My Heart Brother

My Heart Brother
77. duda tampan


__ADS_3

"Moli.. moli.. Moli di mana?". teriak ze menangis mencari keberadaan Lolita sedari bangun tidur tadi.


"Daddy". teriak ze dari luar pintu kamar xean seraya menggedor pintu tersebut.


xean yang baru saja menyelesaikan ritual mandi nya terkejut kala mendengar tangisan zevilsya.


ceklekkk


"Daddy".


segera pria itu membawa zevilsya ke dalam gendongan nya.


"kenapa menangis sayang? apa yang sakit?". tanya Xe cemas karena melihat ze menangis hingga sesegukan.


"mo-moli dad, Moli kemana?". tanya ze masih dalam keadaan nangis nya, kini mereka berdua berada di atas ranjang xean.


"apa dia sudah pergi? kalau benar syukur lah.. semoga kau segera mendapatkan kebahagiaan Lolita". xean membatin dengan perasaan lega Nya.


"Daddy kenapa diam,, ayo kita cari moli. ze tidak mau kehilangan Moli dad cukup mommy yang pergi dari kita ze tidak mau kehilangan Moli tidak mauu,, hiks hiks". xean tidak tega melihat putri nya seperti ini


"kau lihat gea, di saat kau pergi aku dan anak kita begitu hancur,, lihat lah ze begitu membutuhkan sosok ibu di dalam hidup nya,, aku bisa apa ge? aku tidak bisa menikahi Lolita ge aku tidak bisa melakukan itu". hati xean berkecamuk. ingin rasanya pria itu berteriak ke alam semesta bahwa dirinya lemah untuk menopang kehidupan ini.


tapi tidak ia tak ingin mengeluh, ada buah hati yang harus selalu ia jaga dengan memberikan sejuta kebahagiaan.


"Daddy kenapa menangis? Daddy sedih karena ze menangis?". ucap zevilsya melihat Daddy nya menitik kan air mata. "maaf kan ze dad, ze tidak akan menangis". sesegera mungkin bocah kecil itu menghapus jejak air matanya.


tok tok


"permisi tuan di luar ada non Dita sama suaminya". teriak salah satu pekerja di rumah xean.


"iya" sahut xean.


🌚


Di ruang tamu


"aunty Dita". sorak bahagia ze saat melihat kehadiran Dita,

__ADS_1


memberontak untuk turun dari gendongan xean, bocah menggemaskan itu langsung berlarian menuju Dita dengan mata sembab nya.


"kenapa nangis sayang?". tanya Dita tanpa basa-basi


ze hanya memeluk Dita dengan erat


"kau sakit Xe?" Bara melihat wajah xean yang sedikit pucat.


mendengar itu ze langsung mendongak menatap wajah xean "Daddy sakit".


"tidak Daddy baik-baik saja". ujar nya dengan tersenyum paksa.


sebenarnya pria itu sudah merasa kan sakit kepala Sedari kemarin, menganggapnya sepele hanya meminum pil pereda sakit kepala dan itu bagi nya sudah cukup.


"bukanya kalian akan pergi?" tanya xean menyerngit kan dahi dahi, pasal nya Dita mengatakan bahwa dirinya dan sang suami akan berangkat hari ini.


"di tunda jadi sore nanti". sahutan bara membuat xean mengangguk paham tanpa harus menanyakan alasan kepada nya.


tap tap


"ada apa honey?". tanya bara manis


mendengar itu si duda tampan mendengus kesal


"makanya nikah" ledek bara mencibir


"kau". geram xean


"sudah- sudah ini tidak saat yang tepat untuk kalian bertengkar,, ze badan nya panas,, panggil dokter". titah Dita membuat kedua pria itu juga ikutan panik


"dokter".


"dokter"


kedua pria itu hanya menggumam menyebut dokter tanpa berusaha memanggil dokter kemari membuat Dita kesal lalu mencubit lengan mereka berdua.


"kalian ini benar benar tidak dapat di andalkan". dengan kesal Dita menelpon seseorang.

__ADS_1


beberapa menit berlalu


"kenapa lama sekali dokter nya tiba ha?". xean tak sabaran ia tak tega melihat zevilsya mengigau memanggil mommy nya bukan Lolita melainkan xena membuat Xean semakin sedih.


"dokter sialan,, kenapa lama sekali apa dia ingin membuat anak cekaka haa?". geram xean tak dapat menunggu lagi.


saat baru beberapa langkah pria itu merasakan pusing yang amat di kepala nya.


Saat ia ingin jatuh untung saja ia memegang sesuatu


"hati hati". suara lembut itu mampu menggetarkan hati xean.


"kau?" xean langsung melepaskan tangannya dari tangan xena


"kenapa kau kemari?" tanya xean tajam tak suka


"hari ini aku akan menjadi dokter cinta". jawab xena gamblang


xean tak menanggapi ia hanya berbalik mendekati ze yang gelisah


"aku harus menelpon dokter,, kalian tidak becus". kesal xean sembari tadi diri nya menunggu bukanya dokter malah Xena yang tiba.


"mommy"


"mommy".


ngigau ze dalam tidur nya menyebutkan mommy nya


tanpa aba aba gadis itu berjalan dan duduk di tepi ranjang seraya mengelus rambut ze dengan kasih sayang


"mommy disini sayang". suara Xena nan berhasil membuat mata ze perlahan membuka


"mommy".. bocah kecil itu langsung memeluk Xena begitu pula dengan Xena. "Jangan pergi mom jangan tinggalkan ze". ujar ze menangis di dalam pelukan Xena yang dalam posisi terbaring.


"mommy tidak akan meninggalkan kamu dan Daddy lagi sayang". kata Xena menatap ze dan xean secara bergantian


degg

__ADS_1


__ADS_2