My Regret 'Hamil DiLuar Nikah'

My Regret 'Hamil DiLuar Nikah'
bab 61


__ADS_3

Aku hanya menggelengkan kepalaku dengan bahu terangkat. "Aku mau istirahat dulu mas." ujarku sembari menarik selimut dan berbaring membelakangi mas Bayu. Ku pejamkan mataku, berusaha untuk melupakan semua yang telah terjadi, meskipun sebenarnya aku tidak ingin tidur. Aku hanya sekedar ingin menahan emosiku.


Beberapa menit Maya selesai mandi, namun aku tetap pada posisiku yang masih berbaring miring dan berpura-pura tidur membelakangi mas Bayu.


"Erna tidur mas? " tanya Maya.


"Hmm," sahut mas Bayu, "Kayanya mereka ada masalah deh May. Padahal tadi pagi aku liat mereka turun bareng dan masih biasa aja." imbuhnya.


"Aku tau, mas. Tapi Wahyu kemana ya? "


"Entahlah... "


"Oh ya, aku mau kebawah beli sarapan, kamu mau ikut atau nunggu disini? "


"Ikut aja lah, kita makan dikantin aja, "


"Ya udah, " tak lama Maya membangunkan aku yang masih terpejam. "Na, bangun dulu bentar, "


"Napa teh? " jawabku dengan suara berat.


"Teteh kebawah dulu ya,,, kamu mau nitip apa? "


"Nggak usah teh, tadi udah sarapan ko, " Aku berbohong, ya... meskipun aku belum makan apapun, karena bubur yang aku pesan tadi juga belum sempat aku sentuh.


"Yakin? "


Aku mengangguk dengan mata masih terpejam.


"Oke, teteh cuma bentar ko, "


"Lama juga nggak apa-apa teh, lagian aku bisa sendiri. Aku udah sehat. "


"Ya udah, "


"Kita kebawah dulu ya Na," ujar mas Bayu pamit.


"Iya mas, "


Suara langkah kaki Maya dan Bayu semakin menjauh, suara pintu terbuka dan kemudian tertutup. Hening seketika. Merasa semuanya sudah aman. Aku beringsut dari tidurku, kembali duduk menyender, pikiranku melayang jauh.


Aku sendirian sekarang.


Tidak ada teman, tidak ada keluarga.


Aku benar-benar sendiri.


kenapa nasibku begini ya Allah jeritku merintih.


Waktu terus berjalan. Maya dan Bayu juga belum kembali. Biarlah, aku tak mau merepotkan nya lagi. Kulihat jam sudah pukul 11:xx namun Wahyu belum juga kembali. pikiran ku selalu tertuju padanya, memikirkan nya.


"Kamu kemana Wahyu? Tega kamu giniin aku! " gumamku dengan memeluk lututku.


Ceklekkk...

__ADS_1


"Wah wah waaahhh... ternyata sudah sadar ya wanita ini? " ucap seorang perempuan tak lain adalah ibu Mary dengan sombongnya.


"Mau apa anda kemari? "


"Hanya melihat keadaan mu saja." jawabnya tidak tau malu.


" Saya seperti ini karena ulah anda! "


"Lho lhoo lhoo. kok menyalahkan saya? Ini salah kamu sendiri, kenapa kamu masih terus mendekati anakku! "


"Saya tidak pernah mendekati anak anda. Anak anda sendiri yang mendekati saya! Tapi jangan hawatir. setelah ini saya akan menjauhi anak anda tanpa harus anda mengancam saya atau membayar saya! " hardikku. " Lebih baik anda keluar dan jangan ganggu saya! " teriakku.


"Oke baik."


BRUUGGHH.


suara pintu yang dibanting. Kali ini aku tak menangis. air mataku sama sekali tidak tumpah.


"lebih baik aku pergi sekarang! "


Aku beranjak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena kebetulan Maya datang dengan membawa beberapa baju ganti untukku.


Setelah selesai mandi dan berganti baju layaknya seorang gadis yang belum melahirkan. Dengan memakai celana katun dan kaos polos, rambut yang aku sisir rapi, dengan wajah kupoles bedak sedikit dan ku semprot kan minyak wangi dibagian leher dan tangan ku.


Namun, mataku tertuju pada tas milik Maya. "Uang. aku butuh uang sekarang. Tanpa uang aku mana bisa pulang! " gumamku mendekat dan meraih tas Maya yang teronggok di kursi.


"Maafkan aku teh. Aku harus pergi tapi aku benar-benar butuh uang. Aku tidak mengambil semuanya teh, hanya beberapa lembar saja untuk ongkos pulang." gumamku dengan mengambil uang didalam dompet Maya.


Gegas aku menuju meja, kutulis surat untuk Maya dan menerangkan bahwa aku juga mengambil uang sekian ratus untuk ongkos pulang.


PLUPP.


Suara pintu yang kututup perlahan.


Lantas segera mengambil langkah seribu mendekati lift dan masuk. Setelah beberapa menit sampai di lantai satu. tanpa sengaja mataku menangkap Maya dan Bayu sedang duduk bersenda gurau bersama dua orang lagi. laki-laki dan perempuan.


Hatiku rasanya mau meledak. "Wahyu? wanita itu lagi? " nafasku memburu. Ingin rasanya aku menemui mereka dan mengamuk. Tapi apa hakku, dan siapa aku. Cukup tau diri saja.


Rasa benci ku pada keluarga itu semakin besar. Dengan hati yang sakit dan perih. Aku bergegas pergi meninggalkan rumah sakit ini.


Saat aku mulai melangkah, seorang OB menabrak ku hingga ember itu jatuh dan menumpahkan airnya kemana-mana.


BLAAAKKK


"Maaf maaf mas. Saya tidak sengaja. "


"Mangkanya jalan liat-liat dong mbak, "


"Iya mass, maaf yaa. Sumpah aku nggak sengaja, " tuturku memelas.


"Iyaa... Lain kali hati-hati mbak! " kata Ob itu dengan mendengus kasar. Lantas aku segera pergi sebelum mereka melihat ku.


"Uhhhh.... hampir saja. " aku membuang nafas lega setelah berada diluar rumah sakit. "Lapar ya Allah. Mending nyari warteg dulu deh baru aku temui Faiz." gumamku sembari melangkah mencari warteg terdekat.

__ADS_1


Setelah berjalan cukup jauh, aku tak kunjung menemui Warteg itu. Terpaksa harus ke Nasi padang. Ya udahlah daripada kagak ada.


"Mas, Nasi sama telor ceplok sambel ijonya dikit aja, terussss sama paha ayam nya satu. Di pojok sana ya mas. " ujarku sembari menunjukkan tempat yang berada dipojok.


"siap mbak. "


Aku pun kembali berjalan dan segera duduk untuk mengistirahatkan perut ku yang masih sakit.


"Untung aku pakai manset, jadi nggak terlalu parah deh ni perut yang bergelayut. " keluhku sembari mengusap perutku perlahan.


"Ini mbak silahkan. Minum nya apa mbak? " tanya seorang pelayan. Aku mendongak saat makanan ku mendarat di meja,


"Air putih anget aj.... " ucapan ku terhenti saat melihat siapa yang berada dihadapan ku.


"Bara?? "


"Erna? Lu Erna? "


"Iya Bar, gue Erna. Ya Allah... lama nggak ketemu, " ujarku kegirangan karena bertemu dengan mantan gebetan waktu sekolah dulu.


"Duduk Bar," ajakku memaksa Bara duduk didepanku.


"Lu kerja sini? " tanyaku antusias.


"Iya. Belum lama sih, baru 5 bulan. " jawabnya.


"Lu sama siapa disini? " tanya nya lagi.


"Gue sendiri. Rencana mau pulang, tapi perut gue protes, ya udah mampir sini dulu. "


"Emang lu habis dari mana? "


"Habis nengok temen gue yang lagi sakit di RS bk itu lho Bar. " Bara hanya mengangguk.


"Lu mau pulang kemana?"


"ke kontrakan gue lah. "


"Biar gue anter ya Na. Daripada naik ojek mahal mending ama gue gratis. " tawarnya.


"Boleh si. Tapi lu kan kerja? "


"Bentar lagi juga gue balik. gue kan cuma nyampe jam satu doang. "


"Terus gue tunggu sini dong ampe jam satu? "


"Iya lah, setengah jam doang, sekarang kan udah jam tengah satu "


"Ya uudah deh. Gue juga irit duit. Hehe. "


"Ya udah gue ambil air anget dulu."


"Oke.*

__ADS_1


Bara berlalu, aku yang sudah sangat lapar segera melahap nasi yang sudah siap santap di atas meja. Sejenak aku bisa melupakan semuanya. Tapi itu benar-benar hanya sejenak saja.


" Setelah aku lumayan sehat dan bisa berjalan dengan normal. Aku akan menjemput anakku secepatnya. " gumamku sembari melahap sendok demi sendok.


__ADS_2