
Aku terhanyut dalam pelukan Dani, hingga aku lupa, bahwa disini juga ada Maya.
Bahkan aku sampe lupa kalo kakiku juga sedang terluka parah.
Anjayyyy ... saking kangennya, hiihii
"Dan, sudah dulu pelukannya, darah Erna mengalir deras, itu." tunjuk Maya pada kakiku yang terkena serpihan gelas tadi.
"Ah, maaf teh, Dani lupa, saking kangennya!"
Kemudian dia membopongku, masuk kedalam kamar, membaringkan tubuhku, dan mulai membersihkan luka dikakiku.
Mencucinya dengan air hangat.
"A, tolong kamu bersihkan juga luka di dalam sini!" ucapku dengan menunjuk pada dadaku yang didalamnya terdapat hati berbentuk love namun sudah retak dan banyak goresan nya.
"Yang... tolong jangan seperti itu, Aa sayang sama kamu!" memelukku lagi.
"Lepaskan pelukanmu A, lebih baik bersihkan kakiku, sakit banget." rintihku, berusaha tegar dihadapannya.
Hening...
Melihat tindakan Dani, airmataku menetes, aku sangat terharu, melihat kepeduliannya terhadap aku.
Peduli?? Peduli apa?? Jika dia peduli, mana mungkin dia menelantarkan mu selama dua-bulan ini. Emang dasar aja bucin lu.
Hisshh ... Aku menepis semua perkataan ku itu, kata hatiku yang lain memang benar, kalo dia peduli, selama dua-bulan ini kemana, coba??
"Terimakasih, A." ucapku terbata. Saat Dani selesai membersihkan lukaku, dan membungkusnya dengan kapas.
"Sama-sama sayang, maafkan Aa mu yang jahat ini." jawabnya, masih berkutat dengan peralatan p3k. Aku belum sempat menjawab, dia sudah bertanya lagi
"Yang, kalung kamu masih di pake?" tanyanya saat melihat leherku yang di lingkari benda indah itu.
Aku mengangguk kecil. Disambut senyuman Dani yang sangat aku rindukan.
"Dani, apa lebih baik kalian menikah saja? Maksud teteh, mumpung semuanya masih bisa di batalkan Dan, teteh tau, ini sangat sulit, tapi apa kamu yakin, dengan semua keputusan ayahmu?" Bujuk Maya, mencoba memberi solusi.
"Teh, aku tidak bisa membantah ayah, aku tidak bisa, teh. Teh Maya tau sendiri, watak ayah seperti apa?"
__ADS_1
"Sudahlah teh, aku tidak apa-apa. Aku ingin istirahat. Lebih baik kalian semua tunggu di luar, please Erna capek banget!" timpalku,
"Yang, Aa temenin ya. Aa masih kangen sama kamu!" bujuknya.
"Maaf A, kamu juga tunggu di luar, aku ingin sendiri!! Tolong jangan ganggu aku dulu!"
Maya menarik paksa tangan Dani, hingga keluar dengan masih menatapku.
"Udah buruan Dan..." Ucap Maya, mendorong Dani segera keluar. Tak lupa menutup pintu kamar.
Aku menghela nafas panjang,,, rasanya sesak banget ini dada, engap banget deket sama Dani. Susah juga buat move-on. Siall!!
Dah lah! Dripada aku emosi. mending nyuruh dia keluar.
Setelah Dani dan Maya keluar, aku merenung sejenak. Melamun memikirkan Pria yang baru saja mengobati kakiku.
Aku terpuruk dalam lamunan, seakan ragaku berhamburan, hingga aku tak mampu memungutnya.
Dani... wanita mana yang tak sakit hatinya, bila mendengar pria yang di cintainya akan segera menikah dengan wanita lain. Masih untung aku nggak mati berdiri.
"Ya tuhan... kuatkan aku saat berada didekatnya, aku tak tahan menahan rasa rinduku padanya, aku juga ingin memeluk nya... Tuhan, beri aku kesempatan untuk memilikinya..."
Juga, kenapa setiap hari, setiap saat nafasku sangat terasa sesak. Kenapa nggak berhenti aja sekalian.
Ahhh... aku sangat benci dengan kehidupan ini.
Berusaha mengatur nafas, namun tetap saja sesak. Merubah posisi menjadi menyender juga malah semakin parah.
Sampek aku capek sendiri dan akhirnya aku tertidur pulas.
_______
POV Maya
Aku dan Dani berusaha mencari cara agar pernikahan sepupuku di batalkan.
Aku tidak ingin melihat Erna menderita, sudah terlalu banyak penderitaan yang ia terima karena ulah sepupuku itu.
"Dan, teteh mau kamu menikahi Erna, yaa. Sirih juga nggak apa-apa, kok." Aku berusaha membujuk ponakanku yang hanya terpaut usia 4tahun saja denganku.
__ADS_1
"Nggak bisa teh," tolak Dani. Bahkan ia terlihat sangat gusar, selama ini dia juga tersiksa, karena jauh dari orang yang ia sayang.
Aku tau Dani sangat mencintai Erna. Tapi, sangat sulit untuk menentang ayahnya.
Dengan wataknya yang keras, bahkan beralasan akan mati jika Dani menolak menikah dengan Fitri.
"Dan, memangnya kamu akan hidup selamanya bersama ayahmu??" tanyaku dengan berkacak pinggang sebelah tangan.
"Teh, ayah punya penyakit struk, kalo sampe dia tau Dani menikah sirih dengan Erna, penyakit ayah bisa kambuh teh, nyawa nya terancam!!" Ucap Dani berusaha menjelaskan yang sebenarnya.
Dengan posisi nya duduk di kursi, setengah membungkukkan badannya. Menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, memang terlihat sangat prustasi.
"Emang ada ya? Penyakit setruk sampe kaya gitu??" tanyaku penasaran.
"Ada teh, itu buktinya ayah. Sudahlah teh, Dani akan bertanggung jawab semua kebutuhan Erna sampe lahiran dan sampe anak Dani besar. Bila perlu akan Dani sekolahkan setinggi mungkin. Biar bisa membahagiakan ibunya." Jawabnya panjang kali lebar.
"Kamu itu kalo ngomong enak banget ya Dan, kaya beli gorengan aja. Kamu pikirin nasib dia Dan. Dia hamil, tapi keluarga dan teman-teman nya sama sekali nggak ada yang tau, lho. Dia berusaha menutupi aibnya dari semua orang terdekatnya. Bagaimana nanti jika dia melahirkan dan pulang membawa anak? Apa kata orang tuanya nanti Dan? Kamu pikirin itu!! Kamu enak, tinggal bikin aja! Lah dia yang prosesnya lama, gimana?? Suka sembarangan kamu kalo ngomong!!" Cerocosku, kesel pake banget punya ponaan macam ini. Susah di atur.
"Teh, yang penting Dani akan menafkahinya secara lahir, itu juga sudah cukup!!"
Plaaakkk
"Kamu itu memang brengsek Dan, pengecut!!"
Kesel banget aku liat kelakuan laki-laki yang pengen enaknya aja. Aku berlalu dari hadapannya, sementara Dani menatapku dengan memegangi pipinya yang aku tampar tadi.
________
Hari ini aku bangun pagi. Apa aku tidur selama ini?? Sampe hari sudah pagi aja.
"Teh Maya..." aku teriak-teriak mencari Maya yang belum terlihat batang hidungnya sama sekali.
"Sayang, kamu sudah bisa jalan?"
Suara itu membuatku kaget, orang yang aku cari nggak nongol, malah dia yang jebol.
"Bisa, gini doang mah nggak ada apa-apa nya, dibandingkan yang ini!" umpatku, dengan menunjuk dadaku yang masih sakit.
terimakasih 🙏🙏
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya bacanya. 😍😍