My Heart Brother

My Heart Brother
34. SAH


__ADS_3

di rumah Axa


"bagaimana para saksi?"


sah


sah


sahh


alhamdulillah


Xean baru saja sampai di halaman rumah mewah milik Axa hati nya bergemuruh semua harapan telah pupus saat mendengar ucapan kata syukur itu


"akhhhh brengsek" ujar Xean emosi memukul angin seraya mengacak- acak rambut  nya degan kesal 


"apakah kita gagal?" tanya Dita menatap nanar semua tamu yang telah menikmati hidangan pertanda acara tersebut telah selesai 


"rencana brengsek" umpat Xean menatap Dita tajam penuh emosi 


"kau mau kemana?" lanjut Xean saat melihat Dita berjalan mengendap - ngendap untuk masuk kerumah besar itu.


"menyelamat kan Bara" sahut nya 


mendengar itu Xean pun mengikuti Langkah Dita, bagaimana pun Bara telah membantu nya sifat egois kalah dengan sifat kesetian.


yang terpenting sekarang menemui Bara untuk Axa ia akan membuat pria itu menyesal menikahi Gea nya 


.


.


.


"selamat jeng akhirnya kita menjadi besan yang sesungguh nya" ujar vivi menghambur ke pelukan Diana dengan bahagia 


"iyah ya, akhir nya, semoga hubungan mereka langgeng sampai maut memisah kan"


"aamin" sahut Vivi


Kemana ya mas Xean? kok gk hadir padahal ia berjanji datang untuk memberikan kejutan


  gumam Gea melihat kesana kemari mencari keberadaan Xean


Maaf istri ku tercinta yang kamu nantikan tidak mungkin hadir karena aku mengingin kan itu agar dia tak berbuat ulah lagi


batin Axa tersenyum licik sembari tadi memperhatikan gerak-gerik Gea yang gelisah. 


flasback off


buggg


pukulan keras yang mendarat di pundak Bara membuat Bara terjatuh dan perlahan-lahan kehilangan kesadaran


"permainan baru di mulai Bara, dan lo mau ancurin? karena Lo sahabat gue kali ini gue GK ngebunuh Lo" ujar nya mengelus kening pria yang sudah pingsan itu


"kalian bawa dia kedalam jangan sampai dia membuat keributan hingga pernikahan ku selesai". titah nya kepada anak buah nya

__ADS_1


Axa mengambil ponsel Bara yang sudah terbuka lalu mengetik kan pesan


permainan akan segera di mulai tidak ada yang bisa menghalangi ku termasuk kalian bertiga (send)


Axa juga mengirim Pap diri nya ke grup dengan jempol berbetuk mantap.


"aku sudah menduga hal ini Xean tak membiar kan ku menikah dengan Gea, tapi Bara"[gumam Axa tersenyum getir]


"Bara menghianati ku dia berani menikung ku, dasar Bara Bodoh pantas saja mudah di jebak untung saja aku tidak bodoh seperti mu" 


"kau"[tunjuk Axa kepada anak buah nya]


"pergi ke kamar ku jemput penghulu tua itu, cepattt" titah nya tidak dapat menunggu lagi untuk melihat reaksi hancur nya hati Xean.


" kok pak penghulu nya beda?" tanya Diana melihat penghulu baru saja turun dari lantai dua


Vivi yang sama bingung nya melirik Axa, putra nya itu memberi anggukkan kepala sebagai kode bahwa itu semua rencana nya


kembali melirik Diana "ituh Di penghulu yang kemarin GK bisa datang" jelas Vivi


dijawab anggukan kepala oleh Diana


"baik pak semua sudah siap ayo di mulai". ujar Axa


Untung saja dirinya menyiapkan dua penghulu sekaligus dan itu memang ide brilian bukan?. pikir Axa


flashback off


Di halaman belakang


Xean dan Dita mencari ruangan tempat Axa mengirim Pap tadi


"Dita" panggil Xean kepada wanita tak mengenal kata nyerah di Depan nya


"dimana tempat kau menaruh benda yang tak berguna dan jarang orang lain kunjungi?" tanya Xean


Dita mencerna perkataan Xean


"gudang?"


"nah itu jawaban nya"


"yeyyy" teriak Dita semangat dengan cepat Xean membekap mulut Dita segera membawa wanita itu pergi dari sana


"siapa disana?". teriak penjaga


tak ada jawaban


"kalian cepat periksa" titah nya kepada penjaga lain nya


"kau ingin kita di tangkap Dita". tanya Xean yang masih membekap mulut Dita


di jawab gelengan


"sir lihat disana".(tunjuk Dita kearah pembantu yang keluar dari pintu belakang hendak membuat sampah)


Xean melihat arah itu bisa jadi gudang ada di sana tapi melihat beberapa anak buah berjaga ketat.

__ADS_1


prakkkk


Dita melempar batu sebesar genggaman nya ke arah yang cukup jauh untuk mengecoh penjaga tersebut


"anak pintar" puji Xean segera menarik Dita masuk ke dalam


mereka berdua berhasil masuk begitu banyak anak tangga membuat mereka bingung ruangan ruangan besar mewah tak dapat di bedakan itu ruangan apa


"ini rumah atau labirin sih". dengkus kesal Dita


"sir lihat Pintu nya mirip seperti yang ada di foto dan depan nya juga" ujar Dita mencocokkan foto dengan ruangan yang cukup jauh dari mereka


"seperti nya memang benar ini"


"ststst diam bawel". ungkap Xean kesal sekretaris nya itu tidak ada rasa takut takut nya saat tertangkap


Xean memutar ganggang pintu tapi terkunci


tap tap


tapp


suara langkah kaki membuat dua orang itu segera bersembunyi di balik lemari di samping pintu gudang


"kata bos kita harus menyuntikkan obat ini " ujar suruhan Axa kepada teman nya


"obat apa itu?"


"kata nya bisa membuat pria itu bungkam selama nya"


"mati?"


mendengar itu Xean dan Dita membulatkan matanya dengan sempurna


"mereka ingin membunuh Bara ku?" gumam Dita


"stststs jangan ribut kalau kita tertangkap kita tidak bisa membebaskan Bara". sahut Xean yang di anggukan wanita itu


ceklekk


"ayo perlahan-lahan jangan gegabah, ingat". ujar Xean memperingati Dita


Dita dan Xean memegang senjata mereka yaitu kayu balok


1


2


3


brukkkk


brukkk


"sudah Dita mereka bisa mati, kita harus segera menyelamatkan Bara". cegah Xean kepada Dita yang tak hentinya memukul dua pria itu secara bergantian yang sudah pingsan


"sebentar" ucap Dita segera mengambil suntikan itu lalu menyuntikkan nya ke leher dua pemuda itu.

__ADS_1


Xean menarik sudut bibir nya melihat aksi cerdik sekretaris nya


"mampus kalian". lanjut Dita segera membantu Xean membopong tubuh Bara yang masih pingsan


__ADS_2