My Heart Brother

My Heart Brother
6. Harapan


__ADS_3

Di sepanjang jalan Gea, dia memikirkan perkataan Xean yang begitu membuatnya berfikir dua kali untuk menolak lamaran itu, sebentar. Apakah itu bisa disebut dengan lamaran? Atau hanya sekedar iba.


Akhh sudahlah


Frustasi nya mengacak rambutnya


Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah supermarket


Memikirkan sesuatu seraya Tersenyum getir


"Eh ibuk ibuk" teriak Mak kang gosip berlari heboh membuat pusat perhatian orang sekitar)


"Kenapa budin"


"Eh tahu gosip heboh tetangga perumahan sebelah GK? Anak buk nila hamil Lo".


"Hamil, wow padahal dari keluarga terpandang dan disangka anak yang baik Lo lemah lembut gitu tapi  kok bisa ya?"


"Iya yaa GK nyangka banget". Sambung emak emak lain nya.


"Benar GK habis pikir deh kita, amit amit anak ku GK gitu ya Gusti lindungi anak anak gadis kami".


"Aaminn" jawab serempak mereka.


"Dasar ****** kalau ada wanita seperti itu di sini akan ku cantik cabikkan kepalanya apa enggak kasihan sama bayinya di kira anak haram tuh".


Mendengar gosip emak-emak sore membuat Gea merasa tersindir, dengan gugup dirinya melewati ibu-ibu itu untuk masuk ke supermarket.

__ADS_1


"Eh neng geulis "salah satu ibu-ibu rumpi memanggil Gea.


"I-iya Buk "jawab Gea sedikit takut


"Eh kenapa terlihat takut neng geulis kami tidak akan mencabik-cabikmu kok"


"Hahaha"semua ibu-ibu tertawa melihat reaksi Gea.


"Jaga dirimu nak dunia sekarang sungguhlah kejam semoga tidak terjadi denganmu".


***


Hufff


Terlihat begitu sedih dari sorot mata coklat kehitaman itu,


"Tuhan apa aku boleh bercerita eh tidak tanpa aku bercerita engkau pun sudah tahu, walaupun kau tahu aku akan tetap bercerita. Tuhan apakah aku pernah melakukan kesalahan sehingga aku mendapatkan takdir seperti ini? Boleh kah aku meminta sesuatu aku ingin melihat kedua orang tua kandung ku?  apa boleh aku membuat nya hancur sehancur nya tuhan? Tentu boleh bukan? Dia telah membuat hidup ku hancur berati aku harus membalas nya baru adil namanya".


Hahahaha


anggap saja sedikit gila—


"Semoga hasil nya negatif ". Gumam Gea saat memegang sebuah benda kecil


Ya alat tes kehamilan.


***

__ADS_1


Sinar matahari kini mulai menyapa semua insan dengan indah nya cahaya menembus ventilasi udara yang membuat dirinya bisa menyapa gadis Malang yang sedang terlelap.


Mengerjap kan mata nya memandang seluruh sudut kamar sederhana itu.


Beranjak dari posisi nyaman nya untuk menuju ke kamar mandi untuk melanjutkan misi.


"Smoga hasil nya negatif dan aku tak perlu menanggung malu itu". Ujar nya berharap yang masih menggenggam tespek tersebut.


Sebaiknya aku langsung mandi setelah itu baru aku melihat hasil nya


Ujar nya seraya keluar dari kamar mandi dan—


"Mas". Ucap nya terkejut melihat Xean yang sudah berada di atas ranjangnya


"Ke-kenapa kau bisa masuk ke sini". Lanjut nya menatap tak suka


"Hey kau kini telah melupakan sopan santun terhadap orang yang lebih tua apaan panggil kau kau panggil aku mas mas Xean Tampan".


Menanggapi hal itu dengan memutar Mata malas


"Kau yang tidak sopan masuk ke kamar seorang anak gadis". Balas nya ketus


"Owhh kau anak gadis" jawab nya Santuy tanpa melihat perubahan ekspresi wajah Gea


"Eh maksud ku— apa yang kau pegang itu?" Tanya Xean melirik benda yang di genggaman Gea


"I—ini eh tidak ada" kilah nya berusaha berbalik ke kamar mandi lagi

__ADS_1


Akan ku buat kejutan sayang, batin Xean menyeringai..


__ADS_2