".


"lepas kan aku,, siapa saja yang ada disini tolong lepaskan aku".


"apa kalian GK tahu siapa aku ha? kalian sudah berani memperlakukan ku seperti hewan".


"tolongg,, tolongg,".


ceklekk


prakkk


tampak lah empat orang pria memakai pakaian kasual dan berkacamata hitam datang dengan wajah sangar nya membuka pintu ruangan itu dengan kasar membuat seren terperanjat kaget.


"si-siapa kalian". tanya seren berteriak melihat dua orang pria mendekat ke arah nya sedang kan dua orang lagi menjaga di pintu.


"kau siapa? kenapa kau melakukan ini padaku? ada masalah apa kau menyekap ku seperti ha?..aku tidak mengenal mu,, mengapa kau diam ha, jawab aku... hyy pria berengsek". teriak seren menggebu gebu,,


bukan nya menjawab pria itu malah membuka kacamata hitam nya, menatap tajam kearah seren membuat wanita itu seketika ketakutan.


berhasil membuat wanita di hadapan nya terdiam, pria sangar itu segera berbalik membelakangi seren.


"kalian jaga wanita ini jangan sampai dia lolos". titah pria itu seraya melangkah keluar meninggalkan seren yang semakin kesal.


"hyy,, kenapa kalian meninggal kan ku,, aturan nya kalian melepaskan ku,, hy tunggu. lepas kan aku tolong lepas kan akuuu". seren berteriak memanggil orang orang yang bisa di katakan tuli, tak dapat mendengar suara nya.


"aaaaaaakkkkkkkkhhh". seren berteriak menuangkan rasa sesak nya, tiada siapapun yang bisa membantu nya saat ini.

__ADS_1


suami, adik, dan anak nya tak sedikit pun mau menemui nya, semakin sesak rasanya saat membayangkan wajah wajah orang yang ia kasihi.


"Xeannnn!".


...----------------...


sudah sejam lebih Xena menunggu Ze pulang, pasal nya bocah menggemaskan itu di bawa pergi oleh opa nya, dan itu membuat Xena merasa galau dan bosan bersamaan.


melirik pesan nya yang belum di balas sang kekasih semakin komplit kejenuhan nya.


saat hendak turun, Xena tak sengaja melihat xean termenung bersandar di depan komputer nya.


"masuk GK ya,, masuk apa GK". Xena menimbang-nimbang perasaan nya,, ia kepo tapi gengsi, untuk apa dia datang ke kamar itu tanpa ze.


"akhhh". dari luar pintu Xena terkejut mendengar teriakan Xean.


mengumpulkan keberanian,,.


huhhh


cekklekk


"ze belum kembali". ucap Xean dingin tanpa menoleh ke arah Xena.


Xena termenung menatap iba pria Tampan di hadapan nya, begitu jelas terlihat wajah frustasi nya.


"kenapa kau masih disini dan menatap ku seperti itu, kan sudah aku katakan Zevilsya belum kembali". tegas Xe membuat Xena terkejut.


"santai,, santai bos". ujar Xena mengisyaratkan tenang dari kedua tangan nya.


"kenapa ze begitu betah bersama Daddy nya yang pemarah". gumam Xena tanpa sadar di dengar jelas oleh xean,


"apa kau bilang". kata Xean menatap Xena dengan tatapan membunuh

__ADS_1


'mati aku'.


"mak-maksud ku, ee kenapa kau marah marah seperti itu. marah bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah, apalagi melampiaskan kemarahan mu terhadap aku yang tidak tahu menahu apa masalah mu". tukas Xena menatap lembut ke arah Xean


"keluar lah,, untuk apa kau sok peduli dengan ku". jawab xean dingin


"ya kau benar, aku peduli kamu dan juga Zevilsya". jawab Xena mantap tanpa keraguan.


"asal kamu tahu, terkadang orang asing lebih baik di banding kan orang yang kita percayai". mendengar itu Xean mengernyit heran.


"aku masih di sini, kalau kamu butuh teman cerita teman nangis, dengan senang hati aku menerima nya. tapi kalau kamu tidak mau juga tidak masalah". lanjut Xena dengan lembut juga tersenyum manis.


membuat kemarahan di hati xean hilang seketika saat melihat senyum di bibir itu.


'Gea'


di saat Xena ingin keluar dari kamar itu, xean segera memberhentikan langkah nya.


"aku,, aku ingin kau menemaniku disini". ujar xean malu.


untung saja dirinya masih membelakangi xean kalau tidak dapat di pastikan Xena akan malu saat pria itu melihat senyuman nya.


"baik lah tuan". dengan antusias penuh ceria Xena langsung naik ke atas ranjang tanpa di suruh Xean.


"kemari". Xena menepuk-nepuk paha nya seolah kode mempersilahkan Xena tidur di paha nya.


Xean merona, dia ingin tapi malu


"cepat! kalau tidak aku keluar". kesal Xena mengerucut kan bibir nya membuat xean sedikit gemas


dengan langkah super Cool xean mendekati Xena dan melakukan perintah Xena".


"anak pintar". ujar Xena seperti seorang ibu seraya mengelus rambut tebal itu.

__ADS_1


'Gea,, apa kamu kembali sayang?'.


__ADS_2